Selasa, 15 Februari 2011

Tempat dan Obyek yang Indah dan Mengagumkan di Dunia (Bagian 1)


Merupakan kumpulan tempat-tempat yang sangat menarik dari  berbagai penjuru dunia untuk diketahui atau sebagai bahan kunjungan wisata, mengagumkan dan menakjubkan karena keindahan alam atau pembangunan (di masa-nya).  Sudah banyak tulisan dan sumber untuk obyek-obyek ini tetapi untuk Edisi ini dicoba kembali dikemas/ditampilkan informasi dari 6 obyek, yaitu :  Golden Gate Bridge (Amerika Serikat), Menara Eifel (Perancis), Tembok Besar (China), Great Barrier Reef (Australia), Petra (Yordania), dan Candi Borobudur (Indonesia)


(1).  Golden Gate Bridge, San Francisco (Amerika Serikat)
The Golden Gate Bridge merupakan jembatan yang menghubungkan  Kota San Francisco and San Francisco HalbinselPeninsula, yang merentang  di selat antara Lautan Pacific dan Teluk San Francisco.


Pembangunannya mulai tahun 1933 sampai 1937 dengan ketinggian jembatan berada 230 m di atas air dan panjang 1970 meter, merupakan bagian dari United States Highway 101, serta mepunyai 6 jalur dan untuk pejalan kaki di masing-masing tepi.

Cerita lama ….
Kantor wali kota akhirnya memikirkan untuk memasang instalasi telepon di struktur jembatan, sehingga para psikolog bisa melakukan pembicaraan dengan orang-­orang yang bunuh diri di sana. Dilaporkan sebanyak 937 orang telah loncat menuju ke kematiannya di jembatan yang dibuka pada tahun 1937 itu.  Dalam suatu upacara, para pejabat wali kota memperkenalkan sebuah konsep jalur telepon khusus untuk bunuh diri di Katedral Grace untuk mengenang para korban bunuh diri (Harian Kompas, 21/10/1993).

   Telpon penolong

Perkembangan saat ini ….
Jembatan ini terkadang dijuluki A Suicide Bridge (Jembatan Tempat Bunuh Diri), karena merupakan tempat yang popular bagi orang untuk melakukan bunuh diri, jumlahnya terbanyak diseluruh dunia, yang terdokumenter mencapai 1200 kasus. Sampai ada seorang pembuat film, Mr Eric Steel, yang minta izin ke Pemerintah untuk memfilmkan orang yang terjun ke sungai dari atas jembatan, tingginya mencapai 75 meter yang  kalau terjun pasti fatal dan mati. Hasil pengintaian selama berbulan-bulan Mr Eric Steel berhasil mengabadikan orang yang terjun bunuh diri di jembatan Golden Bridge sebanyak 23 kasus. Film documenter yang secara detil memfilmkan secara spektakuler orang bunuh diri. Di titik lokasi tempat yang sering dipakai bunuh diri terdapat papan peringatan dan telpon gratis yang dipasang disitu untuk orang yang mau bunuh diri, pemerintah mencoba untuk menolong secara kejiwaan agar orang itu membatalkan niat bunuh diri (gsumariyono.wordpress.com/2010/09/30).
(Tentunya keindahan dari obyek ini bukan ditujukan untuk 2 alinea terakhir ini, tks).

(2).  Menara Eifel, Paris (Perancis)
Menara Eiffel (bahasa Perancis: Tour Eiffel) merupakan sebuah menara besi yang di bangun di Champ de Mars di tepi Sungai Seine di Paris. Menara ini telah menjadi ikon global Perancis dan salah satu struktur terkenal di dunia.


Dibangun antara 1887 dan 1889 sebagai pintu masuk Exposition Universelle, Pameran Dunia yang merayakan seabad Revolusi Perancis. Eiffel sebenarnya berencana membangun menara di Barcelona, untuk Pameran Universal 1888, tapi para pihak yang bertanggung jawab di balai Kota Barcelona menganggapnya aneh dan mahal, dan tidak cocok dengan kota itu. Setelah penolakan Rencana Barcelona, Eiffel mengirim drafnya kepada pihak yang bertanggung jawab untuk Pameran Universal di Paris, dimana ia membangun menaranya setahun kemudian, yaitu pada tahun 1889.
Menara ini diresmikan pada tanggal 31 Maret 1889, dan dibuka tanggal 6 Mei. Tiga ratus pekerja menggabungkan bersama 18.083 bagian besi benam (bentuk murni dari besi struktural), menggunakan dua setengah juta paku, dalam bentuk struktural oleh Maurice Koechelin. Resiko kecelakaan sangat besar, untuk pencakar langit modern yang tak biasa menara ini terbuka tanpa tingkat tengah kecuali dua platform. Tetapi karena Eiffel mengambil sikap hati-hati, termasuk penggunaan takal bergerak, rel bantu dan layar, dan dalam hal ini hanya satu yang meninggal.
Menara ini mendapat berbagai kritik dari masyarakat ketika di bangun, menyebutnya mengganggu mata, surat kabar harian dipenuhi dengan surat kritik dari komunitas seni di Paris.
Eiffel memiliki izin berdiri menara selama 20 tahun, yang berarti harus dibongkar tahun 1909.  Ketika kepemilikannya diserahkan kepada Kota Paris, kota telah berencana meruntuhkannya (bagian dari peraturan kontes asli untuk merancang menara yang mudah di runtuhkan) tapi setelah menara ini terbukti mendatangkan untung dari segi komunikasi, menara ini dibiarkan berdiri setelah izin tersebut kadaluwarsa. Sebagai contoh, Militer menggunakannya untuk mengatur taksi Paris di garis depan selama Pertempuran Marne Pertama, dan menjadi monomen kemenangan pertempuran itu.
Sumber : id.shvoong.com

(3).  Tembok Besar – The Greatwall (China).
Tembok Raksasa Cina atau Tembok Besar Cina (Tionghoa Tradisional: 長城; Tionghoa Sederhana: 长城; pinyin: Chángchéng), juga dikenal di Cina dengan nama Tembok Raksasa Sepanjang 10.000 Li¹ (萬里長城; 万里长城; Wànlĭ Chángchéng) merupakan bangunan terpanjang yang pernah dibuat oleh manusia, terletak di Republik Rakyat Cina.
Panjangnya adalah 6.400 kilometer (dari kawasan Sanhai Pass di timur hingga Lop Nur di sebelah barat) dan tingginya 8 meter dengan tujuan untuk mencegah serbuan bangsa Mongoldari Utara pada masa itu. Lebar bagian atasnya 5 m, sedangkan lebar bagian bawahnya 8 m. Setiap 180-270 m dibuat semacam menara pengintai. Tinggi menara pengintai tersebut 11-12 m.
Untuk membuat tembok raksasa ini, diperlukan waktu ratusan tahun di zaman berbagai kaisar (
dimulai pada abad ke-5 SM). Semula, diperkirakan Qin Shi-huang yang memulai pembangunan tembok itu, namun menurut penelitian dan catatan literatur sejarah, tembok itu telah dibuat sebelum Dinasti Qin berdiri, tepatnya dibangun pertama kali pada Zaman Negara-negara Berperang. Kaisar Qin Shi-huang meneruskan pembangunan dan pengokohan tembok yang telah dibangun sebelumnya.
 

Sepeninggal Qin Shi-huang, pembuatan tembok ini sempat terhenti dan baru dilanjutkan kembali di zaman Dinasti Sui, terakhir dilanjutkan lagi di zaman Dinasti Ming. Bentuk Tembok Raksasa yang sekarang kita lihat adalah hasil pembangunan dari zaman Ming tadi. Bagian dalam tembok berisi tanah yang bercampur dengan bata dan batu-batuan. Bagian atasnya dibuat jalan utama untuk pasukan berkuda Tiongkok. 
Entah sampai berapa ribu orang meninggal sebagai bagian dari proyek ini.
Referensi:
7 Keajaiban Dunia  Baru:  adalah tempat/obyek di dunia  yang  merupakan keajaiban pilihan dari 100 juta orang di seluruh dunia lewat situs internet dan pesan singkat (SMS) telepon seluler, yang diadakan oleh Swiss Foundation yang bernama The New7Wonders Foundation berkolaborasi dengan beberapa badan/yayasan dunia lainnya.  Terpilihnya tujuh keajaiban dunia diumumkan di Lisbon, Portugal, pada tanggal 7 Juli 2007
Sumber bacaan a.l :  info.indotoplist.com

(4).  Great Barrier Reef (Australia)
Great Barrier Reef adalah terumbu karang terbesar di dunia terletak di lepas pantai timur Australia yang terdiri dari lebih 600 pulau, pulau karang ini mencakup luas lebih dari 300.000 km persegi, serta termasuk dalam Warisan Dunia dan daftar warisan National.


Pulau karang ini merupakan tempat hidup/habitat berbagai macam kehidupan laut, seperti penyu hijau, ikan paus, lumba-lumba, dugong, sekitar 4.000 jenis moluska, 1500 jenis ikan yang berbeda serta burung-burung yang berwarna indah hidup dengan 200 spesies.
Great Reef  Marine Park adalah taman laut yang besar tempat atraksi para turis yang dikunjungi sekitar lebih dua juta wisatawan setiap tahunnya, dengan kegiatan kegiatan olahraga seperti berlayar diantara karang, scuba diving, snorkeling dlsb.

(5).  Petra (Yordania)
Petra (bahasa Yunani : batu , kata lain al-Bitra), adalah merupakan sebuah situs arkeologikal di Yordania yang terletak di dataran rendah di antara gunung-gunung yang membentuk sayap timur Wadi Araba, lembah besar yang berawal dari Laut Mati sampai Teluk Aqaba.


Petra adalah kota yang didirikan dengan memahat dinding-dinding batu di Yordania dan merupakan simbol teknik dan perlindungan.  Kata ini merujuk pada bangunan kotanya yang terbuat dari batu-batu di Wadi Araba, sebuah lembah bercadas di Yordania. Kota ini didirikan dengan menggali dan mengukir cadas setinggi 40 meter.
Petra merupakan pintu gerbang raksasa sebuah kota kuno ibukota kerajaan Nabatean. Didirikan pada 9SM-40M oleh Raja Aretas IV sebagai kita yang sulit untuk ditembus musuh dan aman dari bencana alam seperti badai pasir.
Dulunya sempat menjadi pusat perdagangan di zaman Romawi karena letaknya yang strategis di Arabia.  Suku Nabatean membangun Petra dengan sistem pengairan yang luar biasa rumit. Terdapat terowongan air dan bilik air yang menyalurkan air bersih ke kota, sehingga mencegah banjir mendadak. Mereka juga memiliki teknologi hidrolik untuk mengangkat air.
Mereka sangat mahir dalam membuat tangki air bawah tanah untuk mengumpulkan air bersih yang bisa digunakan saat mereka bepergian jauh. Sehingga, di mana pun mereka berada, mereka bisa membuat galian untuk saluran air guna memenuhi kebutuhan mereka akan air bersih.
Terdapat juga sebuah teater yang mampu menampung 4.000 orang. Kini, Istana Makam Hellenistis yang memiliki tinggi 42 meter masih berdiri impresif di sana
Petra yang bisa ditempuh sekitar 3-5 jam perjalanan darat dari kota Amman, Yordania, dulu adalah ibukota suku Nabatean, salah satu rumpun bangsa Arab yang hidup sebelum masuknya bangsa Romawi.
Sebenarnya, asal usul suku Nabatean tak diketahui pasti. Mereka dikenal sebagai suku pengembara yang berkelana ke berbagai penjuru dengan kawanan unta dan domba.
Warga Petra awal adalah penyembah berhala. Dewa utama mereka adalah Dushara, yang disembah dalam bentuk batu berwarna hitam dan berbentuk tak beraturan. Dushara disembah berdampingan dengan Allat, dewi Bangsa Arab kuno.
Bagian dari peninggalan sejarah ini yang dilindungi UNESCO yang  keberadaannya menandakan kejayaan bangsa Nabatean 2000 tahun lalu.
Kini ….
Bangunan yang terbuat dari batu ini (mungkin sebagian) adalah kandang kuda yang disulap menjadi sebuah restoran, namanya diambil dari nama sebuah desa Kan Zaman yaitu Restaurant Kan Zaman.  Biasanya wisatawan melengkapi kunjungannya ke Yordania dengan bertandang ke Restaurant Kan Zaman untuk mencicipi menu khas Timur Tengah. Sambil menikmati hidangan, wisatawan dibuai suasana romantis sembari menerawang mengingat kisah di abad 19 yang terjadi di Desa Kan Zaman (jokoyordania.wordpress.com).
Sumber bacaan a.l : wonders4u.wordpress.com

(6).  Candi Borobudur, Magelang-Jawa Tengah (Indonesia)
Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Provinsi Jawa Tengah - Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta.


Candi Borobudur merupakan salah satu candi Budha terbesar di dunia, didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan Samaratungga - raja dari dinasti wangsa Syailendra-  memerintah di Jawa Tengah, pembangunannya diperkirakan memakan waktu setengah abad, dianggap sebagai salah satu tujuh keajaiban dunia, bangunan sangat besar yang terdiri dari blok batu-batu besar dengan arsitektur yang sangat megah serta menakjubkan dikarenakan tingkat kesulitan pembuatannya (pada waktu itu).


Candi Borobudur berbentuk punden berundak, yang terdiri dari enam tingkat berbentuk bujur sangkar, tiga tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua tingkat-tingkatannya beberapa stupa.
Borobudur yang bertingkat sepuluh menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana, bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.
Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah". Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi. Pada bagian yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 120 panel cerita Kammawibhangga. Sebagian kecil struktur tambahan itu disisihkan sehingga orang masih dapat melihat relief pada bagian ini.
Candi pada masa itu tidak hanya sebagai upacara keagamaan, juga sebagai pusat pengembangan teknologi, budaya, ekonomi, dan politik.
Coba bayangkan ……
Bagaimana membuat sebuah bangunan kuno yang antara lain Candi Borobudur ini dengan teknologi yang ada waktu itu dimana tenaga mesin belum ada (hanya bantuan tenaga hewan), kualitas tali (mungkin hanya rami, rotan, bambu, atau kulit kayu),  pengungkit (berupa bambu atau kayu?), kualitas pahat/baja untuk relief waktu itu, cara atau komunikasi untuk mengerahkan orang/massa (ribuan) sebagai tenaga (TV, radio, HT-handytalky apalagi HP belum ada), system manajemen dan informasi (internet apalagi), alat perata (horizontal dan vertikal) yang digunakan termasuk selang (plastic mungkin belum ada yang jual), system roda pengangkutan yang belum mengenal kolahar/laher (mungkin hanya pelumas atau digeser beralaskan balok kayu) dan lain sebagainya yang mana kalau kita bandingkan dengan rencana bangunan saat ini, sulit memang untuk dibayangkan.
Inilah (perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan jaman dulu) yang sering kali kurang diketahui oleh masyarakat sekarang, cuma kelebihan dari pembangunan saat ini yaitu disamping system informasi dan teknologi lebih canggih dan memungkinkan, juga penyelesaiannya mungkin lebih dikejar waktu (a.l tahun anggaran proyek atau pinjaman), sehingga ‘sangat jarang’ ada kesatuan proyek /program yang pembangunannya memakan waktu sampai puluhan atau ratusan tahun.

Keterangan Gambar : diambil dari internet
Sumber editing bacaan : berbagai sumber

Bersambung ke Bagian 2 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar