Sabtu, 09 Maret 2013

Efek Narkoba dan Minuman Keras


Narkoba dan minuman keras bukan obat mujarab bagi seseorang yang berupaya lari dari rasa sakit atau kegalauan dalam hidup.

Sejarah
Narkoba pertama kali dibuat oleh orang Inggris dan menyebar ke wilayah daratan Asia mulai dari China, Hongkong, Jepang sampai ke Indonesia.  Jenis narkoba yang paling banyak dikirim ke daerah Asia adalah heroin dan morfin.  Sedangkan di Indonesia sendiri juga sudah mulai ada seperti narkoba jenis ganja, pil lexotan dan pil Extaci

Proses sampai ketagihan
Biasanya pemakai hanya sekadar iseng/ingin tahu, dorongan kawan, ingin tampil berani atau bisa juga dijerumuskan, yang selanjutnya ketagihan.  Kurang perhatian orang tua (atau keluarga) kepada anaknya, merupakan faktor pemicu yang cukup kuat andilnya dalam meningkatkan jumlah  pemakainya. 
Narkoba bisa memabukkan karena seluruh saraf-saraf dalam tubuh tidak berfungsi layaknya orang normal sehingga pemakainya seperti tidak sadar/teler, apabila hal ini sering dilakukan maka tubuh akan ketagihan sehingga mengakibatkan ketergantungan terhadap obat-obatan tersebut.
Penggunaan narkoba sudah merambah ke anak SMP, bahkan sekarang narkoba juga sudah masuk ke SD.  Modusnya mula-mula diberi, lama-kelamaan menjadi ketergantungan dengan harga juga mula-mula gratis dan setelah lama harganya makin mahal,

Efek sosial
Karena sudah ketergantungan berapapun harganya akan berusaha bisa membelinya. Jika pembelinya orang kaya atau berduit masih bisa dibeli tetapi kalau orang miskin atau tidak berduit lagi (merasa kurang terus) bisa menyebabkan ke tindakan yang kurang baik (membohongi orang tua) atau tindakan criminal (menipu dan mencuri).

Efek terhadap tubuh
Sekarang ini banyak sekali jenis narkoba seperti pil lexotan, Extaci, ganja, heroin, morphine dan lain-lain, dengan cara yang bervariasi sesuai jenis narkoba yang dikonsumsi.
Sebenarnya bahan atau zat narkoba tersebut apabila digunakan secara terkendali (tepat pemakaiannya) dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia seperti untuk kebutuhan operasi tubuh manusia, tetapi apabila digunakan secara tidak terkendali (sampai ketagihan) maka bisa menyebabkan kerusakan fungsi organ tubuh seperti hati, ginjalnya, otak dsb.  Belum lagi kalau alat pembantunya (jarum suntik) apabila digunakan secara bersama bisa menularkan berbagai penyakit (HIV/AIDS, hepatitis, dlsb.).
Bagi pemakai akan merasakan kenikmatan seperti mimpi indah dan tidur yang lelap, tetapi sebaliknya bisa juga menyebabkan mimpi yang buruk dan kegalauan.  Bagi pemakainya sebagai ‘alat untuk melarikan diri’ dari kehidupan nyata yang dirasakan ‘penuh dengan masalah dan keruwetan’.  Bagi yang sudah ketagihan bisa apatis atau kurang memperhatikan tubuh (kusut, kumal, kurus), tetapi ini tidak berlaku umum bisa saja penampilan tetap rapih dan parlente.
Apabila pemakainnya terlalu banyak (overdosis) maka risikonya adalah … kematian!

Berdasar Golongan
Efek narkoba terhadap tubuh berdasarkan golongannya, yaitu :
(a).  Golongan Depresan (Downer). Merupakan jenis narkoba yg berfungsi mengurangi aktifitas fungsional tubuh, membuat pemakainya merasa tenang, pendiam dan bahkan membuatnya tertidur dan tdk sadarkan diri. Gol ini termasuk Opioda, yaitu :morfin, heroin/putauw, kodein. Sedatif (penenang), hipnotik (otot tidur), dan tranquilizer (anti cemas).
(b). Golongan Stimulan(Upper).  Merupakan jenis narkoba yg dpt merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja, membuat pemakainya menjadi aktif, segar dan bersemangat. Zat yg termasuk golongan ini adalah : Amfetamin (shabu, esktasi), Kafein, Kokain.
(c). Golongan Halusinogen.  Merupakan jenis NAPZA yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan dan pikiran bahkan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh perasaan dapat terganggu. Golongan ini tidak digunakan dalam terapi medis. Golongan ini termasuk : Kanabis (ganja), LSD (Lysergyc Acid Diethylamide), dan Mescalin.

Efek terhadap perasaan/kejiwaan
Berbagai jenis narkoba akan memberikan efek atau dampak yang berbeda-beda, mulai dari yang ringan hingga berat.  Beberapa jenis narkoba dan minuman keras dengan pengaruhnya terhadap tubuh (jiwa), yaitu :
(a).  Heroin
Memberikan rasa senang yang luar biasa kepada pemakainya sehingga lupa akan semua masalah.
Heroin dikenal juga sebagai white, smack, junk, serbuk putih, medicine dan ubat. Dampaknya bisa menyebabkan detak jantung lemah, sesak napas, kerusakan paru-paru, ginjal, hati, sulit tidur, mata dan hidung berair, tremor, diare dan muntah.
Orang yang sedang sakaw heroin ini bisa sakit sekali, muncul keringat dingin, badan terasa dingin, kadang kasian sekali kalau melihatnya. Jika sudah pakai heroin maka sakawnya hilang, tapi kalau pengaruhnya sudah habis maka sel-sel di otak akan minta lagi dan timbul sakaw, jadi seperti lingkaran setan.
(b). Ganja
Cannabis atau ganja adalah jenis tanaman yang dikeringkan dengan efek yang dapat membuat pemakainya men­jadi tidak sadar atau teler. Ganja sering kali dikombinasikan de­ngan obat-obatan lain seperti kokain.  Ganja ini dikenal juga dengan istilah marijuana, cimeng, gelek atau hasis
Ganja bisa membuat orang mengalami euforia (rasa senang yang berlebihan tanpa sebab), merasa segar, optimis, banyak bicara dan lebih aktif. Tapi itu biasanya terjadi saat baru mulai memakai ganja, kalau dosisnya sudah tinggi tidak seperti itu lagi efeknya, seperti   depresi dan paranoid, gangguan persepsi dan berpikir, gangguan keseimbangan tubuh dan sulit konsentrasi.
Pada keadaan kelebihan dosis, timbul eksitasi, kesadaran yang 'berkabut', pernapasan yang tak teratur, tremor, pupil melebar, rasa cemas dan ketakutan.  Kematian biasa disebabkan karena pernapasan berhenti. Pemakaian yang lama dapat menimbulkan penurunan berat badan dan anemia karena anoreksia.
(c). Shabu
Efek shabu-shabu bagi pemakai biasanya hampir sama yaitu memberikan rasa gembira,  sering terjadi pemakai kalau mendengar musik kepalanya jadi goyang-goyang seperti orang berdzikir.
Shabu juga dikenal sebagai ice, ubas dan methamphetamine. Dampak yang ditimbulkan bisa mengalami gangguan hati, ginjal, urat saraf, perilaku abnormal, mudah bingung, mudah cemas dan marah, senantiasa lapar dan susah tidur.
(d).  Ekstasi
Dikenal juga sebagai inex, enak, cui iin, flash, dolar, flipper, hammer.  Efeknya dapat menimbulkan rasa segar dan penuh energi, mengurangi keinginan untuk minum sehingga pengguna dapat mengalami dehidrasi. Penggunaan dalam waktu lama menyebabkan kehilangan daya ingat dan kemampuan menggerakan anggota badan.
Dampak yang ditimbulkan bagi tubuh yaitu berupa kerusakan ginjal, hati, otak, kehilangan ingatan dalam jangka waktu lama, menggigil, berkeringat, tidak mampu berpikir, melihat dan menyelaraskan fungsi tubuh.  Sedangkan gejala yang muncul adalah rasa cemas berlebihan, depresi, paranoid, hilang sensitifitas, akal sehat dan kesadaran. Namun kematian bisa terjadi jika ada gangguan pembuluh darah jantung dan pecahnya pembuluh darah otak.
(e).  Morfin
Morfin dalam dunia kedokteran sering dipakai untuk obat penahan rasa sakit atau pembiusan karena bekerja langsung pada sistem saraf pusat. Efek dari morfin ini adalah penurunan kesadaran/ kebingungan, euforia, rasa kantuk, lesu dan penglihatan kabur, dan gangguan sistem pernapasan.
Umumnya morfin menimbulkan ketergantungan paling tinggi dibandingkan dengan zat lain, dan pecandu dari morfin ini dilaporkan menderita insomnia serta mimpi buruk.
(f).  Kokain
Kokain dikenal juga sebagai crack, daun koka, pasta koka.  Gejalanya adalah mudah marah, depresi, cemas, gelisah dan kehilangan gairah untuk melakukan sesuatu.  Jenis kokain ini relative belum banyak penggunanya, tapi narkoba ini juga bisa merusak sel-sel otak.
Penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan pingsan atau bahkan kematian. Jika penggunaannya tiba-tiba dihentikan, pecandu akan mengalami kejang, muntah, diare, berkeringat, dan sukar tidur.
Dampaknya memicu serangan jantung, stroke, gagal ginjal, perilaku agresif, gemetar berlebihan, pandangan kabur dan halusinasi.
(g).  Alkohol
-). Mengganggu sistem saraf sehingga sering kali orang yang minum banyak alkohol tidak peka dengan keadaan sekitarnya, berkata tanpa kesadaran sehingga tidak masuk akal ketika diajak berkomunikasi.
-). Gangguan metabolisme tubuh.  -). Hambatan pembentukan trombosit dan merusak sumsum tulang. -). Merusak hati dan menimbulkan kanker, -). Rentan terhadap infeksi. -). Mengganggu kemampuan ginjal menyerap cairan.

Peran keluarga
Keluarga adalah merupakan kelompok masyarakat terkecil, dimana dukungan keluarga dan sahabat dipandang sangat penting dalam mengatasi stres akibat beratnya tantangan hidup.
Terlebih lagi bagi para figur publik yang dikenal akrab dengan gemerlap kehidupan malam dan kerap berujung pada bahaya perilaku menyimpang, ditambah dengan konsumsi obat-obatan terlarang, alkohol, dan rokok yang pada akhirnya akan memperburuk kondisi fisik dan mental, bahkan menyebabkan kematian, seperti yang terjadi pada Whit­ney Houston, dan mereka lainnya yang telah menjadi korban..

Keterangan gambar : sebagai ilustrasi yang diambil dari internet.
Sumber bacaan a.l : anakciremai.com/2008/07 dan Media Indonesia 15/2/2012, bnnpsulsel.com  2012/3/13, health.detik.com/read/2012/06/06.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar