Selasa, 12 November 2013

Arti Sebuah Pelukan dan Rasa Kasih Sayang



Oleh :  Isamas54
Pelukan merupakan bahasa cinta yang mengalirkan getaran perasaan yang berdampak positif terhadap kesehatan (stress), rasa aman, dan percaya diri.

Pelukan adalah sumber kekuatan ketika menghadapi masalah, dukungan, ajakan berdamai bagi suami istri yang berselisih, mampu mengusir depresi,  tune-up kekebalan tubuh, mempererat hubungan, awet muda, membuat nyenyak tidur, merangsang hidup seseorang, dlsb.
Tulisan ini diambil dari berbagai sumber. 
Sebelum lanjut ikuti dulu yang ini …

Batasan
Walaupun sudah tidak asing lagi mengenai kata ‘pelukan’ tapi masih relative sulit untuk mencari definisinya, penulis coba untuk membuat batasan (terutama untuk tulisan ini).
(1.1).  Pelukan (Inggris : Hug) adalah komunikasi non verbal berupa gerakan seseorang dengan obyek lain (benda atau manusia) yang melibatkan anggota tubuh tangan (rangkul), badan (dekap) dan juga melibatkan perasaan (sayang/nafsu). 
(1.2).  Pelukan adalah merupakan bahasa cinta yang kuat, mengalirkan getaran perasaan menyayangi dan disayangi, serta lebih efektif dari kata-kata pujian. 

  
(1.3).  Pelukan terkadang diikuti dengan ciuman.  Untuk dijadikan perhatian (terutama bagi gadis belia yang belum berpasangan resmi), bisa menyebabkan kelepek-kelepek .. karena ada istilah yang sudah tidak asing lagi ‘cium kening dan pipi tanda sayang, cium bibir sudah mengarah kepada nafsu, apalagi kalau sambil ‘raba sana raba sini’.
(1.4).  Pelukan kepura-puraan, yaitu pelukan yang dilakukan dengan motif atau persekongkolan yang kurang baik, sulit dibedakan karena menyangkut isi hati seseorang (agak diluar batasan namun perlu diketahui).

Makna dan obyek sebuah pelukan
Pelukan bukan hanya sebagai salah satu bentuk afeksi, namun banyak manfaat dahsyat dari sebuah pelukan yang sudah dibuktikan secara ilmiah, seperti pelukan dapat memengaruhi kesehatan, membuat pasangan lebih awet muda, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta membuat orang merasa pulih, serta memberi kedekatan atau kekuatan antara orang tua dan anak.  
Dilihat dari obyeknya maka secara garis besar dibedakan seperti berikut.
(2.1).  Pelukan kepada anak.  Pelukan begitu penting maknanya, terutama untuk anak-anak. Apalagi pelukan yang penuh kelembutan bisa menenangkan anak dan juga mengoptimalkan proses tumbuh kembangnya.  "Pelukan juga merupakan media menyelesaikan persoalan dalam keluarga, terutama pada anak yang berperilaku unik,"tutur psikolog Melly Puspita Sari


(2.2).  Pelukan kepada bayi.  Memeluk dan mencium bayi bukan hanya menjadi ekspresi kasih sayang tetapi juga dapat menyehatkan.  Sebuah penelitian yang dilakukan di rumah sakit Bliss di Montreal pernah menemukan, pelukan ibu dapat mendorong proses pemulihan dari si bayi yang sakit menjadi lebih cepat, kurang lebih tiga menit setelah prosedur. Tak hanya itu, bayi ternyata merasa lebih nyaman jika mendapat pelukan ayahnya yang berbadan gempal dan gemuk.
(2.3).  Pelukan dengan suami/istri.  Salah satu penyebab keretakan hubungan asmara ataupun rumah tangga adalah hal yang dianggap sepele, seperti hal kurangnya berpelukan. Tetapi memang telah terbukti bahwa pasangan yang rajin berpelukan dan berbincang intim jauh lebih berbahagia serta awet hubungannya (Maaf, daripada ‘adu punggung’?).



(2.4).  Pelukan salam atau penghormatan. Dilakukan sebagai salam penghormatan atau penghargaan terhadap orang yang berjasa, baru bertemu atau relative jarang bertemu, yaitu untuk meningkatkan kedekatan komunikasi atau silaturakhmi.
(2.5).  Pelukan dengan benda lain (bantal, boneka, binatang, buku/kitab, lukisan, dsb).  Ternyata pelukan tidak hanya dengan manusia tetapi bisa juga dengan obyek lain (selain manusia), yaitu untuk mencari kehangatan tubuh, kelembutan, kenyamanan, kekaguman, penyaluran kasih sayang dan atau kehangatan jiwa.

Manfaat dari sebuah pelukan
Pelukan sangat berpengaruh terhadap fisik dan jiwa seseorang, seperti berikut :
(3.1).  Pelukan dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi stress.  Sentuhan melalui pelukan membuat otot yang tegang mereda sehingga yang menyebabkan stres menjadi berkurang, selain itu dapat memberikan perasaan tenang, nyaman dan bahagia
Seperti dikutif dari waspada.co.id 2013/05/21,  di Jepang dan di beberapa negara yang sibuk kerap terlihat beberapa aktivis menawarkan pelukan secara gratis pada orang di jalan. Hal ini dilakukan karena tingkat stres di negara-negara maju itu sangat tinggi sehingga pelukan dan perhatian menjadi barang langka yang tidak mudah didapatkan dari pasangan.
(3.2).  Pelukan mampu meningkatkan kecerdasan otak anak-anak.  Prosesnya yaitu dapat mengurangi racun dari zat derifat glutamate yang keluar terpicu dikarenakan seseorang sedang stress, dimana zat tersebut dapat menyebabkan penyempitan otak, serta mengganggu fungsi intelegensi, perilaku dan mental sehingga membuat daya tangkap anak menjadi lemah.  Selain itu sebuah pelukan dapat memberikan perasaan tenang, nyaman dan bahagia

Selingan dulu :
Pelukan kepada bayi

Seperti dilansir Genius Beauty (29/8/2013),  pelukan ibu dapat mendorong proses pemulihan dari si bayi menjadi lebih cepat, hal ini telah dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dilakukan di rumah sakit Bliss di Montreal.

Para peneliti melibatkan 61 bayi prematur dan menyuruh para ibu untuk memberikan pelukan kepada bayi mereka. Kemudian, para ilmuwan mengukur kecepatan denyut jantung, tingkat oksigen dalam darah, dan ekspresi wajah dari si bayi.

Hasilnya menunjukkan bahwa bayi yang telah dipeluk oleh ibu mereka dapat pulih dari rasa sakit lebih cepat, kurang lebih tiga menit setelah prosedur.

Selain itu, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa ketika seorang ibu mencium bayinya, ia mentransmisikan bakteri tertentu yang dapat membuat kekebalan tubuh si bayi menjadi lebih kuat terhadap serangan penyakit, seperti pilek, sakit tenggorokan dan radang telinga.

Kita lanjutkan …

(3.3). Hormon kortisol (hormone stress) menjadi rendah sedangkan hormon oksitosin meningkat, sehingga mampu menurunkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung bisa berkurang.  Hal tersebut sesuai hasil penelitian yang dilakukan tim peneliti dari University of North Carolina Amerika Serikat.  
Sedangkan hasil penelitian lainnya seperti yang dilakukan dr Karen Grewen dalam Psychocomatic Medicine Journal of Biobehavioral yang melibatkan 38 pasangan,  secara signifikan telah meningkatkan drastis hormon oksitosin pada wanita yang telah berpelukan mereka selama 20 detik, hal ini dapat mengurangi potensi penyakit jantung.

Selingan lagi …
Sentuhan dan Suhu

Sentuhan tangan seorang pria pada kulit betul-betul dapat membuat suhu perempuan tubuh meningkat. Hal itu diungkapkan Amanda Hahn, peneliti Universitas St Andrews, Inggris.  Penelitian itu dipublikasikan lewat jurnal Biology Letters (2012).

Dari pengamatannya itu, Hahn melihat perubahan suhu yang paling drastis terjadi pada kulit muka dan kulit dada. Berdasarkan perhitungan, rata-rata peningkatan suhu pada bagian itu mencapai 0,3 derajat celsius. Ketika partisipan ditanya soal dampak sentuhan tersebut, ternyata sebagian besar tidak menyadari hal itu dalam tubuh mereka. Hanya seperempat dari partisipan yang merasakan perubahan dalam tubuh mereka itu.

"Perempuan menunjukkan peningkatan temperatur ketika mereka terlibat dalam kontak sosial dengan pria. Pada beberapa perempuan, perubahan suhu tubuh mereka meningkat hingga 1 derajat Celsius," kata Hahn setelah mengamati temperatur kulit perempuan yang disentuh pria secara lembut.

Kita lanjutkan …

(3.4).  Pelukan dapat meningkatkan system kekebalan tubuh dan mempercepat pemulihan.  Perlu diberikan kepada orang yang sedang dalam kondisi tidak sehat. Hal tersebut sesuai hasil penelitian yang ditemukan oleh Profesor Matthew J Hestenstein PhD.
(3.5).  Meningkatkan rasa percaya diri.
Kehilangan kepercayaan diri memicu munculnya kekhawatiran akan kehilangan, akibatnya cemburu dan curiga menjadi santapan sehari-hari yang dapat menggoyahkan sebuah hubungan.  Sehingga dengan demikian sangat penting bagi setiap pasangan untuk tetap merasa seksi dan percaya diri, dimana perasaan tersebut antara lain didapat ketika sering berpelukan dengan pasangan.
Wanita, menyukai pelukan dari belakang atau samping yang mendongkrak kepercayaan dua kali lipat dan membuatnya merasa sangat seksi. Pada saat ini hormon dopamin diluncurkan, dan umumnya meningkatkan gairah seksual. 
(3.6).  Pendekatan secara emosional
Menurut Dr. Fran Walfish, pelukan dapat mendekatkan seseorang dengan pasangan secara emosional. Hal ini juga terjadi pada ibu yang memeluk dan mendekap bayinya, yang membuat bayi merasa nyaman dan mengikat si bayi sehingga hubungannya semakin erat dengan ibunya.
(3.7).  Memperbaiki komunikasi
Ada kalanya kata-kata tak bisa mengungkapkan perasaan yang ada di dalam hati. Untuk itulah pelukan menjadi sarana yang dapat mengungkapkan kata hati tanpa harus berbicara apapun. 5 detik pelukan jauh lebih berarti ketimbang Anda mengucapkan 'I love you' kepada pasangan.  Namun komunikasi tersebut tidak terbatas pada suami istri atau pasangan, tetapi bisa juga antara orang tua dan anak.  "Konflik antara ibu dan anak bisa cepat terselesaikan hanya dengan pelukan, Perubahannya drastis hanya da­lam hitungan menit, terutama pada anak yang berperilaku unik," ungkap psikolog Melly Puspitasari (21/10/2013) penulis buku The Miracle of Hug, dalam acara `Berbagi Pelukan Melalui Kelembutan Molto Ultra Pure` dengan berdonasi boneka beruang. demi membentuk rantai cinta (chain of love).

Macam atau tipe
Selain diebdakan dengan tujuan pelukan juga dibedakan dengan jarak atau kedekatan tubuh, atau bahkan bagian tubuh yang saling menempel.
(4.1).  Pelukan penuh.  Pelukan dilakukan secara dekat, tidak ada jarak antara keduanya, serta saling dapat merasakan kehangatan tubuh dan detak jantung.  Ini cocok dilakukan antara pasangan yang disayang, orang tua dengan anak/bayi, dan orang-orang yang dianggap hubungannya sangat dekat sekali.  Pelukan ini membuat rasa lega, aman dan terlindungi.



(4.2).  Pelukan beruang.  Pelukan yang dilakukan sebagai mana beruang yang memeluk anaknya, lengan merangkul erat, terkadang sampai mengangkat tubuh pasangan sambil berputar gembira.  


Pelukan ini dilakukan pada seseorang yang sudah lama tidak bertemu, demi meluapkan rasa rindu yang sudah lama terpendam.  Terlihat sangat bersemangat dan hangat.
(4.3).  Pelukan dari belakang.  Dilakukan oleh suami/istri yang ingin menggoda pasangannya.  Merupakan suatu pengecualian apabila salah satu pasangan hampir selalu memeluk Anda belakang.  "Artinya bisa jadi dia sangat membutuhkan hubungan lebih dekat, tapi mengira bahwa Anda tidak sedang available.  Dia menghindari pelukan dengan saling bertatap muka karena dia khawatir Anda tidak menyukainya." Pendapat Christopher Blazina PhD, penulis The Secret Lives of Men.
(4.4).  Pelukan menenangkan.  Pelukan ini dilakukan kepada yang sedang berduka, dengan tujuan untuk menenangkan dan menghibur, keduanya saling berangkulan yang terkadang dibarengi elusan di kepala atau punggung.   "Mengelus punggung Anda memberinya ketenangan, di mana secara naluriah banyak orang melakukannya ketika mereka sedang down," kata Driver Janine, presiden Body Language Institute.  Dengan membalas pelukannya maka ada ungkapan bahwa semuanya baik-baik saja.
(4.5).  Pelukan bersama.  Bertujuan untuk saling member semangat, bisa dilakukan oleh dua orang atau banyakan/tim untuk saling memberikan semangat.
(4.6).  Pelukan penghormatan atau salam.  Pelukan yang dilakukan oleh seseorang sebagai salam, badan agak renggang, untuk saling menghormati, saling menyilangkan badan dengan kepala ke kiri dan selanjutnya ke kanan (lelaki dengan lelaki), saling beradu pipi (perempuan dengan perempuan).  Sedangkan sebagai ucapan salam atau penghargaan, di muka umum, dilakukan lelaki dan perempuan, hamper tidak ada pelukan tetapi pipi saling menempel (kiri kemudian kanan), terlihat sedikit sensual.
(4.7).  Pelukan dengan kepura-puraan.  Dilakukan bisa dalam bentuk salah satu macam pelukan sebelumnya, namun terkadang sulit dibedakan karena menyangkut hati seseorang (ada apa-apa di belakangnya).  Tapi yang lebih nyata antara lain setelah pelukan dompet hilang, atau tukang sulap pura-pura memeluk tahu-tahu kacamata pindah tangan, demi tujuan cinta sesaat (biasanya perempuan yang jadi korban), atau yang ujung-ujungnya persekongkolan yang kurang baik.


Tip
(5.1).  Kunci untuk memperoleh manfaat pelukan adalah kenyamanan.  Namun tidak setiap pasangan maupun seseorang terbiasa dengan hal ini.  Coba kita ingat-ingat berapa kali dalam sehari kita memberikan pelukan kepada anak atau pasangan? Pasti banyak di antara yang menjawab jarang atau bahkan tidak sama sekali. Orang lndonesia memang relative kurang menunjukkan rasa emosionalnya melalui pelukan. Padahal pelukan bukan sekadar sentuhan fisik tetapi juga memberikan ketenangan dan perasaan disayangi.  Namun perlu diingat jangan sembarangan peluk sana dan peluk sini.
(5.2).  Manfaat pelukan tidak mengenal usia.  Kehangatannya dapat dirasakan sejak seseorang dilahirkan (ditidurkan sambil dipeluk atau dibelai) hingga beranjak dewasa.  Namun seiring pertambahan usia anak, orang tua mulai enggan memberikan pelukan.  Bagi kita yang tidak terbiasa berpelukan, bagaimana membiasakannya? Mulailah segera. "Lakukan terus dengan tulus sampai Anda menemukan rasa nyaman. Berpelukanlah minimal delapan kali sehari," kata Melly, yang juga penulis buku Miracle of Hug.
(5.3).  Rangkulkan tangan saat berpelukan, rasakan aliran energi. Bayangkan jika itu adalah pelukan terakhir. "Peluklah pasangan dan buah hati sesering mungkin agar tidak menyesal jika kusempatan memeluk itu tidak ada lagi” saran Melly.
(5.4).  Cara untuk memulihkan keeratan hubungan.   Melalui kegiatan yang bisa tanpa kata-kata ini dapat meningkatkan hubungan menjadi lebih baik serta mengembalikan kemesraan seperti di awal pernikahan dalam berkeluarga.
(5.5).  Berpelukan adalah hal wajib dan penting untuk dipelihara dan selalu dilakukan oleh setiap pasangan.  Karena salah satu penyebab keretakan hubungan asmara ataupun rumah tangga adalah hal yang dianggap sepele ‘berpelukan’.  Telah terbukti bahwa pasangan yang rajin berpelukan dan berbincang intim jauh lebih berbahagia serta awet hubungannya (kalau perlu sampai kakek-nenek).
(5.6).  Sentuhan lebih ampuh ketimbang perkataan sanjungan.  Bentuk kasih sayang orang tua kepada anaknya terkadang dirasakan telah dianggap cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan sang anak, seperti dengan membelikan mainan, menyekolahkan ke jenjang yang tinggi, serta melalui ucapan kata yang lembut.  Padahal, sentuhan sebenarnya lebih ampuh ketimbang perkataan sanjungan sekalipun, pelukan lebih bermakna dan lebih mendalam ketimbang perkataan "ibu sayang kamu".
(5.7).  Supaya dibiasakan.  Anak yang sering dipeluk cenderung mudah memunculkan rasa kasih sayang terhadap sesama, sebaliknya jika pelukan tidak dibiasakan maka anak bisa tumbuh menjadi individu yang kurang baik dan tidak peduli sesama.

Catatan akhir :  Sudahkah Anda memeluk buah hati dan pasangan hari ini?.  Mulai sekarang, berikan pelukan pada anggota keluarga dan orang-orang yang Anda kasih sayangi setiap hari. Serta tentunya tidak lupa untuk berdoa demi kesehatan dan kebaikan bersama.


Sampai ketemu di Topik lain  ...
 
Keterangan gambar : diambil dari internet
Sumber bacaan : forum.viva.co.id, Media Indonesia (8/5/2012 &23/10/ 2013), waspada.co.id 2013/05/21, Koran Sindo 26/10/2013), tabloidnova.com 2010/07/05, health.liputan6.com 2013/08/29 & 2013/10/21

1 komentar:

  1. kak, ini sumbernya dari buku mana tentang tipe pelukan dll ? penting buat penelitian

    BalasHapus