Jumat, 09 September 2011

Makanan (Bagian 4) : Kandungan Zat Makanan (3) – vitamin A, D, E, dan K

Vitamin oleh tubuh diperlukan dalam jumlah yang sangat kecil, tidak menghasilkan energy, dan apabila tubuh kekurangan vitamin dapat menyebabkan penyakit Defisiensi. Jenis vitamin antara lain Vitamin yang larut dalam lemak yaitu vitamin A, D, E, dan K.


Vitamin adalah suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yang berfungsi untuk mambantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh. Tanpa vitamin manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya tidak akan dapat melakukan aktifitas hidup dan kekurangan vitamin dapat menyebabkan memperbesar peluang terkena penyakit pada tubuh kita.


Uraian mengenai vitamin yaitu :
(a).  Istilah vitamine atau vitamin pada mulanya dikenalkan oleh  seorang ahli kimia Polandia yang bernama Funk. Ia percaya bahwa zat penangkal penyakit beri-beri yang larut dalam air itu suatu amina yang sangat vital, dan dari kata tersebut lahirlah istilah vitamine dan yang kemudian menjadi vitamin.  Hampir semua vitamin yang kita kenal sekarang telah berhasil diidentifikasi sejak tahun 1930. 
(b).  Saat ini vitamin dikenal sebagai suatu kelompok senyawa organik yang tidak termasuk dalam golongan protein, karbohidrat, maupun lemak. Senyawa ini terdapat dalam jumlah yang kecil dalam bahan makanan tapi sangat penting peranannya bagi tubuh untuk menjaga kelangsungan kehidupan serta pertumbuhan.
(c).  Vitamin merupakan suatu molekul organik yang sangat diperlukan tubuh untuk proses metabolisme dan pertumbuhan yang normal.
(d).  Vitamin tidak dapat dihasilkan oleh tubuh manusia dalam jumlah yang cukup, oleh karena itu harus diperoleh dari bahan pangan yang dikonsumsi, kecuali vitamin D, yang dapat dibentuk dalam kulit ketika kulit mendapat sinar matahari.
(e). Dalam bahan pangan hanya terdapat vitamin dalam jumlah relatif sangat kecil, dan terdapat dalam bentuk yang berbeda-beda, diantaranya ada yang berbentuk provitamin atau calon vitamin (precursor) yang dapat diubah dalam tubuh menjadi vitamin yang aktif. Segera setelah diserap oleh tubuh provitamin akan mengalami perubahan kimia sehingga menjadi satu atau lebih bentuk yang aktif.


Pengelompokan vitamin
Vitamin pada umumnya dapat dikelompokan ke dalam dua golongan utama yaitu : (a).Vitamin yang larut dalam lemak yaitu vitamin A, D, E, dan K; (b).  Vitamin yang larut dalam air yaitu vitamin C dan vitamin B.

Vitamin yang larut Dalam Lemak (Lipid Soluble Vitamins)

Vitamin A (Aseroftol)

Berfungsi dalam pertumbuhan sel epitel, mengatur rangsang sinar pada saraf mata (penglihatan). Defisiensi awal akan menimbulkan gejala Hemeralopia (rabun senja) dan Frinoderma (kulit bersisik). Kemudian pada mata akan timbul Bercak Bitot setelah itu mata akan mengering (Xeroftalmia) akhirnya mata akan hancur (Keratomalasi).
Pada umumnya sayuran dan buah-buahan yang berwarna banyak mengandung karotin. Ada hubungan langsung antara derajat kehijauan sayuran dengan kadar karoten, yaitu semakin hijau daun tersebut semakin tinggi kadar karotennya, sedang daun-daun yang pucat seperti selada dan kol, labu siam, miskin akan karoten.
Kebutuhan  :
FAO–WHO telah mengadakan perhitungan, bahwa separuh dari karoten yang terserap oleh tubuh akan diubah menjadi vitamin A, jadi kira-kira hanya 1/6 dari kandungan karoten dalam bahan makanan yang akhirnya akan dimanfaat oleh tubuh.
Terlalu banyak konsumsi vitamin A dapat menyebabkan hipervitaminosis, suatu keadaan keracunan yang disebabkan oleh terlalu banyak konsumsi vitamin A, yaitu bila mengkonsumsi 75.000 sampai 500.000 SI (45 sampai 300 mgr -karoten) setiap hari untuk jangka waktu beberapa bulan. Penyimpanan vitamin A dalam tubuh. 95 % dari cadangan vitamn A disimpan oleh tubuh dalam hati.
Akibat Kekurangan Vitamin A : Dalam tubuh vitamin A berperan dalam penglihatan/ mata, permukaan epitel, serta mennganggu proses pertumbuhan.
Sumber Vitamin A : (a) Bahan pangan hewani (susu, keju, kuning telur, hati dan berbagai ikan). (b).  Bahan pangan nabati (Beberapa sayuran dan buah-buahan yang berwarna kuning atau merah, terutama wortel kaya akan vitamin A), Sedangkan sayuran hijau penting artinya sebagai sumber vitamin A bagi masyarakat di daerah pedesaan karena murah dan mudah didapat secara lokal.

Vitamin D

Vitamin ditemukan oleh McCollum, Hesz dan Sherman.  Adapun fungsi Vitamin D bagi tubuh adalah :  (a).  Mengatur pembentukan garam fosfor dalam tubuh yang digunakan untuk pengerasan tulang, (Kalsiferol = Ergosterol) memperlancar proses Osifikasi. 
Kekurangan vitamin D mengakibatkan penyakit rakhitis (penyakit tulang-tulang tetap lunak sehingga mudah berubah bentuknya), mengakibatkan gangguan penyerapan kalsium dan fosfor pada saluran pencernaan dan gangguan mineralisasi struktur tulang dan gigi.  Akibat kekurangan Vitamin D : Ricetsia, Tetani, Osteomalacia.  Sedangkan kelebihan vitamin D menyebabkan keracunan. Kebutuhan akan vitamin D, terutama bagi penduduk negaranegara beriklim tropis tidak bisa dipastikan karena tubuh secara tidak langsung dapat membuat vitamin D sendiri.


Tidak seperti halnya vitamin-vitamin lain, dalam kulit tergantung jumlah sinar matahari yang diterima serta konsentrasi pigmen di kulit. Agar tubuh tidak kekurangan vitamin D, maka dianjurkan untuk selalu memanfaatkan sinar matahari untuk kesehatan, terutama di pagi hari.

Peranan vitamin D sangat penting bagi metabolisme kalsium dan fosfor. Dengan adanya vitamin D, absorpsi kalsium oleh alat pencernaan akan diperbaiki, Kalsium dan fosfor dari tulang dimobilisasi. Pengeluaran kalsium dan fosfor dari tulang dimobilisasi, pengeluaran dan keseimbangan mineral dalam darah ikut dikendalikan.

Vitamin E (Tokoferol)
Vitamin E dianggap berpengaruh pada kesanggupan bereproduksi. Hewan-hewan yang dalam makanannya kekurangan vitamin E akan menjadi mandul.
Hewan betina yang kekurangan vitamin E ini pada telurnya akan berdegenerasi, sedangkan pada hewan-hewan jantan akan mengkibatkan pemghambatan dalam pembentukan sel jantan (sperma). Bagi manusia belum jelas apakah berpengaruh atau tidak. Vitamin ini terdapat dalam biji-bijian yang sedang tumbuh.
Di beberapa negara maju, demikian juga di kota-kota besar di Indonesia, khasiat vitamin E banyak dimanfaatkan, khususnya sebagai obat berbagai penyakit, dan merupakan komoditi yang mahal tetapi laris.

Manusia membutuhkan vitamin E dalam jumlah yang sedang, dan biasanya telah dapat dicukupi dari makanan seharihari.
Pada tahun 1973 National Research Council (NRC-USA) mengumumkan RDA (Recommended Daily Allowance) yang baru untuk vitamin E. Sebelum tahun tersebut RDA untuk vitamin E sebanyak 25-30 SI untuk orang dewasa, kini menjadi 12-21 SI saja.
Ekstrak dari tumbuhan seperti sayuran dan buah-buahan yang kaya akan vitamin E, dimanfaatkan sebagai bahan kosmetika. Selain itu sumber-sumber vitamin E yang natural perlu dikonsumsi mengingat pentingnya fungsi vitamin ini bagi tubuh. Dengan mengkonsumsi sumber vitamin E yang beragam tentu saja kita akan dapat memperoleh vitamin ini dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan.

Vitamin K (Anti Hemoragi)


Ditemukan oleh Dam dan Schonheydcr. Berfungsi dalam pembentukan protrombin. Dibuat dalam kolon dengan bantuan bakteri Escherichia coli

Bersambung ke Bagian 4 ...

Keterangan gambar : sebagai ilustrasi yang diambil dari internet

Sumber a.l : gurungeblog.wordpress.com/2008/11/21;  dahlanforum.wordpress.com/2009/04/20; organisasi.org

Bacaan terkait :
Sebelumnya Bagian 3 >> Selanjutnya Bagian 5 (menyusul)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar