Sabtu, 04 September 2010

DELMAN, KUSIR DAN KUDA

Oleh Isamas54
Delman, dokar, sado atau kahar sudah tidak asing lagi bagi kita, dulunya pernah merajai jalanan seperti angkot dan taksi sekarang, bahkan pada masa-masa kerajaan-kerajaan dan masa perang (lihat film-film) dulu. Dalam perkembangannya saat ini semakin tergeser oleh perkembangan teknologi sehingga trayek, jumlah dan fungsinyapun sudah semakin terdesak dan terbatas. Namun, pernahkah kita memikirkan mengenai sejarah (sudah banyak tulisan) dan bagian-bagian dari delman?, serta … serta merenungkan nasib atau perasaan dari Si kuda Sang Penarik yang harus selalu taat kepada majikannya?.
Sejarah
Delman, dokar, sado dan kahar (nama di tempat saya) atau apapun namanya merupakan kereta sebagai alat transportasi yang ditarik oleh kuda entah satu, dua atau enam tenaga kuda (seperti monument kereta kencana dimana itu .. tu ..di Jakarta), jaman dulunya sempat merajai kerajaan-kerajaan coba saja kereta istri/permaisuri (di flim-film koboy dan silat), kereta kencana, kereta pos dan kereta bank/pembawa uang (jaman koboy), bahkan pada jaman-jamannya perang kerajaan juga tidak kalah hebat.

Nama kendaraan ini berasal dari nama penemunya yaitu Charles Theodore Deeleman, seorang litografer dan insinyur di masa Hindia Belanda. Orang Belanda sendiri menyebut kendaraan ini dengan nama dos-à-dos (punggung pada punggung, arti harfiah bahasa Perancis), yaitu sejenis kereta yang posisi duduk penumpangnya saling memunggungi. Istilah dos-à-dos ini kemudian oleh penduduk pribumi Batavia disingkat lagi menjadi 'sado'.
Cerita di Indonesia …
Dokar jaman dulunya berfungsi seperti taksi mirip angkot, jadi kalau mau pergi ke pasar, maka kita bisa naik dokar, dan dokar akan mulai berjalan jika penumpang sudah penuh, minimal lima orang.  "Zaman Belanda, namanya dokar. Tapi ada satu pengusaha Belanda yang membuat perusahaan dokar. Kayak taksi kalau zaman sekarang," kata Gubernur Fauzi Bowo dalam acara Sunatan Bersama 350 anak di Kantor Blue Bird, Jalan Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan, Sabtu, (3/7/2010).
Seperti lihat sekarang ini bahwa delman yang ada kebanyakan hanya untuk acara berwisata, misalnya untuk keliling lapangan Monas, di Ancol yang dihias, di Kota Bogor dan Jogyakarta.
Bagian-bagian Dari Delman atau Kereta Kuda.
Kereta. Bagian ini merupakan tempat untuk penumpang yang bentuknya bermacam-macam sesuai fungsi dan tujuannya, dari mulai perlindungan dan alat perang sampai asesoris, namun untuk uraian selanjutnya dibatasi untuk delman. Yang jelas ada tempat duduk tali kendali kuda dan kalau perlu (pada umumnya) ada atap peneduh dari hujan atau sinar matahari.
Roda. Roda bentuknya bulat dengan jari-jarinya yang terbuat dari kayu dengan dipadukan dengan besi tetapi sekarang ini berupa ban mobil atau ban sepeda motor. Untuk as jaman dulu tidak memakai laher (langsung besi dengan as dengan pelican minyak pelumas) yang disebut “Bom”, sehingga ada istilah semua delman di wilayah tertentu di-Bom-in ya bom itu maksudnya.
Tali Kendali (kalau tidak salah disebut "sais"). Berupa tali yang menghubungkan antara kusir dan kuda (kepala di bagian mulut) yang berfungsi untuk memberi arahan keinginan kusir kepada kuda (Manajer, kan?)
Bel delman (kalau di mobil adalah klakson). Biasanya terbuat dari logam kuningan dengan cara membunyikannya diinjak pakai kaki dengan bunyi yang khas “Teng-Tong”.
Gambar berupa bel delman merk Velvetone buatan USA.
Lampu Delman yang terbuat dari kuningan, dengan tabung bagian bawah dan payung bagian atasnya terbuat dari besi dengan ukuran sekitar 35 cm dengan kaca berbentuk kotak dan bulat kecil, sebegai penerang berupa lampu minyak.
Gambar berupa Lampu delman.

Cambuk atau cemeti. Terbuat dari bahan rami dengan gagang dari kayu atau rotan.
Kusir
Teorinya (hasil penelitian mahasiswa IPB tahun 2009 di Bogor), menunjukkan : (a).  Untuk menjadi kusir delman tidak memerlukan pendidikan tinggi serta pekerjaan sebagai kusir delman adalah merupakan penghasilan utama. (b).  Pendapatan yang rendah dengan pengeluaran yang besar memperlihatkan ketidaksejahteraan kusir. (c). Manajemen pemeliharaan kuda yang diterapkan masih bersifat tradisional, sehingga perlu perbaikan yang lebih baik terutama perkandangan, pakan, dan kesehatan. (d).  Minimnya pengetahuan kusir terhadap manajemen pemeliharaan kuda memperlihatkan ketidaksejahteraan kuda. (e). Kesejahteraan kusir dan kuda pun turut dipengaruhi oleh kehadiran teknologi transportasi, sehingga berdampak pada manajemen pemeliharaan kuda.
Catatan : bagaimanapun juga seorang kusir adalah Seorang Manajer dengan peran sebagai pemegang kendali (betul-betul ini mah pegang dan kendalinya)
Kuda
Kuda nama latinnya adalah Equus caballus, merupakan salah satu ternak yang sejak lama sudah memiliki hubungan dengan manusia, sedangkan peran kuda dalam kehidupan manusia yaitu berfungsi sebagai mata pencaharin, alat transportasi, olahraga, dan sarana rekreasi.
Berdasarkan hasil pengamatan yang relative sederhana yaitu :
  • Kuda adalah merupakan binatang yang paling gagah, modis dan uptodate (yang paling gagah bukan harimau, singa atau buaya). Coba kita hayati dan amati, kaki pakai sepatu (sepatu kuda/ladam), mata pakai kacamata (kacamata kuda), rambut dipotong poni (poni kuda, kalau kuda poni itu salah satu jenis kuda yang kecil), pakai asesoris (jambul, ikat pinggang dsb), rompi (kalau untuk perang – tapi kalau lagi biasa rompinya bukan di dada tapi di punggung alias sadel/sela), di tato (bukan pake jarum atau mesin tapi pakai besi panas seperti menandai sapi), jogging atau lari pagi (malahan tidak pagi saja tapi siang, sore kalau perlu malam).
  • Peduli lingkungan, bawa toilet kemana-mana (berupa karung penampung kotoran).
  • Gigi kuda bisa dipakai standar umur seekor kuda yaitu dari gigi yang tanggal dapat diketahui umur kuda (maaf ini berlaku juga untuk kuda atau tidak, mohon koreksi), juga warna giginya yang putih bersih walaupun tanpa disikat gigi, apalagi kalau lagi Nyengir Kuda.
  • Secara anatomi organ tubuh, posisi atau kedudukan gigi kuda dalam mulutnya , memungkinkan untuk dipasang logam kendali (terbuat dari besi), hal ini entah kebetulan atau dirancang dari sononya bahwa gigi bagian tengah dalamnya tidak ada (sudah ompong dari sesuai aslinya) jadi pas untuk meletakkan logam pengendali. Untuk gigi kuda dan besi ini ada istilah yaitu “jaman kuda gigit besi” artinya jaman dulu alias jaman baheula. Beda lagi kalau dengan ABG jaman sekarang, walaupun tidak meniru kuda tapi semakin banyak yang pakai “kawat” entah itu modis atau resep dokter.
  • Tenaga yang paling hebat untuk ukuran manusia adalah tenaga kuda sehingga tidak jarang menjadi penambah kata-kata iklan obat kuat (tapi tidak termasuk iklan Ma Erot).
  • Suka diajarin, dilatih atau dididik, yaitu sejak remaja pada waktu belum menjadi penarik biasanya diikatkan di belakang mengikuti kereta atau dilatih bagaimana kode belok-kiri, tancap gas atau ngerem. Pengalaman naik kuda di Gunung Bromo : kalau lapangan terjal (naik gunung) badan kita condong ke depan sedangkan kalau turun badan kita condong ke belakang. Kalau dalam hukum ilmu gaya mah (Mekanika) bagaimana kita mengatur keseimbangan dengan menentukan momen titik berat (pengaruh vector, massa dan gravitasi).

  • Mohon maaf untuk penyampaian berikut, ceritanya “sedikit biru tapi kalau mirip-mirip tak apa lah” – memang sedikit di blok biru- yaitu demi ilmu pengetahuan atau anatomi binatang. Alat kejantanan kuda proporsi /perbandingannya lebih besar bila dibandingkan dengan gajah yang tubuhnya jauh lebih besar, sapi dan kerbau yang body nya hampir sama bahkan mungkin ikan paus pun yang lebih gede tidak segitu gedenya (coba aja kalau lihat … tapi jangan sengaja .. yaitu kalau kuda delman lagi berhenti dan ngelamun jorok kan bisa terbukti ). Memang untuk hal ini ada dongeng : “sahdan jaman dulu kala terkumpullah alat-alat kejantanan binatang di suatu tempat - mungkin untuk orang juga – yang berminat siap-siap star atur strategi menuju suatu tempat untuk balapan memilihnya. Ternyata berdasarkan catatan juri dan hasil yang diperoleh yang paling duluan sampai adalah kuda karena larinya yang paling cepat, sedangkan gajah, unta, sapi dan kerbau lumayan juga, yang paling prihatin adalah sebangsa siput, cacing, ikan dlsb. Karena jalannya lambat yaaakh di bawah standar deh. Tapi .. tapi .. yang paling paling penting lagi yaitu manusia larinya tidak sekencang kuda tetapi tidak se lelet/lambat siput jadi hasilnya lumayan juga, tapi yang gawat lagi kalau sebaliknya yaitu .. kalau orang larinya lebih cepat dari kuda, ini mah musibah besaaar! - tks”.
  • Tenaganya dipakai untuk standar ukuran satuan tenaga penggerak yang disebut Horsepower (HP), dimana 1 HP (selama 1 jam) sama dengan 2545 BTU (British Thermal Unit), 1 BTU = 1055 joule; jadi 1 HP = 2545 x 1055 joule = 268.497,5 joule (dimana satu joule adalah energi absolut terkecil yang dibutuhkan untuk mengangkat suatu benda seberat satu kg setinggi 10 cm. Kalau dikaitkan dengan kecepatan perjam dari suatu balapan mobil, mungkin lebih pusing lagi. Yang jelas 1 delman = 1 HP sedangkan tenaga mobil balap sampai 200 s/d 350 HP dengan kecepatan bisa sampai 300 km perjam.. Biar mikirnya tidak terlalu berat, … untuk perbandingan saja yaitu 1 ekor kuda tarik-tambang dengan 6 orang mana yang jungkir balik? itu belum, tapi kalau tarik-tariknya sama kuat or Win-Win Solution … itulah 1 HP.
  • Untuk kapal air dan pesawat udara, satuannya tidak menggunakan satuan tenaga kuda (knot atau mil per jam dan tonase) karena kuda kurang mahir untuk berenang apalagi bawa beban atau tidak bisa terbang untuk coba tarik pesawat, yang ada hanya “kuda terbang” merk salah satu cat.
  • Nama binatang kuda ini terkadang menyalahi teori matematika, coba KUDA DIKURANGI KUDA BUKAN HASILNYA NOL TAPI KALI, Bukti  : kuda-kuda=X, dimana X adalah bentuk dari kuda-kuda untuk penyangga. Apa itu kebetulan atau hanya dikait-kaitkan.
Yang paling tidak enak dari kuda
Baik bagi dirinya maupun untuk manusia (di luar perawatan dan pelayanan), yaitu :
  • Suka gigit (istilahnya nyogot). Pernah ada cerita seseorang kupingnya digigit kuda, mungkin disangka daun … ngkali. Sehingga berhati-hatilah kalau jalan di hadapan kuda atau kalau lagi jalanan macet di belakang ada delman (misalnya naik motor di Bogor) kalau tidak pakai helm maka hati-hati dengan kuping.
  • Suka ketawa sembarangan, ngetawain, kesal atau entah mengejek, coba kalau kita dengar suara Beliau atau Sang Kuda pada waktu meringkik.
  • Yang agak menyedihkan lagi yaitu walaupun tidak berzina (maaf) suka dicambukin.
Ini antara enak dan tidak, ……
Naik Delman dan duduk di samping Pak Kusir memang enak, coba masih ingat lagu anak-anak ini
Pada hari Minggu ku turut ayah ke kota…
Naik delman istimewa ku duduk di muka.
Ku duduk disamping pak kusir yang sedang bekerja
Mengendara kuda supaya baik jalannya
Tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk…..
Tapi tidak enaknya kalau duduk di di samping Pak kusir yaitu kalau kudanya kentut (kuda juga seperti manusia) sudah dibelakangin dikentutin lagi, serta kalau dia ngibas-ngibaskan ekornya yang kena kotoran di karung, wah …. bayangin deh … sana-sini (pengalaman membuktikan juga nikh).
Kalau berikut agak sediiiih nikh ……
Walaupun sang Kuda kecapaian, dicambukin, kadang kelaparan dan kehausan dia tidak pernah menyanyikan lagu Ebiet G Ade “ Perjalalanan ini sangat menyedihkan … dst. (emang karena dia binatang), tetapi sebagai penyayang binatang ini saran atau himbauan KEPADA PADA PENGEMUDI DELMAN dan semacamnya “Kalau kudanya ngebandel nyambuknya ojo kencang-kencang, apalagi yang dipukulkannya bukan lagi cambuknya tapi gagangnya (rotan atau apa) dipukulkan ke kepala atau pipinya (karena si kusir emosi) – dulu saya pernah lihat kejadian ini -, yakh ini mah saran atau himbauan saja”. Coba kita bayangkan, kalau kepala atau pipi dipukul rotan saya kira walaupun binatang kan punya perasaan (ini mah tidak cocok dengan lagunya Serius yaitu “Kuda juga bukan manusia”, betul tidak cocok lah) …. Yakh itu mah bahan renungan kita bersama saja.
Biar ceritanya Happy Ending ……………….
  • Kuda-kuda delman yang sekarang kelihatan di jalanan, pada umumnya sehat-sehat dan relative gemuk, hal ini mungkin sudah ditunjang dengan perkembangan teknologi dalam bidang gizi dan jamu-jamuan, serta penghasilan Sang Majikan yang mungkin masih relative memadai walaupun trayek dan fungsinya saat ini sudah mengalami perubahan dan perkembangan. Walaupun menurut hasil penelitian manajemennya masih kurang memuaskan, hal ini menjadi tugas Pemerintah Daerah setempat untuk lebih memperhatikan kesejahteraan kusir dan kuda serta kelestarian budaya kendaraan delman.
  • Bentuk lain dari delman sekarang ini antara lain ditarik seekor hewan kambing (jadi tenaga penggeraknya di bawah satu tenaga kuda) namun yang jelas ukuran keretanya lebih kecil, sedangkan kalau di Amerika sono, seorang seniman New York, Jeremy Dean nekat mengubah sebuah Hummer H2 seharga M-M-an (?) hanya untuk dijadikan delman.
  • Tetapi jangan dilupakan juga untuk “Saudara” Delman yaitu pedati dimana kendaraan ini "mirip delman" dengan penarik berupa hewan sapi atau lembu serta muatan bisa lebih banyak dan berat, namun jalannya lebih lambat dan sudah langka kelihatan di jalan-jalan.
Disusun dari berbagai sumber