Selasa, 18 Oktober 2011

Super Model, Sisi Lain Dari Kehidupannya.

Pekerjaan sebagai model memang menghasilkan banyak uang dalam waktu sekejap hanya dengan mondar-mandir di catwalk, tentunya bagi yang sudah professional dan punya nama.  Namun semudah itukah?  Bagaimanakah rasanya menjadi supermodel?. 

Perjuangan menjadi super model
Dunia kehidupan model, bagi kebanyakan orang dianggap merupakan sebuah kehidupan wanita dengan lenggak-lenggok di atas catwalk, gemerlap pancaran cahaya,  selalu cantik,  indah, disorot, ditonton, dikagumi dan terpampang di berbagai media, tetapi dibalik itu tidak sekadar memamerkan kekenesan, hobi, atau hura-hura, tetapi tidak lain adalah merupakan sebuah profesionalisme dalam pekerjaan yang  tidak hanya kemilau tetapi berarti juga kerja keras dan nyali,  terlebih kalau hendak diluaskan menjadi model internasional.

Seorang model yang sudah punya sedikit modal dengan pengalaman, bisa mencoba-coba menghubungi agency yang biasa mengelola model "Agen semacam induk semang”, dimana agen ini akan menghubungkan dengan rumah-rumah mode dan menilai dapat job atau tidak.  Sebuah agency, tergantung besar-kecilnya agen tersebut. bisa menjadi "induk semang" dari ratusan model. 
Para model, biasanya menghubungi agency berbekal portfolio yang bisa menggambarkan kegiatan mereka sebagai model sebelumnya. Tidak usah kaget kalau tiba-tiba mereka harus antre di halte trem, berlarian membawa map ke sebuah agency, menunggu berjam-jam untuk audisi di sebuah rumah mode, bahkan kadang pintu dibanting untuk mereka.
Bagi yang memerlukan akomodasi atau tempat tinggal terkadang agency menyediakan misalnya apartemen bagi model, untuk ditinggali secara beramai-ramai dengan sewa dibayar oleh model ketika nanti mereka mendapat kontrak kerja dengan sebuah rumah mode, majalah mode, iklan, dan sebagainya. Model harus siap, kalau setiap saat dikirim oleh agency itu untuk melakukan audisi dengan pihak yang akan memakai jasa mereka.
Terkadang dalam satu hari dikirim ke dua atau tiga tempat untuk casting (sebutan lain untuk audisi), di tempat itulah mereka antre seperti halnya para pencari kerja lain, di antara puluhan bahkan seratus le­bih model yang juga akan mencari pekerjaan.
Kegiatan tersebut merupakan hal yang dianggap biasa terjadi secara rutin termasuk di pusat-pusat mode dunia seperti Milan, Paris dan New York. 
Dengan banyaknya perkembangan teknologi dan  fasilitas mungkin sistimnya sedikit bergeser mengarah efisiensi waktu dan biaya, namun pada prinsipnya untuk menjadi ”seorang model yang super” tidak dapat diraih begitu saja tetapi harus melalui perjuangan, keuletan, kesenangan dan semangat, kecuali ada jalan tol atau hoki lain yang tentunya bisa membantu kelancarannya.

Model Indonesia

Keluh kesah di atas walau bentuknya bermacam ragam tentunya sudah dialami terlebih dahulu oleh para super model atau selebritis Indonesia yang awal karirnya dari model atau peragawati,  seperti :  Rima Melati, Titi Qadasih, Arzeti Bilbina (gambar), Ratih Sanggarwati (gambar setelah berkerudung), Kintan dan Oky Asokawati,  dimana mereka penuh perjuangan dalam merintis karirnya, bahkan mungkin termasuk dalam memilih bakat para yuniornya untuk menggantikan generasi mereka.
Model Indone­sia pada awalnya memang hanya terbatas pada kegiatan peragaan-peragaan busana maupun sesi foto (photo session) yang berlangsung di dalam negeri, dan selanjutnya kalau telah berhasil tentunya berusaha ke tingkat internasional.
Bagi seorang model professional tentunya disamping tekad, keuletan dan perjuangan yang kuat, tentu seleksi bentuk fisikpun “cukup ketat” dimana kalau ada yang tingginya cocok (di atas 170 cm) namun terkadang pinggulnya kegedean yang tentunya kurang cocok bagi seorang model.
Sebagai Catatan : model atau peragawati hanya merupakan salah satu profesi dalam kehidupan sehingga tidak perlu berkecil hati bagi yang bentuk fisik/tubuh seseorang tidak memenuhi syarat ini, karena profesi lainnya juga masih banyak.

Sisi gelap super model
Crystal Copland, Model Australia (20), saat ini merupakan seorang model yang sangat sibuk, yaitu ada 21 fashion show yang harus diikuti termasuk pembukaaan show Louis Vuitton di Paris.  Sebagai super model seperti dirinya, dia mengaku bahwa dirinya harus membayar dengan kaki yang ruam, kerontokan rambut dan kurang tidur.
Di sela-sela kesempatan ia bersedia diwawancarai oleh Womens Wear Daily dan menceritakan sisi gelap seorang model kelas dunia sepertinya.
"Saya kehilangan setengah rambut di kepala, memang akan segera tumbuh lagi, tapi itu adalah bagian dari pekerjaan dan bagaimana saya melewatinya."
Copland juga menerangkan betapa beratnya dunia model, "Semuanya terlihat indah datang dari fantasi yang glamor, tetapi di belakang layar, semua orang saling berteriak dan semua tertekan. Orang-orang berlarian seperti orang gila di belakang panggung. Bahkan Anda akan sulit untuk meluangkan waktu ke toilet sekalipun," ujarnya.
"Suatu saat, aku tidak bisa tidur, bukan insomnia, tetapi bahkan waktunya tidak ada," katanya. Ia bercerita bahwa saat itu adalah ia dipanggil untuk mengepas ulang baju pukul 3 dini hari di Louis Vuitton. "Mudah untukku selalu terjaga meskipun kurang tidur karena aku sangat bahagia dan sangat bersemangat."

Hal lain, banyak model yang terjungkal di catwalk padahal mereka bahkan telah berhati-hati melewatinya. "Biasanya sepatu yang disediakan bernomor 40, bersyukur jika ukuran itu pas di kaki model. Jika kekecilan, mereka harus tahan untuk berjalan dengan alas kaki yang sempit atau jika terlalu besar, mereka harus pandai-pandai menahan diri untuk tidak jatuh," ceritanya
Seorang model yang sudah veteran Dempsey Stewart yang merupakan sahabatnya pernah menasihati dirinya untuk selalu bersikap baik kepada semua orang dan tetap tenang karena semuanya akan segera berakhir. Ini dalam konteks pada saat semua orang seolah berceloteh padanya dan selalu menuntut perhatian yang lebih.

Terkadang juga sial
Seperti dua kasus berikut  …

(1).  Sedang asyik berlenggak-lenggok di atas panggung, lima model peragawati tertimpa latar belakang panggung (backdrop) yang roboh. Peristiwa ini terjadi di Mal La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (16/10/2011), hal tersebut terjadi saat geladi resik pergelaran busana.  Korban dari kejadian tersebut dua orang model kakinya terkilir, sementara lainnya luka serius dengan luka kepala mereka bocor karena tertimpa backdrop.
(2).  Lenggak lenggok seorang peragawati di catwalk memang menawan, menjadi perhatian banyak orang baik pria maupun wanita, tetapi tidak jarang terjadi ‘musibah’  yang memalukan, seperti terjatuh saat bergaya atau … seperti pada gambar (roknya sobek).

Cerita supermodel tingkat dunia
Bukan kejadian rok yang sobek lagi …, kejadiannya memang sudah cukup lama.
Supermodel kelas dunia saat itu adalah Cindy Crawford (gambar), Linda Evangelista, Christy Turlington, Naomi Campbell, Beverly Johnson, dan Lauren Hutton, yang mana mereka adalah merupakan gadis-gadis yang cantik dengan bayaran termahal saat itu.Mereka muncul di MTV di AS dalam sebuah acara sepanjang satu jam yang sekaligus merupakan wawancara khusus dengan enam wanita super itu.
Melalui acara itu barangkali rasa penasaran banyak orang terobati, dimana mereka cantik-cantik tapi bagi beberapa orang sering terselip pertanyaan adakah mahluk-mahluk can­tik itu bisa bicara?.  "Kami bukan manusia super, kami tak punya kekuatan spesial." kata Naomi Campbell sambil setengah berseloroh.
Pewawancara menanyakan, bagaimana ceritanya seorang model selalu keluar dengan aktor-aktor   terkenal   ataupun   bintang-bintang rock?.
Para model ini rupanya senang juga bergurau, mereka menatap rekannya, Cindy Crawford, yang dianggap "spesialis" dalam hal ini. "Cindy, bukankah kamu yang harus-menjawab pertanyaan ini," kala Chris­ty Turlington, Cindy Crawford waktu itu adalah istri Richard Gere, aktor tampan yang film-filmnya termasuk sukses dalam peredaran.
Mereka semua memang bergelimang uang, dan terus hinggap dari satu kota paling gemerlap di dunia ke kota lain yang tak kalah gemerlapnya. “Tapi bagi saya, yang paling berat adalah bepergian itu, dimana Anda akan merasa kesepian kalau mengalami seperti ini. Barangkali orang bilang, 'Wah, di Paris, di hotel mewah,' tapi pada dasarnya bagi kami sendiri, hanya ditemani buku." keluh Cindy.  "Saya benci Paris," rekannya, Christy,  menyelak.( Kompas  4/7/1993)

Keterangan gambar : sebagai ilustrasi yang diambil dari internet
Sumber bacaan a.l :  Harian Kompas tanggal 3 dan 4 Juli1993; www.metrotvnews.com  17/10/2011; megapolitan.kompas.com 2011/10/16.

2 komentar:

  1. Mau jadi pramugari/staff airlines? Let's join us! http://sekolahpramugari.sch.id

    BalasHapus
  2. Ya benar sekali jadi model itu butuh perjuangan, kita harus mau menerima keadaan yang sebenarya sulit untuk kita lakukan, belajar dari hal terkecik hingga internasional itu butuh usaha dan tekad yang kuat.

    BalasHapus