Senin, 02 Juli 2012

Kecelakaan Pesawat Sukhoi di Gunung Salak-Bogor


Dikemas oleh Isamas54
Pesawat penumpang Sukhoi Superjet 100 (SSJ100) buatan Rusia jatuh setelah menabrak tebing Gunung Salak di daerah Cidahu, Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat (9/5/2012).

Pesawat penumpang Sukhoi Superjet 100 (SSJ100) yang sedang melakukan penerbangan safari dan promosi ke Asia lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur sekitar pukul 14.12 WIB dengan membawa 44 penumpang.  Selanjutnya pesawat tersebut kehilangan kontak dengan menara Halim pada pukul 14.32 WIB (baru terbang 21 menit), saat berada di atas Bogor dan beberapa saat setelah meminta izin turun dari ketinggian 10.000 kaki ke 6.000 kaki.

Badan SAR Nasional (Basarnas) menemukan puing-puing pesawat di lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi - setelah menabrak tebing Gunung Salak - yakni pada koordinat 06 43 08 Lintang Selatan dan 106 43 15 Bujur Timur pada ketinggian 5.800 kaki dari atas permukaan laut, yaitu di lereng Gunung Salak daerah Cidahu, Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat.
Pesawat tersebut rencananya akan menuju Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, tetapi akhirnya menabrak tebing Gunung Salak di Kampung Batu Tapak, Cidahu, perbatasan Kabupaten Bogor dan Sukabumi dengan 45 penumpang dan awak pesawat semuanya dinyatakan tewas.

Penerbangan kedua

Pesawat itu mela­kukan dua kali penerbangan promosi. Pertama pada pukul 11.00 dengan membawa seki­tar 60 penumpang dari kalangan pejabat pemerintah yang berdurasi 40 menit tanpa kendala.
Adapun dalam penerbangan kedua, pesawat SSJ100 dengan kapasitas 70-100 penumpang itu membawa sejumlah pebisnis serta wartawan (Trans TV, Angkasa, da Bloomberg Magazine).
PT Trimarga Rekatama ialah agen penghubung pembeli pesawat Sukhoi. Menurut Sunaryo, seluruh penumpang menjadi tanggung jawab Rusia melalui Sukhoi Company.
Pesawat SSJ100 itu dipiloti Alexander Yablontsev, dengan kopilot Alexander Kochetko.

Data
Spesifikasi Sukhoi Superjet 100
Kapasitas Penumpang : 98 penumpang
Daya jejajah : 3.048 km – 4.578 km
Mesin : 2 X SaM146 turbofan
Maksimum kecepatan jelajah : 954,31 km per jam
Ketinggian terbang : 12.496,80 meter
Kapsitas tangki : 13.135 liter
Minimum saat take off : 1.802,89 meter
Minimum saat landing : 1 .524 meter
Lebar kabin : 3,26 meter
Panjang kabin . : 19,00 meter
Panjang pesawat : 29,82 meter
Panjang sayap : 27,80 meter

Daftar Pesawat Jatuh di Area Gunung Salak
29 Oktober 2003 - Helikopter Sikorsky S-58T, Twinpac TNI-AU jatuh di Kecamatan Kemang, Bogor. Tujuh orang tewas.
15 April 2004 - Pesawat paralayang Red Baron GT 500 milik Lido Aero Sport jatuh di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cijeruk, Bogor. Dua orang tewas.
20 Juni 2004 - Pesawat Cessna 185 Skywagon jatuh di Dahau Lido, Cijeruk, Bogor. Lima orang tewas.
Juni 2008 - Pesawat CASA 212 TNI-AU jatuh di Gunung Salak di ketinggian 4.200 kaki (1.300m) dari permukaan laut. Sebanyak 18 orang tewas.
30 April 2009 - Pesawat latih Donner milik Pusat Pelatihan Penerbangan Curug jatuh di Kampung Cibunar, DesaTenjo, Kecamatan Tenjo, Bogor. Tiga orang tewas.
9 Mei 2012 - Pesawat Sukhoi Super jet 100 jatuh di Cidahu. Sukabumi.

Evakuasi korban

Pencarian dan evakuasi hari pertama (10/5/2012) dihentikan karena cuaca buruk dan dilanjutkan hari-hari berikutnya.  Seluruh korban akhirnya ditemukan tersebar di sekitar reruntuhan pesawat yang berserakan di tebing dan bagian bawah jurang.  Evakuasi cukup sulit karena medan yang terjal dan berada di lereng yang curam.
Korban yang ditemukan selanjutnya dievakuasi dengan helikopter ke Rumah Sakit Polri RS Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Identifikasi korban
Semua jasad korban berhasil diidentifikasi tim gabungan Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Rusia. Namun, keluarga korban pasrah dan akhirnya diperkenankan untuk melihat jenazah para korban (22/5/2012).
Hasil identifikasi tim DVI menunjukkan sama dengan manifes penerbangan SSJ 100 ketika melakukan joy flight, yakni 4 orang korban yang terdiri dari 35 orang WNI dan 10 WNA, terdiri dari 31 pria dan 14 perempuan.
Proses identifikasi, lanjut Musadeq, meliputi pemeriksaan DNA, gigi geligi, tanda-tanda medis, dan properti.  Seluruh jenazah korban akan dikembalikan kepada keluarga secara bersamaan.

Korban Sukhoi yang Teridentifikasi
1. Peter Adfer, Sriwijaya, USA
2. Nam Iran, Snecma, Prancis
3. Yabloncev, Sukhoi, Rusia
4. Kirkin, Sukhoi, Rusia
5. Kochetkov, Sukhoi, Rusia
6 Martishenko, Sukhoi, Rusia
7. Rakhimov, Sukhoi, Rusia
8. Shvetsov, Sukhoi, Rusia
9. Grebenshikov, Sukhoi, Rusia
10. Kurzhupova, Sukhoi, Rusia
11. Ganis Armari Zuvianto, Indonesia Air Transport, Indonesia
12. Anton Daryanto, Indonesia Air Transport, Indonesia
13. Komet M Sihombing, PT DI, Indonesia
14. EdieSatriyo, Pelita Air, Indonesia
15. Darwin Pelawl, Pelita Air, Indonesia
16. Gatot Purwoko, Pelita Air, Indonesia
17. Herman Suladji, Air Maleo, Indonesia
18. Donardi Rahman, Aviaslar, Indonesia
19. Arief Wahyudi, PT Trimarga Rekatama, Indonesia
20. Haidir Rachsin, PT Catur Daya Prima, Indonesia
21. Rully Darmawan, Indo Asia, Indonesia
22. Ahmad Fazal, Indo Asia, Indonesia
23. Insan Kamil, Indo Asia, Indonesia
24. Edwar Edo M, Indo Asia, Indonesia
25. Stephen KarnacE, Indo Asia, Indonesia
26. Ismie, Trans TV, Indonesia
27. Aditya Sukardi, Trans TV, Indonesia
28. Dody Aviantara, majalah Angkasa, Indonesia
29. DN Yusuf, majalah Angkasa, Indonesia
30. Femi, Bloomberg News, Indonesia
31. Kapten Aan, Kartika, Indonesia
32. Maria Marcella, Sky, Indonesia
33. Sussana Vameila. Sky, Indonesia
34. Yusuf Ari Wibowo, Sky, Indonesia
35. Henny Stevanl, Sky, Indonesia
36. Mai Syarah, Sky, Indonesia
37. Dewi Mutiara, Sky, Indonesia
38. Nur llmawati, Sky, Indonesia
39. Rossy Withari, Sky, Indonesia
40. Anggi, Sky, Indonesia
41. Aditya, SKy, Indonesia
42. Salim K, Sky, Indonesia
43. Ade Arisanti, Sky, Indonesia
44. Raymond Sukando, Sky, Indonesia
45. Santi, Sky. Indonesia

Santunan kepada korban
Pemerintah melalui PT Jasa Raharja memberikan santunan untuk korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100. Santunan diberikan sebesar Rp 50 juta kepada ahli waris 33 warga negara Indonesia korban pesawat buatan Rusia itu. Total bantuan mencapai satu miliar 650 juta rupiah. Santunan ini sebagai bentuk empati pemerintah terhadap keluarga korban. Selain itu, santunan ini juga tertera dalam undang-undang yang menyebutkan korban yang tidak terjamin akan mendapat santunan. (Liputan6.com 2012/6/13)
Sementara asuransi dari Sukhoi, kemungkinan akan menyelesaikannya pada pekan ketiga bulan Juni. Besarnya, disesuaikan dengan peraturan di Indonesia yakni senilai Rp 1,25 miliar per korban. Sedangkan satu ahli waris atas nama Stephen Kamadi belum mendapat santunan karena verifikasi datanya belum selesai.
PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) kembali menyerahkan santunan kepada korban kecelakaan pesawat Sukhoi Super Jet 100 senilai Rp 3,03 miliar atas nama lima korban.  Kelima korban yang menerima santunan itu tercatat sebagai pekerja di PT Pelita Air Service, Air Maleo dan Trans TV. Hingga kini Jamsostek sudah menyerahkan santunan Rp 6,8 miliar atas nama 10 korban. Sebelumnya Jamsostek telah menyerahkan santunan Rp 3,7 miliar.  Total santunan yang harus diserahkan PT Jamsostek sebesar Rp 10.37 miliar untuk 20 korban kecelakaan pesawat Sukhoi.

Penyerahan jasad korban kepada keluarga

Suasana duka masih amat terasa saat dilakukan serah terima jenazah para korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet (SSJ) 100 dari pemerintah kepada keluarga. Linangan air mata masih terlihat dl wajah-wajah keluarga yang menerima penyerahan jasad anggota keluarga mereka (Kompas, 24 Mei 2012).
Namun dalam kedukaan itu, masih tersimpan rasa syukur karena ternyata mereka masih bisa menguburkan anak, kakak, adik, ataupun orangtua yang mereka kasihi. Semua merasa telah ikhlas melepas kepergiannya.

Keterangan gambar : sebagai ilustrasi yang diambil dari internet
Sumber : Media Indonesia tgl. 10 dan 11 & 21 Mei 2012, Kompas 24/5/2012, Liputan6.com  2012/6/13 & 29

Bacaan terkait :   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar