Senin, 11 Oktober 2010

Rumah Makan dan Restoran (Bagian 2) : FAKTOR RASA DAN TEMPAT SANGAT MENENTUKAN.

Dikemas oleh isamas54
Industri restoran dan/rumah makan masih diyakini sebagai salah satu bentuk usaha ekonomi yang memiliki prospek cukup bagus dalam kondisi krisis sekalipun, namun banyak juga yang gulung tikar, karena tidak mampu lagi mempertahankan jumlah pengunjungnya. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan bisnis restoran dan/rumah makan tersebut, namun secara umum faktor yang paling menonjol dalam bisnis tersebut adalah rasa (taste) dan lokasi. Bisnis restoran dan/rumah makan di Indonesia pada saat ini diperkirakan mencapai lebih dari 250 ribu buah yang tersebar diseluruh Indonesia, namun kurang dari 36 ribu yang berbadan hukum, diantaranya dari 36 ribu tersebut hanya sekitar 10 ribu buah yang dikelompokkan sebagai restoran.
Jenis-jenis Produk
Merujuk pada definisi rumah makan dan restoran yang secara umum didefinisikan sebagai sebuah tempat usaha yang ruang lingkup kegiatannya menyediakan hidangan dan minuman untuk umum. Sehingga jenis-jenis produk yang dihasilkan dari sektor usaha ini adalah makanan dan minuman dengan berbagai jenis dan variasi menu, baik masakan tunggal maupun ragamnya. Selain makanan utama dan makanan tambahan, biasanya sebuah restoran juga menyediakan berbagai pilihan minuman sebagai pendamping dari menu utamanya.
Menurut jenis masakannya, secara umum sebuah restoran dapat dikelompokkan ke dalam : International Food, American Food, European Food, Japanese Food, Arabian Food, Chinese Food, Korean Food, Indonesian Food, dal lain-lainnya. Namun demikian, banyak restoran di Indonesia yang memiliki lebih dari satu jenis masakan sebagai menu utama, sebagai contoh : selain masakan asing juga dijumpai hidangan khas Indonesia atau daerah setempat yang menjadi pendamping atau alternatif dari menu utamanya.
Perkembangan Bisnis Rumah Makan dan Restoran
Industri restoran dan/rumah makan hingga saat ini masih diyakini sebagai salah satu bentuk usaha ekonomi yang memiliki prospek cukup bagus, bahkan dalam kondisi krisis sekalipun. Namun demikian dalam periode yang sama banyak restoran yang gulung tikar, karena tidak mampu lagi mempertahankan jumlah pengunjungnya. Menurut beberapa pihak yang berkompeten menyebutkan bahwa sukses usaha dibidang pelayanan makanan dan minuman ini tidak hanya ditentukan oleh jumlah pengunjungnya, tetapi juga ditentukan oleh kemampuan meningkatkan pertumbuhan pelanggannya.
Banyak pengusaha yang sukses membangun bisnisnya di suatu wilayah tetapi kemudian gagal kala mencoba melakukan ekspansi di wilayah lainnya. Bisnis restoran dan/rumah makan meskipun memiliki prospek yang cukup bagus tetapi juga sangat rentan, khususnya terhadap masalah konsistensi rasa, kontrol mutu dan pelayanannya. Sehingga pelaku dibidang ini membutuhkan pemahaman yang kuat tentang bisnis restoran dan/rumah makan tersebut, khususnya yang berkaitan dengan produk, mutu pelayanan, administrasi dan pengawasannya.
Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan bisnis restoran dan/rumah makan tersebut, namun secara umum faktor yang paling menonjol dalam bisnis tersebut adalah rasa (taste) dan lokasi. Beberapa faktor lainnya yang tidak kalah pentingnya dalam menentukan keberhasilan usaha yang harus diperhatikan para pelaku yang bergerak di bidang ini, yaitu : komitmen dan fokus usaha.
Faktor lokasi telah dinyakini sebagai kiat suskes sebuah usaha dibidang restoran dan/rumah makan ini, salah satu yang menganut faham ini adalah Paulus Indra. Paulus Indra salah satu pelaku dibidang bisnis pelayanan jasa penyediaan makanan dan minuman ini, tidak saja berhasil membangun dan mengembangkan restoran tetapi juga Café, seperti : Café Wien, Toraja Café, Kafe Mario, dan Terminal Café. Sedangkan restoran yang berhasil dikembangan, antara lain : Waroeng Podjok, Mario’s Palace, Dermaga Food Court, Kuta Seafood dan Bali Seafood.
Kiat yang sama juga telah dinyakini oleh Iman Kurniadi dan Muchlis Yusuf dalam menjalankan usaha restorannya. Hot Planet, yang pada saat ini mengelola dua restoran dengan label Hot Planet ini, yaitu : (1) Hot Planet Plaza Bintaro dan (2) Hot Planet Blok M. Dua sekawan ini telah merencanakan pembangunan restoran dengan nama yang sama, Hot Planet, di kawasan Sarinah, Thamrin. Plasa Bintaro, Blok M dan Sarinah Thamrin merupakan lokasi yang banyak dikunjungi orang, sehingga sangat potensial untuk menjaring pembeli atau calon pelanggan.
Disisi yang lain, banyak restoran-restoran yang berhasil merambah ke berbagai kota dan daerah di Indonesia, yang lebih menonjolkan rasa (taste) sebagai faktor utamanya. Pelaku bisnis yang menganut kiat ini sangat memperhatikan konsistensi rasa sebagai faktor utamanya, sehingga seluruh restorannya yang berada dibawah pengelolaannya menyajikan mutu produk yang sama. Kiat ini telah lama diimplementasikan oleh restoran-restoran yang menganut sistem waralaba (franchise), seperti : Mc Donalds, Kentucky Fried Chiken, Wendys dan lain-lainnya.
Usaha jasa pelayanan penyedia makanan dan minuman (restoran dan/rumah makan) ini telah berkembang pesat, khususnya di kota-kota besar, bahkan restoran-restoran asing dengan cepat dapat diterima masyarakat Indonesia. Bisnis restoran dan/rumah makan di Indonesia pada saat ini diperkirakan mencapai lebih dari 250 ribu buah yang tersebar diseluruh Indonesia. Namun dari 250 ribu buah lebih tersebut kurang dari 36 ribu yang berbadan hukum, dan dari 36 ribu buah tersebut yang dikelompokkan kedalam restoran sekitar 10 ribu buah.
Sumber a.l  : binaukm.com dan telpon.info

Tulisan terkait :
Rumah Makan dan Restoran (Bagian 1) : Suatu Peluang Usaha Kuliner
Daftar Restoran Di Wilayah Jakarta
Daftar Rumah Makan di Wilayah Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar