Senin, 24 Januari 2011

Penyelamatan 33 Penambang Cile yang Terjebak di Bawah Tanah.


Sebanyak 33  penambang terjebak di kedalaman 625 meter bawah tanah atau terkubur 700.000 ton batu yaitu sejak salah satu tambang emas dan tembaga runtuh pada tanggal 5 Agustus 2010 di Copiapo Cile.  Setelah berada di da­lam tanah selama 68 hari maka pada tanggal 13 Oktober 2010 dapat diselamatkan satu persatu yaitu diangkat ke permukaan bumi dengan selamat.   Setelah selamat dari kejadian tersebut para penambang mungkin akan kembali lagi pada pekerjaannya karena "Hidup di bawah tanah sudah menjadi kehidupan, budaya, dan cara mereka mencari nafkah”.
Menjelang penyelamatan
Menjelang pembebasan 33 penambang yang terjebak di dalam tanah, Presiden Cile, Sebastian Pinera, mengatakan supaya bisa langsung menyaksikan sendiri upaya perto­longan.  Hal tersebut  dikatakan kepada para penambang setelah mereka ditemukan selamat, dimana me­reka akan dibebaskan dari da­lam tanah sebelum Hari Natal.


Kemajuan dalam proses pengeboran saluran penyelamat membuat jadwal pertolongan para penambang bisa lebih cepat, tetapi para pemimpin tim penyelamat tidak mau gegabah dan mereka menetapkan akhir Oktober sebagai waktu penyelamatan.
Pinera telah mempercepat jadwal yakni sebelum kepergiannya ke Eropa pada 15 Oktober 2010. 
Terkait dengan pernyataan Pinera, ketua tim penolong Andre Sougarret bisa memahami mengapa semua pihak ingin bisa segera menye­lamatkan para penambang.
Sampai dengan Senin (4/10), para pe­nambang sudah berada di da­lam tanah selama 59 hari sejak tambang mereka runtuh pada 5 Agustus.
Apabila mesin pengebor telah berhasil mencapai lokasi para penambang, tim penyelamat akan menurunkan kamera video un­tuk meninjau dinding lubang penyelamat.  Tim lalu memutuskan akan memperkuat lubang itu dengan tabung baja atau tidak. Proses itu bisa mernbuat para penam­bang tinggal lebih lama di da­lam tanah selama tiga sampai 10 hari lagi, tetapi keselamatan mereka akan lebih terjamin.
Sementara itu, seorang pe­nambang, Mario, Sepulveda, merayakan ulang tahun ke-40, Senin. Tim penyelamat menyanyikan lagu selamat ulang tahun baginya melalui telepon serta menurunkan 33 kue kecil menggunakan kapsul khusus yang menjadi alat penghubung tim dengan para penambang.

Satu per satu diselamatkan
Setelah penantian 69 hari, 32 penambang Cile dan satu penambang Colombia yang terperangkap di dalam perut bumi satu per satu kembali dapat menikmati cahaya matahari (13/10/2010). Penyelamatan fenomenal itu disambut gegap gempita seluruh warga Cile.
Penambang pertama yang naik ke permukaan adalah Florencio Avalos. la naik dengan kapsul penolong berbentuk mirip rudal tepat pukul 00.11 waktu setempat. Setelah keluar dari kapsul bernama Phoenix itu, Avalos langsung disambut istri dan anak lakinya berusia tujuh tahu. Ia disambut President Sebastian Pinera dan Ibu Negara Cecilia Morel dilatari seruan 'Cile' dan tepuk tangan masyarakat.
Avalos sempat memberikan jempolnya ke arah para penyambut sebelum dibawa ambulans ke pusat kesehatan. Seluruh penambang wajib di bawah observasi medis selama 48 jam setelah terbebas.
Satu jam kemudian, Mario Sepulveda Espina muncul. la belum kehilangan selera humornya. la membawakan cendera mata untuk penolongnya berupa bebatuan. "Saya sangat beruntung. Saya bersama Tuhan dan setan, dan saya memilih Tuhan," ujarnya. ,
Setelah itu, berturut-turut naik penambang lainnya, termasuk Jimmy Sanchez, 19, penambang termuda. Mereka semua mengenakan kacamata hitam untuk melindungi mata dari cahaya matahari setelah terkubur sedalam 625 meter sejak 5 Agustus lalu.
Penambang terakhir yang dijadwalkan naik ke permukaan adalah Luiz Urzua, pemimpin seluruh penambang.

Cara Evakuasi Penambang
11 Oktober 2010 : (1).  Pemasangan tabung baja penguat dengan diameter 60,9 cm sebagai tabung penyelamatan selesai dlakukan.


12 Oktober 2010 : (1) Crane dan sistem pengangkat sudah dalam posisinya. (2). Tim Penyelamat melakukan uji coba kapsul dengan menggunakan awak dari tanpa awak sepanjang lorong, sebelum mengirim ke dasar tambang untuk memulai evakuasi.


13 Oktober 2010 : (1). Dua penyelamat, satu penambang dan satu dokter dikirim ke bawah untuk membantu evakuasi. (2).Sebelum masuk kapsul, penambang menggunakan pakaian khusus dengan 'Hipora' kain berkantong udara yang mencegah keringat dan pakaian dalam dari serat tembaga yang mencegah tumbuhnya bakteri dan jamur.  (3). Para penambang diangkat ke permukaan yang membutuhkari waktu masing-masing antara 15 dan 20 menit yang dimonitor via video dan radio.

Setelah upaya penyelamatan
“Kalian tak lagi sama. Negara ini tak sama lagi setelah ini. Kalian telah menjadi inspirasi.”. Itulah pernyataan Presiden Cile Sebastian Pinera menyambut kemunculan para penambang Cile dari perut bumi
Kehidupan 33 penambang itu sebentar lagi berubah. Kini mereka harus menghadapi sta­tus baru sebagai selebritas.  Jutaan mata warga dunia mengikuti kisah mereka sejak 5 Agustus, tatkala 33 penambang itu terkubur 700.000 ton batu di 625 meter di bawah tanah.
Baru 17 hari kemudian, me­reka ditemukan masih hidup setelah berhasil mengirimkan surat ke permukaan bumi lewat lubang sebesar jeruk bali. Butuh 52 hari setelah itu, baru mereka dapat menghirup udara segar setelah naik melalui kapsul berbentuk rudal ke permukaan.
Para penambang itu pada umumnya sehat. Mereka ha­rus berada dalam pengawasan medis selama 48 jam setelah naik ke permukaan. Hanya satu penambang yang menderita pneumonia dan harus mengonsumsi antibiotik.
Namun, selain bahaya kesehatan, bahaya psikologis masih membayangi. Pasalnya, status para penambang sebagai pahlawan nasional meningkat men­jadi selebritas internasional. Mereka kebanjiran undangan dan hadiah tidak hanya dari Cile, tapi dari seluruh dunia.
Ada undangan dari klub sepak bola elite Real Madrid dan Manchester United untuk menonton langsung pertandingan di Eropa. Ada pula hadiah masing-masing US$10.000 (sekitar Rp90 juta) dari pengusaha lokal Cile. Bos Apple Steve Jobs pun mengirimi me­reka iPod terbaru. Sebuah perusahaan Yunani bahkan menawari tur ke pulau-pulau.
Pamor Presiden Pinera pun terdongkrak. Operasi yang memakan waktu 22 jam tersebut membuat popularitas presiden yang baru menduduki jabatannya pada Maret lalu itu naik.

Mesin Bor
Warga Cile kini memiliki pahlawan baru. Namanya Jeff Hart. Dialah operator mesin bor yang berhasil menyelamatkan 33 penambang Cile yang terjebak 625 meter di bawah tanah. Selama berminggu-minggu, Hart memimpin timnya dalam operasi pengeboran ke lokasi penambang.

Tim penolong berhasil mengebor sampai ke lokasi penambang pada Sabtu (9/10).  Mereka melompat-lompat gembira setelah mesin bor menembus lapisan tanah terakhir. Keluarga maupun sahabat para penambang, yang saling berpelukan dan berciuman ketika mendengar suksesnya operasi pengeboran, langsung berebut minta difoto bersama Hart, 40, yang sudah 24 tahun bekerja sebagai operator mesin bor untuk perusahaan Geotec Boyles Bros yang berlokasi di Cile.
Geotec disewa untuk mengebor satu dari tiga lobang penyelamatan. Geotec jugalah yang pertama sampai ke lokasi penambang.  la sedang membantu pasukan Amerika Serikat menge­bor lobang air di Afghanistan ketika dipanggil membantu operasi penyelamatan penam­bang Cile.
"Saya tidak tahu kenapa saya yang dipanggil. Yang penting saya melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Kami cuma beruntung. Kalau soal kemampuan teknis, masih banyak perusahaan pengeboran lainnya yang hebat," kata bapak dua anak dari Denver, Colorado, Amerika Serikat, itu.
Segera setelah tim penolong tahu bahwa mesin bor mereka telah menembus hingga ke target lokasi, kegembiraan pun meluap. Seorang anggota tim lalu datang membawa sebotol sampanye. Hart diberi kehormatan menyemprotkan sampanye itu ke orang-orang di sekelilingnya.

Kehidupan Pribadi Penambang Jadi Sorotan Media
SEIRING dengan suksesnya operasi penyelamatan 33 penambang yang terjebak di bawah tanah di Cile, perhatian selanjutnya tertuju kepada kehidupan para penambang. Misalnya saja :
(1). Menyoroti kisah cinta Yonni Barrio Rojas, 50, yang diangkat di urutan ke-21 dari bawah tanah. Rojas harus menghadapi masalah bahwa perselingkuhannya dengan Susana Valenzuela, yang sudah ditutup rapat-rapat selama empat tahun, terbongkar. Istrinya, Marta Salinas, semula tidak tahu soal affair Rojas. Tapi Salinas kemudian bertemu Valenzuela di lokasi tambang dan pertengkaran pun berlangsung.  Rabu (13/10/2010), saat Rojas muncul ke permukaan, Valen­zuela menyambutnya dengan senyum lebar. Sambil menangis, perempuan itu lalu memeluk dan menciumi Barros. Salinas sendiri tidak kelihatan. Beberapa pekan sebelumnya, dia merobek-robek poster Rojas yang dipasang oleh Valenzuela. Tapi pesaingnya itu tidak kapok dan kembali menempelkan, poster bergambar pria yang dicintainya tersebut.
 (2). Koran Cile juga memuat soal Mario Gomez, 60, yang berjanji akan membuat pesta pernikahan lagi dengan istrinya secara besar-besaran apabila bisa selamat dari bawah tanah.  Gomez, bekerja di tambang batu bara sejak umur 12, dia kehilangan tiga jemari kirinya akibat kecelakaan kerja, menderita penyakit jantung bernama silikosis yang umum dialami penambang. Setelah bertahun-tahun hidup terpisah dari istri dan keluarganya, kerabat Gomez menyebut pria itu kini lebih mencintai orang-orang yang disayanginya. Bersama istrinya, Gomez, ia mungkin akan menerima undangan untuk berwisata ke Yunani, Jerman, Francis, dan SpanyoL
(3).  Franklin Lobos, 53, sebetulnya tidak terlalu asing dengan sorotan media. Soalnya dia adalah mantan anggota tim sepak bola Cile yang lolos kualifikasi Olimpiade Los Angeles 1984. Itu sebabnya ketika keluar dari kapsul penyelamat, Lobos sempat mempertunjukkan atraksi bermain bola, Dia kini bekerja sebagai sopir truk pengantar para penambang.
(4).  Saat terkurung di bawah tanah, Jimmy Sanchez, 19, melamar kekasihnya yang berusia 17 tahun. Keduanya sudah lebih dulu memiliki bayi perempuan berusia 4 bulan. Ayah Sanchez sendiri
meminta putranya mempertimbangkan kembali lamaran itu karena menilai keduanya masih terlalu muda.

Kehidupan setelah kejadian yang hampir merenggut nyawa


Media Cile mempertanyakan apakah 33 penam­bang itu akan kembali bekerja di bawah tanah. Banyak keluarga penambang menentang, tetapi sebagian lain tahu bahwa mereka tidak bisa mencegahnya. Mario Medina Mejia, seorang geolog Cile, menyebut banyak penam­bang Cile tetap menggali batu bara meski hampir kehilangan nyawa. Dikatakannya, "Hidup di bawah tanah sudah menjadi kehidupan, budaya, dan cara mereka mencari nafkah.

Keterangan Gambar : diambil dari internet
Sumber editing bacaan  : Harian Media Indonesia, 6, 14 dan 15 Oktober 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar