Rabu, 21 Desember 2011

Pembangunan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi)


Pemerintah saat ini akan membangun 4 jalan tol yang salah satunya adalah pembangunan Tol Bocimi.  Apabila Bocimi telah selesai maka jarak Bogor-Sukabumi dapat ditempuh hanya dalam waktu 30 menit.

Pembangunan 4 jalan tol
Menteri Pekerjaan Umum setelah penandatanganan amendemen perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) pada akhir pekan lalu (12/2011) di Jakarta meminta kepada empat badan usaha jalan tol untuk menetapkan target pelaksanaan konstruksi.
Keempat ruas tol dimaksud, yakni :
(a).  ruas Bekasi-Cawang-Kampung Melayu sepanjang 21,04 kilometer dengan investasi Rp7,2 triliun. Pada proyek itu, pemegang hak konsesinya adalah PT Kresna Kusuma Dyandra Marga.
(b).  Ciawi-Sukabumi (54 kilometer) dengan nilai investasi Rp7,7 triliun yang hak konsesinya dipegang PT Trans Jabar Tol.
(c).  Waru-Wonokromo-Tanjung Perak (18,6 kilometer) senilai Rpll,ll triliun dengan pemegang konsesi PT Margaraya Jawa Tol. Dan
(d). Pasuruan-Probolinggo (45 kilometer) dengan nilai investasi Rp3,5 triliun dan pemegang hak konsesinya dipegang PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol.
PT Kresna Kusuma Dyandra Marga telah siap memulai konstruksi tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, namun perusahaan hingga kini masih menunggu sisa pembebasan lahan sepanjang 7 kilometer dari total 21,04 kilometer.  Begitu tanah diberikan maka perusahaan akan langsung groundbrenking sehingga kalau sesuai dengan jadwal kerja, sekitar April 2012.

Pembangunan Tol Bogor-Sukabumi (Bocimi)

Gambar : Ekskavator meratakan tanah di lahan Tol Bocimi.
Pembangunan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) yang sempat tertunda Agustus 2010 lalu akan segera terealisasi. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan telah meletakkan batu pertama pembangunan tahap I proyek Tol Bocimi di Desa Ciherangpondok, Kecamatan Caringin, Bogor (16/12/2011).
Megaproyek yang menghubungkan Bogor-Sukabumi itu akan menghabiskan  anggaran Rp5,4 triliun, dengan rincian antara lain sebesar Rp725 miliar untuk pembebasan lahan seluas 142,2 hektare yang terdiri atas lahan pemukiman seluas 24,66 hektare, lahan persawahan 42,99 hektare dan ladang 4,55 hektare.
Tol sepanjang 54,4 kilometer itu memiliki masa konsesi 45 tahun dan dioperasikan oleh PT Trans Jabar Tol (TJT) yang sahamnya dimiliki PT Bakrie Toll Road (60 persen), BUMD Jawa Barat PT Jasa Sarana (25 persen) dan PT Bukaka Teknik Utama (15 persen). Tol tersebut melintasi wilayah  Ciawi, Caringin, Cigombong, Cibadak dan Sukabumi.
Jika tol ini beroperasi, waktu tempuh Jakarta-Sukabumi diperkirakan hanya 1,5 jam dalam kondisi normal alias tidak macet, sedangkan Bogor-Sukabumi diperkirakan hanya butuh waktu tempuh 30 menit. Selama ini, waktu tempuh Bogor-Sukabumi paling cepat tiga jam perjalanan.
Pembebasan lahan Tol Bocimi tahap pertama sudah 60 persen, dimulai dari Kecamatan Ciawi, Caringin hingga Cigombong.

Tahapan pembangunan

Tahap I : sepanjang Rp14,6 kilometer, dimulai dari Muarasari, Kota Bogor-Bitungsari Kecamatan Ciawi-Caringin hingga Cigombong. Diperkirakan akan selesai 2013 dan dioperasikan Januari 2014.
Tahap II : Cigombong-Cibadak (12,65 km), Cibadak-Sukabumi Barat (13,9 km) dan Sukabumi Barat- Sukabumi Timur (13,2 km).
PT Trans Jabar Tol, akan menggunakan metode yang lebih maju yakni konstruksi awal (land clearing) dilakukan secara paralel dengan pembebasan lahannya.  Prosesnya simultan, lahan yang terbebas hampir 30 persen di seksi I langsung dilakukan land clearing. Metode ini diharapkan tuntas pada kuartal III dan IV tahun depan, dan setelah itu, proses konstruksi langsung dimulai.

Pembebasan lahan
PT Trans Jabar Tol selaku pihak pengelola, secara terbuka menawarkan konsep pembebasan lahan secara massal kepada pemilik lahan dengan konsep land lord consolidation, yakni kepada pemilik lahan secara berkelompok akan ditawarkan lokasi baru dengan konsep kawasan berintegrasi. Hal ini untuk menghindari kausu setelah jual lahan mereka  tak tahu harus pindah ke mana sehingga lebih baik diintegrasikan. Mereka juga bisa buat badan hukum seperti koperasi, sesuai tata ruang, dan yang mengelola adalah Bakrieland (bukan BTR).

Sejarah jalur Bogor- Sukabumi
Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) menegaskan bahwa jalur Bogor- Sukabumi adalah merupakan jalan era kolonial Belanda, dahulunya dipergunakan untuk mengangkut hasil perkebunan dan bukan untuk jalan utama. Akses tersebut menjadi penopang perekonomian wilayah Bogor dan Sukabumi, tapi lama-lama menjadi akses utama dan keberadaannya menjadi sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi
Pembangunan Tol Bocimi bisa menjadikan solusi guna menuntaskan berbagai persoalan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Bogor-Sukabumi untuk  memajukan ekonomi kedua daerah dan Provinsi Jabar.
Pemerintah Kota Bogor masih berusaha berupaya mendekati warga Kelurahan Harjasari dan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan, untuk melepas tanah mereka sebagai lahan Tol Bocimi.  Perundingan masih berjalan dan berharap agar warga di dua kelurahan tersebut mau melepas tanah mereka. Pasalnya, tim apraisal yang ditunjuk Departemen Pekerjaan Umum (PU) masih bekerja keras menentukan harga tanah. Perundingan tetap berjalan karena Bocimi sangat penting bagi Kota Bogor yang diharapkan mampu mengurai kemacetan.
Diharapkan perundingan warga dengan tim apraisal cepat selesai sehingga Bocimi dapat selesai tepat waktu, dimana saat ini dari 600 bidang tanah sebagian sudah dibayar dan sebagian lagi sedang dalam proses pembebasan.

Sesuai harapan dan himbauan Gubernur Jawa Barat, Tol Bocimi akan menjadi solusi kemacetan lalu lintas di jalur Bogor-Sukabumi sehingga semua yang terlibat supaya mempunyai komitmen serius dalam pembangunannya.

Keterangan gambar : sebagai ilustrasi yang diambil dari internet.
Sumber :www.radar-bogor.co.id 17/12/2011, www.bataviase.co.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar