Minggu, 16 Desember 2012

Berita Satwa : Yang Baru dan Yang Terancam Punah (Bagian 2)


Dikemas oleh : Isamas54
Berita satwa edisi ini berisi : (1).  Monyet Jambul 'Elvis' di Vietnam , (2).  Tokek Berwarna di Vietnam, (3).  Kepik di Montana, (4).  Ikan Purba di Kanada, (5). Ampibi di India


(1).  Monyet Jambul 'Elvis' di Vietnam  
Monyet berbuntut panjang serta berambut hitam dan berjambul mirip penyanyi rock legendaris Elvis Presley ini ditemukan di sepanjang Sungai Mekong-Vietnam. Jenis monyet ini tercatat sebagai satu dari 208 spesies baru sepanjang tahun 2011, demikian hasil penelitian World Wide Fund (WWF), seperti dilansir CBC News (13/12/2011).
"Hewan-hewan tersebut ditemukan di kawasan keanekaragaman hayati yang terancam pembalakan liar, penggundulan hutan, perubahan iklim, dan pembangunan kelewat batas," kata peneliti WWF dalam laporannya.
Kendati monyet jambul 'Elvis' ini masih tergolong baru di dunia ilmu pengetahuan, warga lokal sudah mengenalnya dengan sangat baik. (Sumber :image.tempointeraktif.com, 14/12/2011)

(2).  Tokek Berwarna di Vietnam
Selain penemuan monyet berambut jambul ala Elvis Presley juga ditemukan sebuah tokek penuh warna, dimana keduanya adalah merupakan dua contoh dari 208 spesies baru seperti pada butir (1).
(Sumber:www.mediaindonesia.com, 2011/12/14)

(3).  Kepik di Montana
Spesies serangga jenis baru ditemukan di Montana. Spesies baru ini bisa menyembunyikan kepalanya di dalam tenggorokan, hal tersebut menyebabkan penemuan baru itu bukan sekadar spesies baru namun juga genus baru.
Ross Winton (kini pakar alam liar di Idaho) menemukan serangga itu pada 2009 dalam perangkap yang dipasangnya di sebuah gundukan pasir saat dia masih berstatus mahasiswa entomologi di Montana State University.   Dia awalnya menyangka menemukan potongan tubuh semut namun kemudian diketahui bahwa serangga itu bisa menyembunyikan kepalanya seperti kura-kura.
Selanjutnya dia mengirimkan serangga tersebut kepada ilmuwan di Australia yang tengah menyelediki serangga jenis tersebut dan kepik tanpa kepala itu secara resmi dideskripsikan dalam edisi terbaru jurnal Systemic Entomology.
Hanya dua spesies kepik berwarna cokelat dan berukuran kepala jarum itu yang pernah ditemukan. Seekor jantan di Montana dan betina di Idaho. Karenanya, serangga itu dipandang sebagai salah satu serangga terlangka di Amerika Serikat.
Karena, identifikasi serangga dilakukan dengan menggunakan jantan maka penemuan spesies baru itu diberikan kepada Winton. Namun, Winton memilih untuk memberi nama spesies baru itu sebagai Allenius iviei, dengan nama dosennya dan entomologis dari Montana State University Michael Ivie.
Serangga yang diberi nama umum Winton's Ladybird Beetle yang diduga mengonsumsi hama tumbuhan.  (Sumber : mediaindonesia.com/read/2012/10/10)

(4).  Ikan Purba di Kanada
Coelacanth adalah tipe ikan primitif yang bergerak lambat dan diduga sudah seluruhnya punah sebelum penemuan kembali tahun 1938, sehingga ikan Coelacanth yang masih eksis saat ini sering disebut fosil hidup karena tidak mengalami perubahan besar dalam 320 juta tahun.
Keragaman ikan purba Coelacanth tersebut bertambah dengan ditemukannya jenis baru dari hasil identifikasi fosil yang tersimpan di museum, spesies baru tersebut diberi nama Rebellatrix.
Spesies baru yang ditemukan kali ini berbeda dengan jenis ikan Coelacanth lainnya, baik yang masih eksis maupun yang sudah punah.
Sebagian besar Coelacanth memiliki ekor lebar yang dirancang untuk bergerak dalam jarak pendek setelah memangsa, tetapi spesies baru Coelacanth ini memiliki ekor seperti tuna, relatif ramping dan berotot, berguna untuk bergerak cepat menangkap mangsa.
Ekor kuat dan berbentuk garpu serta tubuh yang ramping menjadi indikasi bahwa ikan ini bisa mencapai dan mempertahankan kecepatan lebih tinggi dari jenis Coelacanth lainnya.
Mark Wilson dari University of Alberta-Kanada, sebagai anggota tim peneliti, melaporkan temuannya di Journal of Vertebrate Palaentology.
Menurut Andrew Wendruff, nama Rebellatrix menunjukkan bahwa Coelacanth ini benar-benar "rebel" alias pemberontak. Ikan ini bisa berenang, menjelajahi wilayah yang luas untuk mencari mangsa dan menangkapnya dengan gerakan cepat.
Fosil Rebellatrix dikoleksi pada tahun 1950-an dan 1980-an di lembah Wapti Lake Provincial Park di British Columbia-Kanada. Area ini adalah wilayah pantai barat superbenua Pangaea pada masa lalu. Spesimen disimpan di Royal Tyrell Museum di Alberta dan Peace Region Palaentology Research Center di British Columbia. Identifikasi dimulai tahun 2009.
Berdasarkan analisis, Rebellatrix pertama kali muncul pada 250 juta tahun lalu, sesaat setelah kepunahan Permian, ketika 90 persen makhluk hidup di Bumi punah.
Wendruff berspekulasi bahwa kepunahan memberi ruang bagi organisme yang mampu bergerak cepat seperti Rebellatrix untuk berjaya. Maka, jenis ini mulai mendominasi pada masa itu.
John Long, pakar ikan Coelacanth dari Natural History Museum di Los Angeles County, California, mengungkapkan, penemuan ini menunjukkan bahwa evolusi bersifat plastis, sangat fleksibel.
Menurut Long, temuan ini sangat mengejutkan sebab setelah 200 juta tahun, ada jenis Coelacanth yang memiliki gaya hidup berbeda (gerak cepat) dari jenis Coelacanth lainnya (gerak lambat).
Meskipun demikian, akhirnya ditunjukkan bahwa Coelacanth yang bergerak lambatlah yang menang, mereka kini masih ada yang eksis, sementara yang bergerak cepat tinggal fosil.
Saat ini, hanya dua jenis Coelacanth yang masih hidup, yakni spesies Latimeria chalumnae di Afrika dan Latimeria menadoensis di Indonesia.  (Sumber : sains.kompas.com/read/2012/05/04)

(5).  Ampibi di Timur Laut India
Foto dari www.frogindia.org menunjukkan adanya amfibi dewasa dan famili baru yang dinamai chikilidae sedang melindungi telur-telurnya di timur laut India. Temuan itu dipublikasikan pada jurnal Royal Society di London (22/2/12). Di timur-laut India, chikilidae banyak dibunuh warga karena bentuknya yang menyerupai ular kecil. Habitat amfibi famili baru itu perlu dilindungi di tengah ancaman pembangunan industri besar-besaran di timur laut India.  (Sumber : Kompas, 25 Pebruari 2012)

Keterangan gambar : sebagai ilustrasi yang diambil dari internet
Sumber bacaan tercantum dalam bacaan

Sebelumnya : Bagian 1
Selanjutnya: Bagian 3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar