Selasa, 28 Mei 2013

Bahasa : Keragaman dan Ancaman Kepunahan Suatu Bahasa


Dikemas oleh : Isamas54
Punahnya suatu bahasa antara lain disebabkan bahasa tersebut dianggap sudah tidak mempunya nilai ekonomi tinggi lagi.


Sekitar 2.500 bahasa di dunia, termasuk bahasa-bahasa daerah di Indonesia, kini terancam punah, termasuk negara yang memiliki kekayaan ragam bahasa --Indonesia, India, AS, Brazil dan Meksiko-- dengan tingkat kepunahan bahasa cukup besar (Unesco PBB, 21/2/2009).
Dunia telah kehilangan bahasa Ubykh di Turki dan tahun lalu bahasa Eyak yang dipakai di Alaska juga juga punah, setelah wanita yang bisa menggunakannya Marie Smith Jones meninggal dunia.
Faktor penyebab
Penyebab punahnya suatu bahasa daerah dikarenakan adanya kebutuhan suatu bahasa kompromi yang menjadi suatu peluang untuk meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik.  Adapun prosesnya bisa berlangsung dari generasi ke generasi, sedangkan hal yang sangat umum dalam mempercepat kepunahan suatu bahasa meliputi  :  (a).  diduduki bahasa asing (luar), dimana orang yang menguasai bahasa asing tersebut dianggap punya peluang lebih besar untuk mendapatkan kesempatan ekonomi. (b).  Adanya perkawinan antar etnis dan arus urbanisasi. 
Sebelum lanjut, kita lihat data berikut.

Data dan pengertian :
Pengertian : bahasa adalah merupakan media untuk menyampaikan pesan atau informasi dari satu individu kepada individu lain atau lebih, baik secara lisan maupun tulisan. 

Bahasa di dunia : Dari 6.900 bahasa di dunia, 2.500 diantaranya berada dalam bahaya kepunahan.  Jumlah ini semakin meningkat dimana menurut data tahun 2001 tercatat 900 bahasa yang terancam hilang. Di tahun 2009, ada 199 bahasa di dunia yang dikuasai kurang dari selusin orang, antara lain bahasa Karaim yang hanya digunakan oleh 6 orang di Ukraina, dan bahasa Wichita hanya digunakan 10 orang di negara bagian AS, Oklahoma. (Unesco-PBB, seperti dikutip AFP 20/2/2009),
Peringkat Negara : India berada di peringkat atas jumlah total bahasa yang terancam punah di negeri itu ada 196 bahasa yang masuk daftar, diikuti Amerika Serikat 192, dan Indonesia di peringkat ketiga dengan 147.
Bahasa di Indonesia : Hampir 7.000 bahasa di dunia, 10%-nya ada di Indonesia, yaitu dari 743 bahasa daerah 169 di antaranya terancam punah karena jumlah penuturnya kurang dari 500 orang. 

Kita lanjutkan …

Kepunahan bahasa ini cukup mengkhawatirkan,  dimana hampir dari 200 bahasa  mengalami kepunahan setelah 3 generasi, misalnya saja bahasa Ubykh yang punah pada 1992 yaitu ketika orang yang menguasainya Tefvic Esenc meninggal, lalu bahasa Aasax di Tanzania pada 1976.  Namun masih ada 178 bahasa yang lain digunakan oleh 10 sampai 150 orang.  Sedangkan di Indonesia yaitu bahasa Lengilu hanya digunakan oleh 4 orang aja.

SELINGAN
Bagi orang Perancis, ancaman bahasa Inggris menjadi semakin nyata. Sebuah proposal untuk memasukkan lebih banyak mata kuliah dalam bahasa Inggris dan bahasa asing lain di universitas-universitas Perancis diperdebatkan di parlemen. Banyak orang khawatir rencana itu akan merusak jiwa dan identitas negeri itu. Sejumlah serikat buruh utama di sektor pendidikan mengancam mogok pada hari Rabu itu dan Academic Franchise -- badan yang dibentuk tahun 1635 untuk menjaga bahasa --  menentang keras. Perancis mendorong penggunaan bahasa Perancis di dalam negeri dan di luar negeri, tetapi penggunaan bahasa Inggris semakin meng­ancam dengan sebagian besar anak muda belajar dan menggunakan bahasa itu sehingga bukan hal aneh mendengar orang memakai ekspresi bahasa Inggris, seperti why not?, bukan powquoipas? dalam percakapan bahasa Perancis. Menteri Perguruan Tinggi Genevieve Fiorasso mengajukan proposal itu untuk meningkatkan jumlah mahasiswa asing di universitas Perancis. "Mats pourquoi pas?”.  (Kompas, 21 Mei 2013)

Kita lanjutkan …

Atlas bahasa
Dalam atlas yang merupakan update dari atlas tentang bahasa-bahasa di dunia yang terancam punah, Unesco mengklasifikasikan dalam lima tingkatan : mulai dari level tidak aman, terancam, sangat terancam, kritis, hingga benar-benar telah punah.
Dimana saat ini terdapat 6.000 bahasa di dunia, dengan rincian : lebih dari 200 bahasa telah punah dalam tiga generasi terakhir, 538 masuk level kritis (hampir punah), 502 sangat terancam, 632 terancam, dan 607 tidak aman.
Sebanyak 200 bahasa di dunia kini hanya memiliki penutur kurang dari 10 orang, dan 178 lainnya antara 10 hingga 50 penutur. Bahasa Manx, di Isle of Man, Inggris, punah pada 1974 setelah Ned Maddrell, penutur terakhir, meninggal dunia, sedangkan bahasa Eyak di Alaska punah dengan meninggalnya Marie Smith Jones tahun 2008. “
Lebih dari 30 ahli bahasa menyusun atlas ini, yang menyebutkan proses kepunahan suatu bahasa yang terjadi di setiap kawasan dan berbagai kondisi ekonomi.
Hampir dua pertiga bahasa di dunia digunakan di kawasan sub-Sahara Afrika, dan sekitar 10 persen di antaranya diperkirakan bakal punah pada abad mendatang. Di Prancis, 13 bahasa juga masuk dalam kategori terancam keberadaannya. Beberapa bahasa yang masuk kategori terancam punah, di antaranya bahasa Cornish di Inggris dan Sishe di Kaledonia Baru, kini direvitalisasi lagi secara aktif dan berpotensi hidup kembali.
“Punahnya suatu bahasa menyebabkan hilangnya berbagai bentuk dari warisan budaya, khusus warisan tradisi dan ekspresi berbicara masyarakat penuturnya, mulai dari sajak-sajak dan cerita, hingga peribahasa dan lelucon-lelucon,” kata Direktur UNESCO Koichiro Matsuura, dalam situs Unesco.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sudah memetakan 442 bahasa yaitu : sebanyak 26 diantaranya ada di Sumtera, 10 di Jawa dan Bali, 55 di Kalimantan, 58 bahasa di Sulawesi, 11 bahasa di Nusa Tenggara Barat, 49 bahasa di Nusa Tenggara Timur, 51 bahasa di Maluku serta 207 bahasa di Papua.

Keberadaan bahasa di Asia dan Indonesia
Kawasan Asia memiliki 2.034 bahasa sedang Eropa sebanyak 209 bahasa.   Kondisi itu,  membuat kawasan Asia-Eropa menjadi rumah bagi 34% dari bahasa-bahasa di dunia. 
Ketika negara-negara di dunia makin terhubung satu sama lain maka beberapa bahasa daerah terpinggirkan oleh bahasa lain yang dipahami bersama untuk kemudahan perdagangan dan pembangunan ekonomi.  Banyak negara cenderung menggunakan bahasa yang dipahami bersama dalam mengakses pasar internasional dan pusat bisnis sehingga dapat berdampak negatif pada perkembangan keberagaman bahasa di negara tersebut.
Sedangkan peringkat dari dari segi ancaman kepunahan yaitu : India berada di peringkat atas jumlah total bahasa yang terancam punah dimana ada sekitar 196 bahasa yang masuk daftar, diikuti Amerika Serikat 192, dan Indonesia di peringkat ketiga dengan 147.  10%  dari hampir 7.000 bahasa di dunia ada di Indonesia, yaitu dari 743 bahasa daerah 169 di antaranya terancam punah karena jumlah penuturnya kurang dari 500 orang.

Selingan
Cara bayi berkomunikasi

Komunikasi merupakan jalan untuk memahami dan mengerti apa yang hendak kita utarakan, dimana system berkomunkasi ini sudah dimulai sejak bayi.  Sehingga hal ini perlu dijawab oleh setiap pasangan orangtua yang hendak berkomunikasi dengan bayinya.
Anda mungkin terkejut atau mungkin berpikir 100 x bagaimana mungkin bayi berumur 6 sampai 10 bulan sudah dapat belajar bahasa isyarat, padahal dia belum dapat berbicara.  Jawabannya mudah saja, bayi anda mengerti apa yang anda katakana, hanya saja dia belum dapat berbicara, sehingga untuk hal ini ‘Jangan mengucapkan kata-kata kasar didepan bayi anda!’.
Dari segi pertumbuhan, sel otot tangan akan lebih dulu terbentuk dibandingkan sel halus di lidahnya, maka bayi menggunakan gerakan tangannya untuk dapat berkomunikasi.
Tanpa komunikasi yang tidak bisa dimengerti tentunya akan mengalami kesulitan untuk memahaminya, seperti : bayi haus, lapar, atau mungkin dia ingin mengantuk dan ingin tidur.   Namun dengan pengalaman dan adanya acuan untuk keperluan ini maka komunikasi anda dan bayi akan lancer sehingga membuat tugas anda semakin mudah.

Kita lanjutkan …

Diantara bahasa-bahasa daerah yang ada di Indonesia, ada bahasa-bahasa yang vitalitas atau daya hidupnya lama karena penuturnya banyak, namun ada pula yang terancam hilang karena penuturnya makin sedikit dan umumnya dari generasi tua saja.  Bahkan ada bahasa etnis di Indonesia yang penuturnya tinggal beberapa orang seperti Bahasa Lengilu, Bahasa Hoti, Bahasa Piru, Bahasa Hukumina, Bahasa Hulung, Bahasa Bonerif dan Bahasa Woria.
Bahasa yang hampir punah tersebut ada 139 bahasa yang tersebar di Kalimantan (1 bahasa), Maluku (22 bahasa), Papua Barat dan Kepulauan Halmahera (67 bahasa), Sulawesi (36 bahasa), Sumatera (2 bahasa), dan Timor-Flores dan Bima-Sumbawa (11 bahasa).  Sedangkan bahasa yang sudah punah ada 15 bahasa yaitu di Maluku (11 bahasa), Papua Barat dan Kepulauan Halmahera, Sulawesi, dan Sumatera masing-masing satu bahasa.

3 Bahasa Terpopuler di Indonesia
Di Indonesia terdapat 726 bahasa daerah, dari jumlah itu, ada 3 bahasa yang paling banyak digunakan orang untuk bertutur sapa yaitu bahasa Jawa, Sunda, dan Madura.  Bahasa Jawa dituturkan oleh 84,3 juta orang, bahasa Sunda dituturkan 34 juta jiwa penutur dan bahasa Madura dengan 13,6 juta jiwa penutur.
Bersambung ke bacaan terkait …

Keterangan gambar : sebagai ilustrasi yang diambil dari internet.
Sumber a.l  :  netsain.net, bahasaisyarat.com, antaranews.com  2012/9/4, news.detik.com/read/2009/02/20, tempo.co/read/news/2012/10/12,  Media Indonesia 14/5/2012.

Bacaan terkait :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar