Jumat, 13 Januari 2012

Wisata Jakarta : Kepulauan Seribu, Tempat Wisata yang Sangat Menarik, Praktis dan Ekonomis (Bagian 2)

Dikemas Oleh : Isamas54
Untuk menuju ke wilayah obyek wisata ini sekarang semakin mudah dan banyak alternative pilihan sesuai dengan keinginan dan kemampuan Anda.

Kepulauan Seribu adalah tempat wisata yang cenderung paling praktis dan murah meriah bagi pelancong dari Jakarta, yaitu : (a).  Perjalanan bebas macet karena sepenuhnya mengandalkan transportasi laut dengan gugusan pulau yang terdekat bisa dicapai tak lebih dari 30 menit, coba bandingkan dengan jika berwisata ke luar kota, seperti ke Puncak, Bogor, atau ke Bandung yang memakan waktu hingga berjam-jam.  (b).  Pelancong bisa melakukan island hopping atau mengelilingi beberapa pulau dalam satu kesempatan.

Rute perjalanan


Untuk menuju Kepulauan Seribu, dari Jakarta dapat ditempuh melalui Dermaga Marina Ancol atau Pelabuhan Muara Baru, Muara Angke.

(1).  Marina Ancol
Marina Ancol  adalah dermaga tempat berlabuhnya kapal yang menuju ke kepulauan seribu, lokasi tepat di belakang Dunia Fantasi - di dalam Taman Impian Jaya Ancol -, tiket masuk untuk tiap kendaraan dan orang sama yaitu Rp. 13.000,-.  Kendaaran pengunjung Pulau seribu dapat memarkir dan menginapkan kendaaraannya di sekitar dermaga, lokasi cukup aman dikarenakan lokasinya berada di pusat hiburan Taman Impian Jaya ancol.
Untuk menuju Marina Ancol dapat melalui beberapa akses dari : (a).  Pintu utama :  arah dari jl. Gn Sahari, menuju Dufan belok kiri dan menyusuri dermaga, (b).  Pintu Pluit : berada tepat di Marina Ancol, (c).  Pintu Timur:  menuju kearah Dufan dan menuju Marina ancol.
Dermaga di Marina ancol mempunyai nomor, dari nomor 1 sampai dengan dermaga ujung no. 23, yaitu : Dermaga 09 (pulau Putri), Dermaga 15 (Pulau Alam Kotok / Kulkul Kotok), Dermaga 16  (Pulau Ayer), Dermaga 17 (Pulau Bidadari), Dermaga 19 (Pulau Sepa), Dermaga 22 – 23 (Pulau Pantara).
Untuk penyeberangan ke Kepulauan Seribu saat ini sudah diarahkan dari Pelabuhan Muara Angke
(2).  Muara Angke
Pelabuhan khusus penumpang di Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, setelah soft launching 22 Desember 2011 mulai diminati sebagai akses menuju ke Kepulauan Seribu, misalnya liburan Natal  sekitar 710 orang.  Rincian beberapa hari yaitu 23 Desember sebanyak 228 penumpang, 24 Desember sebanyak 128 orang, 25 Desember sebanyak 158 orang, dan 26 Desember sebanyak 196 orang penumpang.
Mulai banyaknya penumpang yang menggunakan kapal di pelabuhan ini, menunjukan masyarakat sudah mulai terinformasikan tentang keberadaan pelabuhan khusus penumpang yang baru di Muara Angke disamping itu kapal-kapal penumpang di Marina Ancol sudah dialihkan ke pelabuhan ini seperti sejumlah kapal penumpang milik Pemprov DKI.

Pembangunan pelabuhan Muara Angke
Pelabuhan khusus angkutan penyeberangan baru Muara Angke, Penjaringan-Jakarta Utara, terletak di kawasan Kali Adem atau tidak jauh dari pelabuhan perikanan Muara Angke yang selama ini digunakan warga Jakarta menyeberang.  Pelabuhan ini telah diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (5/1/2012), dengan tujuan pembangunnya (dana Rpl30 miliar) adalah untuk meningkatkan akselerasi pembangunan ekonomi di kepulauan tersebut.
Pelabuhan itu dilengkapi dengan dermaga beton sepanjang 182,5 meter, dan dermaga apung 20,5 meter, pelabuhan tersebut dapat menampung kurang lebih 50 kapal dengan ukuran di bawah 50 gross ton­nage (GT).  Kolam pelabuhan seluaS 56.686 meter persegi, sedangkan alur masuk sepanjang 655 meter dan lebar 100 meter de­ngan kedalaman rata-rata 3,5 meter. Pelabuhan ini juga punya lahan parkir, ruang loket, ruang tunggu penumpang, dan boarding gate layaknya di bandara.
Walau penggunaannya sudah diresmikan, Pelabuhan Muara Angke masih memerlukan banyak pembenahan, seperti sejumlah sarana dan prasarana pendukung seperti menara pengawas dan pagar di sekeliling pelabuhan belum dibangun.  Begitu pula dengan akses jalan masuk ke pelabuhan yang kini memutari perkampungan warga dan kondisinya rawan rob.
Rencananya akses jalan akan ditinggikan dan ditambah panjangnya 600 meter dari jalan utama tempat pelelangan ikan Muara Angke, disamping itu direncanakan adanya sebuah terminal terpadu di sekitar pelabuhan yang akan dibangun terintegrasi dengan koridor IX Trans-Jakarta Pluit-Pinang Ranti.

Kapal penyeberangan
Penumpang yang memilih untuk menghabiskan liburan di Kepulauan Seribu kini banyak menyebrang di Pelabuhan Muara Angke, untuk hal tersebut saat ini telah disiapkan 8 kapal untuk melayani penumpang (6 Kapal Motor (KM) Kerapu dan 2 KM Lumba Lumba) dengan kapasitas angkut masing-masing kapal sebanyak 30 penumpang.
Seluruh kapal itu diberangkatkan setiap harinya dengan dua kali perjalanan, dari Pelabuhan Muara Angke, yaitu pada pukul 08.00 WIB dan pukul 13.00 WIB.
Jadwal kapal
Jadwal Lintasan Kapal Penyeberangan di Pelabuhan Muara Angke (Media Indonesia 9 Januari 2012)

KM Lumba-Lumba pada trip 1 pukul 08.00 WIB (2 lintasan) - kapasitas 50 orang (Gambar).
Lintasan 1 : dari Muara Angke-Pulau Untung Jawa-Pulau Pramuka-Pulau Tidung (pp). 
Lintasan 2 Muara Angke-Pulau Untung Jawa-Pulau Tidung (pp).
KM Kerapu trip 1 pukul 07.00 dan trip 2 pukul 12.00 (empat lintasan) - kapasitas 25 orang.
Lintasan 1, Muara Angke-Pulau Untung Jawa-Pulau Pari-Pulau Pramuka-Putau Kelapa (pp).   
Lintasan 2, Muara Angke-Pulau Untung Jawa-Pulau Lancang-  Pulau Payung-Pulau Tidung (pp). 
Lintasan 3, Muara Angke-Pulau Untung Jawa-Pulau Lancang-Pulau Payung-Pulau Payung-Pulau Tidung (pp).   
Lintasan 4, Muara Angke-Pulau Untung Jawa-Pulau Lancang-Pulau Pari-Pulau Pramuka (pp).

Angkutan menuju Pelabuhan Muara Angke
KWK trayek Grogol-Muara Angke B01 (152 kendaraan). KWK U10 Sunter Permai-Muara Angke (53 kendaraan). KWKU11 Pademangan-Muara Angke. PPD 37 Blok M-Muara Angke.

Pembiayaan
Penyeberangan umum
Harga tiket, menurutnya, tergantung dari jarak pulau yang dituju seperti dengan tujuan Pulau Tidung harga tiket Rp30 ribu/orang, tujuan Pulau Untung Jawa Rp25 ribu/orang, dan ke Pulau Pari Rp30 ribu/orang. Disamping itu kapal pun dapat mengantar penumpang antarpulau di Kepulauan Seribu, dengan harga tiket Rp25 ribu per orang.
Paket wisata
Hampir semua pulau seribu menerima paket day trip (atau pulang hari), hanya jika pengunjung yang mengambil paket day trip tidak terlalu banyak pada saat itu, pulau umumnya menolak dikarenakan mereka harus memulangkan kapal nya ke Jakarta dalam keadaan kosong (tidak penuh) sehingga tidak mengcover biaya operasional kapal.
Sewa kapal
Beberapa pelancong bisa pergi bersama dan menyewa speedboat, kapal yacht, atau kapal kayu nelayan dengan harga yang tentu saja tergantung pulau-pulau yang ingin dikunjungi, misalnya (okezone.com, 8/14/2010) :  (a).   speedboat kapasitas 28 orang dengan tujuan Pulau Bidadari, Ayer, dan Onrust, seharga Rp4 juta. (b).  kapal yacht yang lebih mewah dengan kapasitas sekitar 25 orang dengan tujuan empat pulau- pulau yang berdekatan semisal Pulau Edam, Onrust, Untung Jawa, dan Rambut, ditaksir sekitar Rp5 juta. (c).  kapal kayu nelayan harganya bisa jauh lebih murah, dimana kapal penumpang biasa umumnya hanya berlabuh di pulau-pulau yang berpenghuni, seperti Pulau Untung Jawa atau Pulau Pramuka.  Untuk yang terakhir ini keuntungannya biaya lebih murah, namun tidak bisa melakukan island shopping.

Tips Ke Pulau Seribu
(a).  Pastikan persiapan terlebih dahulu, baik untuk wisata pulang hari/day tour maupun menginap.
(b).  Datang  dan check in paling lambat 30 menit dari jadwal kapal, dan kapal tidak akan menunggu lama jika terlambat.
(c).  Dilarang membawa binatang peliharaan.
(d).  Tidak diperbolehkan membawa bahan makanan sendiri (packing) dalam jumlah besar, untuk group sebaiknya makanan dibagikan ke peserta dan dibawa masing – masing (personal handling).  Pihak manajemen pulau akan mengenakan corkage charge.
(e).  Menggunakan kapal penyeberangan umum atau memilih paket wisata.  Tentukan pulau yang akan dikunjungi sesuai dengan keinginan.
(f).  Sesuaikan perjalanan Anda dengan kemampuan dan rincian budget yang akan dikeluarkan.

SELESAI

Keterangan gambar : sebagai ilustrasi yang diambil dari internet
Sumber a.l :pulauseribujakarta.com; okezone.com, Updated: 8/14/2010;www.mediaindonesia.com/read/2011/12/27 dan Media Indonesia tgl 9 Januari 2012

Bacaan sebelumnya : Bagian 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar