Selasa, 06 September 2011

Makanan (Bagian 2) : Kandungan Zat Makanan (1)

Dikemas oleh : isamas54
Mahluk hidup dari mulai tingkat sederhana sampai dengan yang sempurna (manusia) membutuhkan zat-zat/ makanan yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidupnya dimana tingkat kebutuhan dan formulasinya berbeda-beda.  Adapun zat makanan yang dibutuhkan khususnya oleh manusia adalah : protein, lemak, karbohidrat, serta vitamin dan mineral. 


Manusia adalah merupakan makhluk omnivora, artinya merupakan mahluk hidup yang makannya terdiri dari bahan hewani maupun nabati, dimana dalam kelangsungan hidupnya sangat membutuhkan nutrien (zat gizi) yang berfungsi dengan baik untuk kebutuhan tubuhnya.  Adapun zat-zat yang dibutuhkan dan beserta fungsinya yaitu :

1. Protein
Fungsi utama protein adalah bagi tubuh manusia adalah: (a). untuk membangun sel-sel jaringan tubuh, (b).  untuk mengganti sel-sel tubuh yang rusak atau aus (c).  menjaga keseimbangan asam basa pada cairan tubuh. (d). sebagai penghasil energi

Zat pembangun sel-sel ini sangat diperlukan pada masa pertumbuhan (masa bayi hingga remaja) atau kebutuhannya lebih besar persentasenya dibandingkan dengan masa dewasa dan manula. Sedangkan pada masa dewasa dan manula protein dibutuhkan untuk mempertahankan jaringan-jaringan tubuh dan mengganti sel-sel yang telah rusak.
Menurut sumbernya protein terbagi dua, yaitu protein hewani dan protein nabati. Protein hewani adalah protein yang berasal dari berbagai bahan makanan dari hewan (Daging, Ikan, Telur, Susu, udang dlsb),  yang mengandung semua jenis asam amino sehingga bahan makanan tersebut termasuk golongan protein sempurna.  Sumber protein nabati adalah berasal dari tumbuh-tumbuhan (Kacang-kacangan, dlsb). Dimana kelompok kacang-kacangan ini juga mengandung protein sempurna, sementara dari golongan pangan nabati lainnya tergolong protein tidak sempurna.  Protein tidak sempurna dari dua bahan nabati apabila digabungkan, maka kedua jenis protein itu akan saling mengisi sehingga dapat membentuk protein yang sempurna.
Kebutuhan protein untuk orang dewasa adalah 1 gram/kg.Berat Badan/hari. Jika kebutuhan tersebut berlebih, maka kelebihannya akan dibuang melalui ginjal dalam bentuk urea inilah yang disebut Nitrogen Balans. Asam Amino Essensial adalah asam amino yang tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh, jadi harus didatangkan dari luar.  Misalnya : Leusin, Lisin, Metionin, Fenilalanin, dsb. 
Protein tidak menghasilkan energy, tetapi merupakan komponen terbesar di dalam tubuh setelah air, yaitu diperkirakan 50% dari berat kering sel dalam jaringan seperti misalnya hati dan daging terdiri dari protein, dan dalam tenunan segar sekitar 20%.
Jumlah unsur nitrogen yang dikeluarkan dari tubuh (al melalui air seni dan tinja) seorang laki-laki dewasa yang berat badannya 70 kg kira-kira sebanyak 3 gram sehari. Tiga gram nitrogen ini ekivalen dengan 3 X 6.25 gram protein 18.75 gram protein ( 1 gram zat putih telur mengandung 0.16 gram unsur nitrogen.
Kekurangan konsumsi protein pada anak-anak dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan badan si anak, sedangkan pada orang dewasa mempunyai gejala yang kurang spesifik kecuali pada keadaan yang telah sangat parah seperti busung lapar. Busung lapar yang banyak di derita oleh kelompok rawan gizi terutama bayi dan balita. Akibat dari kekurangan protein dapat menyebabkan kwashiorkor (penyakit yang timbul akibat kekurangan protein), yang kebanyakan diderita oleh bayi dan anak pada usia enam bulan sampai usia tiga tahun (Balita).
Pada usia ini merupakan masa yang sangat rawan, karena merupakan masa peralihan dari ASI (air susu ibu) ke PASI (pengganti air susu ibu) atau ke makanan sapihan. Banyak para ibu menganggap bahwa makanan pengganti ASI atau makanan sapihan adalah makanan yang mengandung beras dan serealia saja. Mereka kurang memperhatikan komposisi zat gizi yang harus terkandung dalam makanan sapihan.  Penggunaan makanan sapihan yang bersifat instan sebaiknya tidak terlalu sering diberikan.
Marasmus adalah istilah yang digunakan bagi gejala yang timbul bila anak menderita kekurangan energi (kalori) dan kekurangan protein. Perlu diingat bahwa penderita kwashiorkor tidak kelihatan kurus, namun pada penderita marasmus penderita akan terlihat sangat kurus dan kelihatan lebih tua dari usia sebenarnya.

2. Lemak (Lipid)
Fungsi lemak bagi tubuh manusia adalah sebagai penghasil energy (9 kal/g) dan sebagai pelarut vitamin.  Kebutuhan lemak untuk orang dewasa adalah 0,5 – 1 gram/kg.BB/hari.

Lemak merupakan sumber energi selain karbohidrat dan protein. Dengan adanya kelebihan konsumsi lemak yang tersimpan sebagai cadangan energi, maka jika seseorang berada dalam kondisi kekurangan kalori, maka lemak merupakan cadangan pertama yang akan digunakan untuk mendapatkan energi setelah protein.

Apabila dalam makanan kita terdapat kelebihan hidrat arang dan lemak dari yang diperlukan oleh tubuh, maka lemak dan hidrat arang tersebut tidak akan langsung dibakar. Tetapi kelebihan ini akan diubah oleh tubuh menjadi lemak dan disimpan sebagai cadangan tenaga yang akan diambil jika tubuh membutuhkan sewaktu-waktu.
Lemak cadangan ini terutama disimpan di bawah kulit, di sekitar otot. Selain itu, terdapat pula simpanan lemak di sekitar jantung, paru-paru, ginjal dan organ tubuh lainnya.
Kumpulan lemak disekitar ginjal ini mempunyai kegunaan khusus, yaitu untuk menjaga agar ginjal tidak mudah berpindah tempat. Cadangan lemak seperti ini tidak digunakan sebagai cadangan kalori, kecuali dalam keadaan yang benar-benar memaksa. Pada orang gemuk, di sekitar perut dam mamae sering terdapat tumpukan lemak dalam jumlah yang lebih banyak.
Cadangan lemak memang diperlukan di dalam tubuh. Tetapi jika cadangan ini jumlahnya terlalu banyak dapat berdampak pada gangguan kesehatan. Orang yang di dalam tubuhnya terdapat timbunan lemak dalam jumlah yang berlebihan mempunyai kecendrungan untuk menderita penyakit jantung, ginjal, diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit lainnya. Seseorang dengan kelebihan berat badan 10 % dari berat idealnya, maka orang tersebut sudah dapat digolongkan gemuk.
Lemak dan minyak terdapat pada hampir semua bahan pangan dengan kandungan yang berbeda-beda. Tetapi lemak dan minyak sering kali ditambahkan dengan sengaja ke bahan makanan dengan berbagai tujuan.  Dalam pengolahan makanan, minyak dan lemak berfungsi sebagai penghantar panas, seperti minyak goreng, shortening (mentega putih), lemak (gajih), mentega,dan margarin.
Penambahan lemak juga dimaksudkan untuk meningkatkan tekstur dan cita rasa makanan, seperti pada kembang gula, penambahan shortening pada pembuatan kue-kue, dan pada beberapa jenis masakan lainnya. Penambahan lemak dapat meningkatkan citarasa dan mutu dari suatu makanan, namun penggunaannya harus tetap terkendali dan jumlahnya tidak berlebihan.
Berbagai bahan pangan seperti daging, ikan, telur, susu, apokat, kacang tanah, dan beberapa jenis sayuran mengandung lemak atau minyak yang biasanya termakan bersama bahan tersebut.
Lemak dan minyak tersebut dikenal sebagai lemak tersembunyi (invisible fat), sedangkan lemak atau minyak yang telah diekstraksi dari ternak atau bahan nabati dan dimurnikan dikenal sebagai lemak minyak biasa atau lemak kasat mata (visible fat). Lemak visible fat sering digunakan dalam berbagai pengolahan makanan. Sedangkan lemak tersembunyi adalah yang langsung dikonsumsi manusia saat seseorang mengkonsumsi makanan.
Lemak hewani mengandung banyak sterol yang disebut kolesterol, sedangkan lemak nabati mengandung fitosterol.  Lemak hewan darat seperti lemak susu, lemak babi, lemak sapi. Lemak hewan laut seperti minyak ikan paus, minyak ikan cod, minyak ikan Herring berbentuk cair dan disebut minyak.  Minyak dan lemak berperan sangat penting dalam gizi kita terutama karena merupakan sumber energi, cita rasa, serta sumber vitamin A, D, E, dan K.
Pada umumnya proporsi minyak dan lemak yang dikonsumsi ada kaitannya dengan tingkat ekonomi suatu negara.  Di negara-negara yang telah maju teknologinya jumlah konsumsi lemak umumnya tinggi, sebaliknya di negara-negara yang penghasilannya terbatas pada hasil pertanian, jumlah konsumsi lemaknya rendah.
Kandungan lemak tidak jenuh dan lemak jenuh pada setiap bahan pangan berbeda. Ada yang tinggi, sedang, dan ada pula yang rendah kandungannya
Beberapa bahan pangan yang tidak terserap seperti serat-serat bahan pangan (dikenal sebagai dietary fiber) dapat ikut menurunkan kadar lemak dalam darah. Sayuran dan buahbuahan segar mengandung serat yang tinggi, sehingga dengan banyak mengkonsumsi sayuran dan buah dapat membantu menurunkan kadar lemak dalam darah. Selain itu serealia juga dapat berfungsi menurunkan kandungan lemak dalam darah atau dapat juga menyerap kelebihan lemak pada makanan yang dikonsumsi.
Beberapa sterol yang ada dalam bahan pangan, khususnya niasin (asam nikotinat), bila diberikan pada dosis tinggi, kira-kira 3 gram per hari, (yang dianjurkan konsumsi 15 mg per hari) mempunyai pengaruh menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah. Kondisi ini disebut dengan Megavitamin effect.
Niasin juga digunakan untuk mengendalikan kadar lemak dalam darah jika seseorang tidak menurunkan kadar lemak dalam darah melalui diit. Penurunan kandungan lemak dalam darah perlu diperhatikan. Pemilihan bahan makanan yang mengandung lemak tinggi harus diimbangi dengan konsumsi serat dan bahan makanan lain yang dapat menurunkan kandungan lemak dalam darah.

3. Karbohidrat

Karbohidrat berfungsi bagi tubuh sebagai penghasil energi (4 kal/g). Kelebihan karbohidrat dalam tubuh akan disimpan dalam bentuk lemak.  Karbohidrat ini mudah didapatkan dan hampir semua bahan makanan mengandung karbohidrat.  Tinggi rendahnya aktifitas seseorang akan berbeda kebutuhan karbohidratnya. Bagi pekerja tidak terlalu berat, kebutuhantubuh rata-rata akan karbohidratnya yaitu antara 8 sampai 10 gram untuk tiap kilogram berat badan setiap hari.
Karbohidrat banyak terdapat dalam bahan makanan nabati seperti serealia dan umbi-umbian,  berupa gula sederhana, heksosa, pentosa, maupun karbohidrat dengan berat molekul yang komplek seperti pati, pektin, selulosa, dan lignin.  Berdasarkan penggolangannya yaitu oligoskarida (terdapat dalam pati, roti, sirup , dan bir), dan polisakarida (seperti pati banyak terdapat dalam buah-buahan),
Bersambung ke Bagian 3

Keterangan gambar : sebagai ilustrasi yang diambil dari internet
Sumber a.l : gurungeblog.wordpress.com/2008/11/21
Bacaan terkait :
Sebelumnya Bagian 1>> Selanjutnya Bagian 3 (menyusul)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar