Sabtu, 12 Februari 2011

Perlukah Memelihara Binatang dan Apa Risikonya? (Bagian 3-Tamat)


Bila berencana memiliki binatang peliharaan untuk buah hati tersayang, yang harus dimengerti adalah tidak satu binatang pun tepat bagi anak-anak balita, usia prasekolah, atau anak yang masih di bawah umur.  Tetapi ada suatu cara untuk  memperkenalkan binatang kepada anak yang cukup praktis

Memelihara Ikan
Seperti telah diuraikan pada Bagian 2 bahwa memelihara binatang 'yang paling mudah' adalah ikan (ikan peliharaan) baik dalam kolam maupun aquarium (apalagi kalau ikan-ikan-an disamping tidak perlu dimandiin juga tidak perlu dikasih makan, tks) tetapi walaupun mudah minimal ada unsur penanganan dan pemeliharaan.


Kolam dengan tanaman air beraneka ragam akan menjadi lebih menarik bila diisi dengan ikan. Nah, agar ikan di dalam kolam sehat dan berkembang biak dengan baik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain: (1).  Pilih ikan yang sehat dan tidak sakit, dari jenis yang bisa beradaptasi dengan tanaman air. Ikan dengan warna sirip yang cerah sangat kontras dengan tanaman air yang berwarna hijau.  (2). Sesuaikan jumlah ikan dengan kapasitas kolam. Sebaiknya jangan terlalu banyak, karena beberapa jenis ikan sangat mudah berkembang biak. 


(3). Beri makan ikan sesuai kebutuhannya. Terlalu banyak sisa makanan di dasar kolam dapat menurunkan kualitas air.
(4). Bila ada ikan yang sakit, segera pisahkan karena dapat mempengaruhi ikan yang lain. (5). Periksa kualitas air kolam secara rutin dan bersihkan kolam secara berkala. Ada baiknya mengunakan sistim penyaringan air kolam.

Pelihara binatang lainnya
Coba ikuti bacaan selanjutnya
Hewan juga bukan manusia …. , tapi punya rasa cemburu.
Ini bukan cerita lama tetapi diambil dari berita yang sudah lama, tetapi bisa dijadikan pelajaran, ceritanya sebagai berikut …… judulnya adalah Madona dan  anjingnya…..
Anjing piaraan mudah disayang, gampang pula cemburu, itulah yang membuat Madonna (38) - penyanyi yang tak asing lagi - kelabakan.  Bintang kontroversial ini pulang ke rumahnya di Los Angeles sambil menggen­dong bayi perempuannya Lour­des.  Seisi rumah ceria, kecuali anjing mungil hadiah dari pa­carnya Carlos Leon, yang seolah terpukul.
Jalan keluarnya sepele, yaitu setelah Madonna berkonsultasi dengan pa­wang anjingnya, ternyata hewan kesa­yangan itu ternyata ‘merasa tersingkir’. Kelakuannya menjadi menjengkelkan, mengamuk, dan tak jarang mengobrak-abrik perabotan rumah. 
 
 Tidak galak tapi bisa cemburu
Madonna diberitahu bahwa itu semua hanyalah cara untuk menarik perhatian. Maklum, aktris yang didemonstrasi ka­rena berperan di dalam film Evita itu dulu suka menggen­dong dan mengelus, namun sekarang gara-gara bayi penghu­ni baru, anjing itu merasa di­kalahkan. Jadi, sekarang saatnya untuk memberi lebih banyak perhat­ian. Mungkin tidak lagi dengan mengajaknya berjalan-jalan, berbelanja atau ke pesta, seper­ti dulu. Siapa tahu cukup de­ngan gendongan dan elusan maklum anjing yang lagi cem­buru. ( Harian Kompas, 5 Desember 1996)

Perhatikan situasi dan kondisi …
Itu sebabnya, memilih jenis binatang peliharaan harus melibatkan sisi keamanan.  


Setelah itu, baru pertimbangkan campuran antara kebutuhan, temperamen binatang, kepribadian anak, dan keadaan keluarga Anda, misalnya, apakah sesuai memelihara anjing herder di rumah sempit atau di apartemen yang kecil? 


Apakah kucing angora tidak akan mengganggu nenek yang alergi terhadap bulu-bulu?


Apakah biaya ke dokter hewan cocok dengan anggaran belanja Anda?

Cara yang praktis
Bila Anda tidak dapat memelihara binatang peliharaan di rumah, jangan khawatir. Toh, Anda tidak harus memiliki binatang peliharaan untuk mengenalkan kehidupan binatang kepada anak-anak.


Anda dapat membawa anak ke kebun binatang, seaworld, peternakan, tempat penangkaran, Tempat Pelatihan Anjing dan lainnya. 


Sambil mengajak mereka jalan-jalan juga sekalian untuk menambah pengetahuan.  Walaupun hal ini memerlukan biaya yang tidak sedikit sesuaikanlah dengan kantong dan anggaplah sebagai biaya pemeliharaan binatang untuk selama setahun.
Tulisan ini ditujukan juga pada orang dewasa yang punya hobi pelihara atau usaha binatang, minimal sebagai bahan pertimbangan.

Sumber bacaan a.l : Harian Kompas  dan tabloidnova.com 31 Maret 2009

Bacaan Sebelumnya : Bagian 2.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar