Kamis, 28 Oktober 2010

GEMPA BUMI, BISA MENYEBABKAN KERUSAKAN DAN KORBAN JIWA DI MUKA BUMI

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang terkadang banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi. Adapun Peta penyebarannya mengikuti pola dan aturan yang khusus dan menyempit yakni mengikuti pola-pola pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang menyusun kerak bumi.
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.


Tipe gempa bumi
Gempa bumi vulkanik ( Gunung Api ) ; Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.
Gempa bumi tektonik ; Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari tectonic plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik.
Gempa bumi tumbukan ; Gempa bumi ini diakibatkan oleh tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh ke bumi, jenis gempa bumi ini jarang terjadi
Gempa bumi runtuhan ; Gempa bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.
Gempa bumi buatan ; Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.

Penyebab terjadinya gempa bumi

Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itu lah gempa bumi akan terjadi.  Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.
Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi

Pusat-pusat gempa di seluruh dunia pada tahun 1963-1998.

Peta penyebarannya mengikuti pola dan aturan yang khusus dan menyempit, yakni mengikuti pola-pola pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang menyusun kerak bumi. Dalam ilmu kebumian (geologi), kerangka teoretis tektonik lempeng merupakan postulat untuk menjelaskan fenomena gempa bumi tektonik yang melanda hampir seluruh kawasan, yang berdekatan dengan batas pertemuan lempeng tektonik. Contoh gempa vulkanik ialah seperti yang terjadi di Yogyakarta, Indonesia pada Sabtu, 27 Mei 2006 dini hari, pukul 05.54 WIB,

Skala Richter
Skala Richter atau SR didefinisikan sebagai logaritma (basis 10) dari amplitudo maksimum, yang diukur dalam satuan mikrometer, dari rekaman gempa oleh instrumen pengukur gempa (seismometer) Wood-Anderson, pada jarak 100 km dari pusat gempanya. Sebagai contoh, misalnya kita mempunyai rekaman gempa bumi (seismogram) dari seismometer yang terpasang sejauh 100 km dari pusat gempanya, amplitudo maksimumnya sebesar 1 mm, maka kekuatan gempa tersebut adalah log (10 pangkat 3 mikrometer) sama dengan 3,0 skala Richter. Skala ini diusulkan oleh fisikawan Charles Richter.


Untuk memudahkan orang dalam menentukan skala Richter ini, tanpa melakukan perhitungan matematis yang rumit, dibuatlah tabel sederhana.
Baca tokoh pengembang ukuran skala gempa bumi Charles Richter

Sejarah gempa bumi besar pada abad ke-20 dan 21
• 15 juni 2010 gempa 10,2 (?) guncang bandung
• gempa 7,1 guncang biak city di indonesia * gempa 2,9 getarkan lembang* 7 April 2010, Gempa bumi dengan kekuatan 7.2 Skala Richter di Sumatera bagian Utara lainnya berpusat 60km dari Sinabang, Aceh. Tidak menimbulkan tsunami, menimbulkan kerusakan fisik di beberapa daerah, belum ada informasi korban jiwa.

Gambar (1) dan (2) : (1). Kerusakan akibat gempa bumi di San Francisco pada tahun 1906. (2). Sebagian jalan layang yang runtuh akibat gempa bumi Loma Prieta pada tahun 1989
• 27 Februari 2010, Gempa bumi di Chili dengan 8.8 Skala Richter, 432 orang tewas (data 30 Maret 2010). Mengakibatkan tsunami menyeberangi Samudera Pasifik yang menjangkau hingga Selandia Baru, Australia, kepulauan Hawaii, negara-negara kepulauan di Pasifik dan Jepang dengan dampak ringan dan menengah.
• 12 Januari 2010, Gempa bumi Haiti dengan episenter dekat kota Léogâne 7,0 Skala Richter berdampak pada 3 juta penduduk, perkiraan korban meninggal 230.000 orang, luka-luka 300.000 orang dan 1.000.000 kehilangan tempat tinggal.
• 30 September 2009, Gempa bumi Sumatera Barat merupakan gempa tektonik yang berasal dari pergeseran patahan Semangko, gempa ini berkekuatan 7,6 Skala Richter (BMG Indonesia) atau 7,9 Skala Richter (BMG Amerika) mengguncang Padang-Pariaman, Indonesia. Menyebabkan sedikitnya 1.100 orang tewas dan ribuan terperangkap dalam reruntuhan bangunan.
• 2 September 2009, Gempa Tektonik 7,3 Skala Richter mengguncang Tasikmalaya, Indonesia. Gempa ini terasa hingga Jakarta dan Bali, berpotensi tsunami. Korban jiwa masih belum diketahui jumlah pastinya karena terjadi Tanah longsor sehingga pengevakuasian warga terhambat.
• 3 Januari 2009 - Gempa bumi berkekuatan 7,6 Skala Richter di Papua.
• 12 Mei 2008 - Gempa bumi berkekuatan 7,8 Skala Richter di Provinsi Sichuan, China. Menyebabkan sedikitnya 80.000 orang tewas dan jutaan warga kehilangan tempat tinggal.
• 12 September 2007 - Gempa Bengkulu dengan kekuatan gempa 7,9 Skala Richter
• 9 Agustus 2007 - Gempa bumi 7,5 Skala Richter
• 6 Maret 2007 - Gempa bumi tektonik mengguncang provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Laporan terakhir menyatakan 79 orang tewas [1].
• 27 Mei 2006 - Gempa bumi tektonik kuat yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006 kurang lebih pukul 05.55 WIB selama 57 detik. Gempa bumi tersebut berkekuatan 5,9 pada skala Richter. United States Geological Survey melaporkan 6,2 pada skala Richter; lebih dari 6.000 orang tewas, dan lebih dari 300.000 keluarga kehilangan tempat tinggal.
• 8 Oktober 2005 - Gempa bumi besar berkekuatan 7,6 skala Richter di Asia Selatan, berpusat di Kashmir, Pakistan; lebih dari 1.500 orang tewas.
• 26 Desember 2004 - Gempa bumi dahsyat berkekuatan 9,0 skala Richter mengguncang Aceh dan Sumatera Utara sekaligus menimbulkan gelombang tsunami di samudera Hindia. Bencana alam ini telah merenggut lebih dari 220.000 jiwa.
• 26 Desember 2003 - Gempa bumi kuat di Bam, barat daya Iran berukuran 6.5 pada skala Richter dan menyebabkan lebih dari 41.000 orang tewas.
• 21 Mei 2002 - Di utara Afganistan, berukuran 5,8 pada skala Richter dan menyebabkan lebih dari 1.000 orang tewas.
• 26 Januari 2001 - India, berukuran 7,9 pada skala Richter dan menewaskan 2.500 ada juga yang mengatakan jumlah korban mencapai 13.000 orang.
• 21 September 1999 - Taiwan, berukuran 7,6 pada skala Richter, menyebabkan 2.400 korban tewas.
• 17 Agustus 1999 - barat Turki, berukuran 7,4 pada skala Richter dan merenggut 17.000 nyawa.
• 25 Januari 1999 - Barat Colombia, pada magnitudo 6 dan merenggut 1.171 nyawa.
• 30 Mei 1998 - Di utara Afganistan dan Tajikistan dengan ukuran 6,9 pada skala Richter menyebabkan sekitar 5.000 orang tewas.
• 17 Januari 1995 - Di Kobe, Jepang dengan ukuran 7,2 skala Richter dan merenggut 6.000 nyawa.
• 30 September 1993 - Di Latur, India dengan ukuran 6,0 pada skala Richter dan menewaskan 1.000 orang.
• 12 Desember 1992 - Di Flores, Indonesia berukuran 7,9 pada skala richter dan menewaskan 2.500 orang.
• 21 Juni 1990 - Di barat laut Iran, berukuran 7,3 pada skala Richter, merengut 50.000 nyawa.
• 7 Desember 1988 - Barat laut Armenia, berukuran 6,9 pada skala Richter dan menyebabkan 25.000 kematian.
• 19 September 1985 - Di Mexico Tengah dan berukuran 8,1 pada Skala Richter, meragut lebih dari 9.500 nyawa.
• 16 September 1978 - Di timur laut Iran, berukuran 7,7 pada skala Richter dan menyebabkan 25.000 kematian.
• 4 Maret 1977 - Vrancea, timur Rumania, dengan besar 7,4 SR, menelan sekitar 1.570 korban jiwa, diantaranya seorang aktor Rumania Toma Caragiu, juga menghancurkan sebagian besar dari ibu kota Rumania, Bukares (Bucureşti).
• 28 Juli 1976 - Tangshan, Cina, berukuran 7,8 pada skala Richter dan menyebabkan 240.000 orang terbunuh.
• 4 Februari 1976 - Di Guatemala, berukuran 7,5 pada skala Richter dan menyebabkan 22.778 terbunuh.
• 29 Februari 1960 - Di barat daya pesisir pantai Atlantik di Maghribi pada ukuran 5,7 skala Richter, menyebabkan kira-kira 12.000 kematian dan memusnahkan seluruh kota Agadir.
• 26 Desember 1939 - Wilayah Erzincan, Turki pada ukuran 7,9, dan menyebabkan 33.000 orang tewas.
• 24 Januari 1939 - Di Chillan, Chile dengan ukuran 8,3 pada skala Richter, 28.000 kematian.
• 31 Mei 1935 - Di Quetta, India pada ukuran 7,5 skala Richter dan menewaskan 50.000 orang.
• 1 September 1923 - Di Yokohama, Jepang pada ukuran 8,3 skala Richter dan merenggut sedikitnya 140.000 nyawa.

Daftar gempa bumi terdahsyat di dunia
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Berikut adalah daftar gempa bumi terdahsyat di dunia sejak tahun 1900:
No. Lokasi,                                                      Tahun,     Skala (Richter)
1.    Chili,                                                            1960,       9.5      
2.    Prince William Sound, Alaska,                    1964,       9.2
3.    Lepas pantai barat Sumatra, Indonesia,     2004,        9.0
4.    Kamchatka,                                                1952,       9.0
5.    Lepas pantai Ekuador,                                1906,       8.8
6.    Sumatra Utara, Indonesia,                           2005,       8.7
7.    Pulau Rat, Alaska,                                      1965,        8.7
8.    Kepulauan Andreanof, Alaska,                   1957,        8.6
9.    Assam, Tibet,                                             1950,        8.6
10.  Kepulauan Kuril,                                       1963,         8.5
11.  Laut Banda, Indonesia,                             1938,         8.5
12.  Perbatasan Chili dan Argentina,               1922,         8.5

Daftar gempa bumi di Indonesia
Daftar gempa bumi besar (di atas skala Richter 5) di Indonesia (diurutkan menurut tanggal paling lama):
Tanggal,Kekuatan, Area, Tewas, Keterangan
25 November 1833 (8.8-9.2) Sumatera : Gempa disebabkan pecahnya segmen Palung Sumatera sepanjang 1000 km di tenggara area yang mengalami hal yang sama pada gempa 26 Desember 2004. Gempa kemudian memicu terjadinya tsunami yang menerjang pesisir barat Sumatera dengan wilayah terdekat dari pusat gempa adalah Pariaman hingga Bengkulu. Tsunami juga menyebabkan kerusakan parah di Maladewa dan Sri Langka. Selain itu, tsunami juga mencapai Australia bagian utara, Teluk Benggala, dan Thailand meskipun dalam intensitas kecil. Bencana ini tidak terdokumentasi dengan baik sehingga tidak diketahui dengan pasti dampak dan korbannya
20 September 1899, 7.8, Kota Ambon, 3.280
2 Februari 1938,       8.5, Pulau Banda dan Pulau Kai, Informasi lanjutan: Gempa
                                        bumi Laut Banda 1938
                                        Memicu Tsunami yang menerjang Pulau Banda dan
                                        Pulau Kai[2]
14 Agustus 1968,      7.8, Sulawesi Utara, 392
26 Juni 1976,            7.1, Papua, 9.000
19 Agustus 1977,      8.0,Kepulauan Sunda, 2.200
12 Desember 1992,  7.5, Pulau Flores, 2.100, Informasi lanjutan: Gempa bumi
                                        Flores 1992
2 Juni 1994,              7.2, Banyuwangi, 200
4 Juni 2000,              7.3, Bengkulu, >100
12 November 2004, 7.3, Alor, 26
26 Desember 2004,  9.3, Nanggroe Aceh Darussalam dan sebagian Sumatera
                                       Utara, 131.028 tewas dan sekitar 37.000 orang hilang,
                                       Informasi lanjutan: Gempa bumi Samudera Hindia
                                       2004
28 Maret 2005,        8.2, Pulau Nias, Informasi lanjutan: Gempa bumi
                                       Sumatera 2005
27 Mei 2006,           5.9, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Klaten,6.234,
                                       Informasi lanjutan: Gempa bumi Yogyakarta 2006
17 Juli 2006,            7.7, Ciamis dan Cilacap, >400, Informasi lanjutan:
                                       Gempa bumi Jawa 2006
11 Agustus 2006,     6.0, Pulau Simeulue              
6 Maret 2007,          6.4  Mw, 6.3 Mw, Solok, Kota Solok, Tanah Datar, dan
                                       Kota Bukittinggi, >60, Informasi lanjutan:
                                       Gempa bumi Sumatera Barat 2007
12 September 2007, 7.7, Kepulauan Mentawai, 10, Informasi lanjutan:
                                        Gempa bumi Bengkulu 2007
26 November 2007, 6.7, Sumbawa, >3
17 November 2008, 7.7, Sulawesi Tengah, 4
4 Januari 2009,         7.2, Manokwari, 2
2 September 2009,   7.3, Tasikmalaya dan Cianjur, >87, Informasi
                                        lanjutan: Gempa bumi Jawa Barat 2009
30 September 2009, 7.6  Mw, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota
                                       Padang, dan Agam, 1.115, Informasi lanjutan:
                                       Gempa bumi Sumatera Barat 2009, 135.299 rumah
                                        rusak berat, 65.306 rumah rusak sedang, &
                                        78.591 rumah rusak ringan[3]
1 Oktober 2009,       6.6  Mw, Kerinci, 2
9 November 2009,    6.7, Pulau Sumbawa, , 80 orang luka & 282 rumah
                                        rusak berat

Keterangan Gambar : diambil dari internet
Sumber bacaan : http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar