Rabu, 19 Oktober 2011

Kode Ban Mobil dan Ban Motor

Pada bagian sisi atau pinggir bagian luar ban tertera angka dan huruf yang semuanya punya arti dan informasi yaitu mulai dari jenis ban, ukuran, tahun produksi, sampai batas kecepatan maksimum, namun biasanya kurang diperhatikan karena dianggap sudah cukup tahu atau kurang tersosialisasikan artinya.

Biasanya hanya dua kode yang banyak dipahami dan diketahui oleh pemilik atau pengguna kendaraan secara umum, yaitu seperti "15 dan lebar 195", bahkan untuk  lebar dengan angka 195 yang disebut tadi, meski tahu yang dimaksud lebarnya tetapi jangan-jangan tidak tahu sisi yang mana ukuran tersebut.  Padahal sebenarnya banyak kode-kode yang sangat penting diketahui oleh pemilik, pengguna, atau pembawa kendaraan (sopir) yang antara lain kondisi ban yang dipakai masih cukup layak atau tidak. 
Apabila arti pengkodean tersebut dipahami oleh para pemilik atau pengguna kendaraan bermotor terutama ketika mau membeli atau mengganti ban dengan merk yang berbeda atau bahkan dalam perawatannya (tekanan angin, kecepatan maksimum dan umur ban), mungkin tingkat kecelakaan jauh turun drastis (Data Kecelakaan, lihat berita terkait).

A.  Pengkodean pada Ban Mobil
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/08/25/075822p.jpg
AUTOBILD/SUSANTO P.ARI
Perhatikan tulisan 4907 menandakan ban diproduksi minggu ke-49 tahun 2007
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/08/25/080216p.jpg
AUTOBILD/SUSANTO P. ARI
Garis tebal sebagai patokan kembang ban. Jika ketebalan terutama pada grove sudah menyentuh garis, sebaiknya diganti
Pada bagian sisi atau pinggir bagian luar ban tertera angka dan huruf yang semuanya punya arti, yaitu mulai dari tahun produksi, jenis sampai anjuran batas kecepatan maksimum. Di sini, ada tiga unsur yang harus diketahui calon pembeli ban.


1. Ukuran ban
Bila Anda perhatikan, di sisi luar ban tertera kode 205/55R16 95H. Semuanya itu mempunyai penerjemahan sebagai berikut;
A. "205" menunjukkan lebar telapak ban dengan satuan milimeter, jadi bukan diameter ban. Semakin besar angkanya, kian lebar telapaknya.
B."55" menandakan tinggi ban dalam satuan persen dari telapak ban, gampangnya, tinggi yang dimaksud bisa dicermati mulai dari bibir pelek sampai telapak ban menempel ke permukaan aspal. Jadi, semakin kecil angkanya , semisal 50, maka jarak telapak ban dengan bibir pelek kian dekat.
C. "R" menunjukkan konstruksi ban ini radial.
D. "16" merupakan diameter dari pelek yang sesuai. Berarti, pelek yang dipakai berukuran 16 inci.
E. "95" mewakili beban maksimum yang bisa ditopang setiap ban, angka tersebut memiliki load index sebesar 690 kg. Semakin besar beban maksimumnya bertambah pula, begitu sebaliknya.
F. "H" melambangkan batas kecepatan maksimum yang dicapai ban ini. Kode H ini ban boleh menembus kecepatan maksimum sampai 210 km/jam.

2. Usia ban
Seeperti halnya makanan, ban juga mempunyai waktu kadaluarsa. Umumnya, 3 tahun dari tanggal produksi atau menempuh jarak 60.000 km. Setiap pabrik ban punya pengkodean serta jumlah digit yang berbeda-beda. Itu bisa Anda temui bibir ban (dekat pelek) semisal 1608, berarti diproduksi minggu ke-16 tahun 2008.

3. Treadwear Indicator
Tanda ini merupakan ciri fisik yang terletak persis di kedua sisi bunga ban. Diperkuat lagi dengan garis tebal yang membentang di antara kedua tanda yang mengindikasikan kondisi penggunaan ban. Jika ketebalan ban terutama pada grove sudah menyentuh garis tersebut, menandakan harus sudah diganti. Bahanya, saat hujan, cepat menimbulkan gejala aquaplaning (mengambang). 

Kecepatan maksimum
Kode  dan (Kecepatan maks dalam km/jam)  :   P  (150),  Q (160), R  (170),  S (180),  T (190),  H (210),   V  (240),  W  (270), dan Y  (>300).

Load Capacity
Kode dan (beban maksimum dalam Kg)  : 62 (265),  63  (272),  64  (280),  66 (300),  68  (315),  70  (335),  73  (365),  75  (387),  80 – 89  (450 – 580),   90 – 100  (600 – 800).

B.  Pengkodean pada Ban Motor
Pada ban sepeda motor terdapat kode yang berupa angka atau huruf misalnya 4.60-H-18 4PR atau 130/90-16 67H, yang tentunya mempunyai arti mengenai kualitas dan umur pakai dari ban tersebut.  Ada dua macam kode ban yang biasa digunakan yaitu kode Imperial dan Metric.


(1).  Kode Imperial, contoh :  4.60-H-18 4PR, dimana :
4.60 menyatakan lebar ban ( dalam satuan inchi )
H menunjukkan batas kecepatan pemakaian
18 menunjukkan diameter velg / rim ( dalam satuan inchi )
4PR menunjukkan kekuatan ban yang didasarkan pada kekuatan serat kain ban/ ply rating
4PR berarti penggunaan lapisan kain dari bahan nilon didalam carcass berindikasi kekuatan setara dengan 4 lapisan kain ban.
Untuk kode Imperial, aspect ratio (perbandingan tinggi ban terhadap lebar ban) didasarkan pada nilai 100 % (tinggi ban sama dengan lebar ban).

(2).  Kode Metric, contoh :
130/90-16 67H
130 menunjukkan lebar ban (dalam satuan mili meter)
90 menunjukkan perbandingan tinggi ban terhadap lebarnya.
90 berarti perbandingan tinggi ban 90 % dari lebarnya. Jika lebar 130 mm, maka tinggi ban 90 % x 130 mm = 117 mm. Aspect ratio yang kecil akan meningkatkan stabilitas dan handling kendaraan.
16 menunjukkan diameter velg / rim (dalam satuan inchi)
67 menunjukkan beban maximum yang diperbolehkan (load index / LI). LI 67 berarti beban maksimum yang dapat ditanggung sebesar 307 kg.
H menunjukkan batas kecepatan pemakaian (sama seperti pada contoh diatas)

Kecepatan maksimum
Kode dan (Batas kecepatan Maksimal) yaitu : Q (160km/jam), S (180 km/jam),  T (190 km/jam), U (200 km jam), H (210 km/jam), V (240 km/jam), W (270 km/jam), Y (300 km/jam), Z (240 km/jam).

Kode produksi
Selain itu, ditunjukkan pula kode empat angka yang terdapat di sisi ban, misalnya, 2201, angka tersebut menyiratkan periode produksi ban, dimana dua angka pertama menunjukan minggu, dua angka terakhir berarti tahun pembuatan. Jadi kalau dibaca, kode di atas berarti, ban diproduksi pada minggu ke-22 tahun 2001. Kode angka ini penting, mengingat semakin lama ban tersimpan, semakin rentan terhadap kerusakan akibat kekerasan kompon ban.

Cengkraman
Terkait dengan kemampuan ban ngegrip/cengkram di aspal ketika direm, kompon yang keras - karena usia sudah lama - mengakibatkan ban tidak mencengkram aspal saat direm,  untuk mengetahui daya cengkeram ban secara cepat dan sederhana yaitu tekan kompon ban dengan menggunakan ujung kuku, kalau ada cetakan ujung kuku tadi berarti karet masih belum keras,

Yakin berkendaraan sesuai dengan standar, prosedur dan peraturan yang berlaku

Keterangan gambar : sebagai ilustrasi yang diambil dari internet
Sumber:
www.motor-online.com  dan forum.otomotifnet.com, otomotif.kompas.com/read/2008/08/25

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar