Senin, 20 Agustus 2012

Apa Kata Ahli (6) : Perempuan, dengan Kondisi dan Keinginannya (Bagian 1)


Dikemas oleh : Isamas54
Bagaimana kaitan antara perempuan dan olah raga, fitness, perasaan, matre, serta kaitan dengan fantasi?

Pengertian mengenai perempuan/wanita/cewe di sini, tentu tidak hanya nama atau julukan yang diberikan ‘kepada pasangan, yang sedang mencari pasangan ataupun istri’, tetapi yang namanya perempuan adalah berjenis kelamin wanita termasuk ibu, kakak, adik, saudari, pejabat dan non pejabat, kaya-miskin, dllsb.  yang kesemuanya cewe dengan khromosom xx.  Tapi mungkin juga yang termasuk ‘ke-perempuan-perempuan-an’.

Bagaimana menurut para ahli?

(1).  Perempuan dan olah raga
Perempuan ternyata paling susah meluangkan waktu untuk berolahraga 30 menit setiap hari.
Penelitian
Penelitian dilakukan oleh tim gabungan Universitas Oregon dan Universitas Bellarmine-AS, dengan dipimpin tim adalah Paul Loprinzi dari Universitas Bellarmine.   Penelitian melakukan pengamatan terhadap 1.000 partisipan pria dan 1.000 perempuan dan hasil penelitian dipublikasikan secara daring lewat jurnal Preventive Medicine.
Hasil penelitian
Rata-rata perempuan lebih banyak menghabiskan waktu maksimal 18 menit untuk berolahraga, adapun pria menghabiskan waktu untuk berolahraga secara teratur hingga 30 menit. Profesor psikologi sosial dari Universitas Oregon, Bradley Cardinal, menambahkan 30 menit merupakan waktu yang paling disarankan dalam berolahraga.
"Pesan kunci dari (penelitian) ini ialah usahakan berolahraga hingga 30 menit setiap hari karena mampu mengurangi risiko penyakit dan depresi," tukas Cardinal. (mediaindonesia.com/read/2012/04/04)

(2).  Perempuan dan Perasaan 
Masih ingat ungkapan populer yang menyebutkan 'perempuan ingin dimengerti'?  Hal itu terbukti secara ilmiah yang didasarkan atas hasil penelitian.
Penelitian
Dilakukan Sekolah Kedokteran Harvard dengan pimpinan tim adalah  psikolog Shiri Cohen.  Penelitian melibatkan 156 pasangan yang telah bersama minimal 3,5 tahun, selanjutnya mengama­ti video diskusi seputar pendapat atas pasangan masing-masing.
Hasil penelitian
Para perempuan menunjukkan kepuasan ketika pasangan memahami dirinya, bahkan saat sedang marah pun menunjukkan ia tetap respek atas pengertian pasangannya. Sebaliknya, pria yang bisa memahami perasaan negatif pasangannya memiliki tingkat kepuasan hubungan yang rendah. "Penting sekali bagi terapis untuk membantu pasangan, terutama laki-laki, meningkatkan hubungan empatik dalam membaca emosi positif satu sama lain," ujar peneliti. (Media Indonesia, 7 Maret 2012)

(3).  Perempuan dan Materi
Bukan celaan belaka jika terkadang perempuan dilekatkan dengan kata matre. 
Penelitian
Dilakukan melalui analisis Newcastle University-Inggris yang melibatkan 1.534 perempuan bersuami atau yang memiliki pacar.
Hasil penelitian
Aspek pendapatan pasangan menjadi faktor signifikan dari beberapa faktor yang memengaruhi kenikmatan seks mereka.
Menurut Thomas Pollet (Anggota peneliti dan ahli biologi evolusi), hal itu bisa dirunut dengan logika biologi evolusi bahwa perempuan harus berinvestasi waktu dan risiko pribadi pada setiap bayi yang dia lahirkan. "Karena itu, penting bagi mereka mendapatkan pasangan yang sukses dan sehat untuk meningkatkan kualitas keturunan. Kekayaanlah yang biasanya menjadi indikator kesuksesan," kata Pollet.

Hasil analisis Newcastle University-Inggris, atas survei kesehatan dan kehidupan keluarga di China yang menunjukkan perempuan lebih mudah merasakan kepuasan dengan pria berduit. (mediaindonesia.com/read/2012/05/05)

(5).  Perempuan dan fitness
Perempuan ternyata bisa mendapatkan kepuasan biologis lewat berolahraga di tempat kebugaran.
Penelitian
Penelitian dilakukan melalui studi Indiana University yang mewawancarai 124 perempuan yang berpengalaman mencapai orgasme lewat olahraga (exercise induced orgasm/EIO) dan 246 orang yang pernah mengalami kesenangan seksual melalui olahraga (exercise induced sexual pleasure/EISP).
Hasil penelitian
Hasil penelitian yaitu 4 dari 10 perempuan itu mengaku mendapatkan EIO ataupun EISP selama berolahraga lebih dari 10 kali, sedangkan 1 dari 5 responden mengatakan 'kehilangan kontrol' di tempat umum. Mayoritas dari mereka bahkan tidak berpikir tentang seks pada saat latihan itu.
Fenomena itu digambarkan sebagai coregasm. Responden mendapatkan kenikmatan seksual saat berolahraga yang melibatkan otot inti perut, antara lain angkat beban, yoga, bersepeda, dan panjat tiang atau tali.
"Mungkin, latihan bermanfaat bagi kesehatan juga berpotensi meningkatkan daya seks perempuan," ujar ketua peneliti Debby Herbenick dalam jurnal Sexual and Relational Therapy. (mediaindonesia.com/read/2012/03/25)

Selingan … (boleh baca boleh tidak)
Memang kurang ada hubungannya, tapi nggk apalah, tapi ada kaitannya dengan yang menerima penghargaan Woman of the Year, artinya masih ada women-women-nya, lah.  Beginih …  
Inilah barangkali acara paling "jorok" yang pernah terjadi di kampus Universitas Harvard, AS. Siapa saja yang pernah menonton film Hurry Met Sally yang pemegang peran utama wanitanya Meg Ryan (kini 30) itu, pasti masih ingat salah satu adegan paling mengesankan di film ini. Di situ, dalam scbuah adegan di restoran,  Ryan di depan lawan mainnya berakting tengah orgasme, merintih, mengerang, sebelum akhirnya berteriak lepas sampai mengejutkan pengunjung restoran lainnya.
Nakh, pekan lalu dia menerima penghargaan Woman of the Year di Harvard dari kelompok-kelompok teater di universitas tersebut. Pada acara pemberian hadiah. Pembawa acara meminta Meg Ryan untuk mengulungi adegan tersebut di depan hadirin.
Hah? Wanita lincah itu tentu saja terperanjat. Tapi pembawa acara menenangkannya, maksudnya Ryan kali ini cuma disuruh memberi aba-aba pada seluruh hadirin - pendeknya menyihir hadirin - agar mereka mengeluarkan ekspresi seperti tengah orgasme seperti dilakukannya dulu dalam When Harry Met Sally. Para mahasiswa itu pun dibagi dalam tiga bagian, semua harus menuruti aba-aba Meg Ryan.
Mulanya agak ragu-ragu, namun kemudian Ryan memberi isyarat juga agar direspons para mahasiswa. Ruangan pun kemudian seperti bergetar, oleh suara "orgasme" massal. Para mahasiswa ramai-ramai mengerang, merintih, menjerit (yang wanita), dan berteriak (yang pria - meski wanita ada juga, khususnya yang punya kecenderungan histeris)
"Tadinya saya pikir saya telah lupa bagaimana melakukan hal yang memalukan itu," ujar Meg Ryan seusai acara tersebut, sambil mlap keringatnya.
Dan golongan pria, yang terpilih sebagai Man of the Year adalah Tom Cruice.  Sorry, ini kisah lama … (Kompas 20/2/1993)

(6).  Perempuan dan Fantasi 
Seringnya perempuan berpikir atau bercerita tentang fantasi
Penelitian
Dilakukan melalui studi Univer­sity of Lethbridge di Alberta-Kanada yang melibatkan 27 perempuan yang tidak memiliki pasangan. Mereka diberi buku harian daring yang harus diisi catatan fantasi seksual mereka selama satu bulan. Periode menstruasi pun dipertimbangkan untuk mengetahui kemungkinan masa ovulasi atau masa subur. Selama 10 hari, setiap responden dites secara pribadi tentang kesuburannya.
Hasil penelitian
Perempuan terdeteksi berfantasi rata-rata 0,77 kali sehari, frekuensi fantasi itu meningkat cukup drastis, rata-rata sekitar 1,3 kali per hari pada masa subur. Namun, jenis fantasi pada perempuan agak berbeda dari partner laki-lakinya yang cenderung liar.
"Mereka (perempuan) masih fokus pada sisi emosi dan perasaan yang  mereka miliki terhadap pasangan dalam berfantasi," ujar peneliti Samantha   Dawson. (Media Indonesia, 31 Maret 2012)
Bersambung ke Bagian 2 (menyusul)

Keterangan gambar : sebagai ilustrasi yang diambil dari internet.
Sumber bacaan : tervantum dalam bacaan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar