Minggu, 26 September 2010

UMUR PEREMPUAN LEBIH PANJANG DIBANDING DENGAN LELAKI


Dikemas oleh Isamas54
Kajian yang mempelajari dan membandingkan angka kematian orang dewasa di seluruh dunia selama 40 tahun terakhir memperkirakan bahwa seseorang yang kini berusia 15 tahun akan meninggal sebelum usia 60. Gaya hidup hidup wanita cenderung lebih baik dari pria dimana gaya hidup yang sehat bisa membuat umur lebih panjang.  Dalam kenyataannya bahwa usia harapan hidup wanita di seluruh dunia memang secara statistik lebih tinggi bila dibandingkan dengan usia harapan hidup seorang pria.  Pertanyaannya adalah Anda sebagai pembaca adalah seorang wanita or pria?
Penelitian berdasarkan angka kematian


Menurut voanewscom, sebuah kajian baru mempelajari dan membandingkan angka kematian orang dewasa di seluruh dunia selama 40 tahun terakhir. Untuk tiap negara, para peneliti memperkirakan seorang yang kini berusia 15 tahun akan meninggal sebelum usia 60. Penelitian dilakukan di 187 negara dan menghasilkan prediksi angka kematian bagi seluruh penduduk berusia antara 15 dan 59 tahun di negara-negara tersebut. Para peneliti menemukan bahwa negara dengan resiko terendah kematian dini untuk perempuan adalah Siprus, sedangkan bagi pria negara dengan resiko terendah adalah Islandia.
Adapun hasilnya :
  • Secara keseluruhan hasil penelitian dalam 40 tahun terakhir ini yaitu angka kematian untuk laki-laki menurun 19 persen, sedangkan angka kematian perempuan turun hampir dua kali lipat penurunan angka kematian laki-laki, yaitu sebesar 34 persen.
  • Chris Murray dari University of Washington memimpin penelitian ini. Ia mengatakan banyak kemajuan sudah dibuat sejak tahun 1970, untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak. Tetapi, ia menekankan semakin besarnya kesenjangan angka kematian orang dewasa, dengan adanya jarak yang besar antara negara-negara berangka tinggi dengan yang berangka rendah.
  • Contohnya, untuk pria di Swaziland, kesenjangan antara angka terbaik dan terburuk adalah sembilan kali lipat. Kajian itu menemukan perbaikan di sub-Sahara Afrika dalam lima tahun terakhir, namun ini mungkin menjadi buah upaya memerangi AIDS.
  • Tetapi dalam 20 tahun terakhir, infeksi virus HIV dan jatuhnya Uni Soviet menaikkan angka kematian di 37 negara di seluruh dunia. Kajian juga mengatakan Amerika turun dari peringkat 34 ke peringkat 49 untuk kematian perempuan, dan dari peringkat 41 ke peringkat 45 untuk laki-laki. Angka-angka perkiraan ini membuat Amerika berada di bawah Eropa Barat dan bahkan negara-negara seperti Albania, Chili dan Tunisia.
  • Para peneliti mencatat adanya perubahan besar dalam daftar negara-negara dengan angka kematian orang dewasa terendah dalam 40 tahun terakhir. Hanya tiga negara yang terus berada di posisi 10 terendah untuk angka kematian orang dewasa laki-laki, yaitu Swedia, Belanda dan Norwegia.
  • Para peneliti mengatakan bahwa memperkirakan dan mencegah kematian dini pada orang dewasa, sama pentingnya dengan memperbaiki kemungkinan hidup seorang anak. Jutaan anak meninggal sebelum berusia lima tahun. Tetapi, para peneliti mengatakan jumlah orang dewasa yang meninggal sebelum mereka mencapai 60 tahun, mencapai tiga kali lipat dari angka kematian sebelum usia lima tahun.
Penelitian oleh University of Washington tersebut diterbitkan minggu lalu dalam jurnal kesehatan Lancet.
Gaya Hidup Sehat
Selain gaya hidup, ada faktor lain mengapa kesehatan wanita cenderung lebih baik dari pria. Menjalani gaya hidup sehat bisa membuat umur lebih panjang. Hanya, berbeda dari pria, wanita cenderung lebih memperhatikan pola hidup, sehingga wanita lebih bisa merasakan kesehatan jangka panjang dari pria. Tak mengherankan, jika banyak pria meninggal lebih cepat daripada wanita akibat gaya hidup tidak sehat, seperti dikutip dari laman Sun. Hal senada juga diperkuat dengan hasil data statistik yang dilansir Pemerintah Rusia.
Data tersebut menyebutkan setiap tahun 23 ribu orang tewas akibat keracunan alkohol. Lebih 75 ribu terkena penyakit yang dipicu efek buruk alkohol. Tak berlebihan jika kemudian candu alkohol dituding sebagai penyebab berkurangnya harapan hidup orang Rusia, terutama pria, yang hanya mencapai 56 tahun. Selain gaya hidup, ada faktor lain mengapa kesehatan wanita cenderung lebih baik ketimbang pria. Faktor-faktor tersebut antara lain, genetika, lingkungan, emosi, hormon, dan sikap hadapi risiko.
Ada lagi alasan logis, wanita bisa berumur lebih panjang dibandingkan pria, antara lain:
  • Depresi. Pria cenderung mengalami depresi, dan lebih mungkin untuk melakukan bunuh diri. Para pakar kesehatan mengungkapkan, hal itu karena wanita cenderung mencari bantuan ketika mereka merasa sedih atau stres.
  • Kanker. Hampir 40 persen pria lebih mungkin meninggal dunia akibat kanker. Hal ini mungkin disebabkan oleh keengganan pria untuk melakukan check up kesehatan rutin ke dokter, sehingga masalah kanker diketahui terlambat, dan sudah berada pada stadium lanjut.
  • Obesitas. Terjadi peningkatan lebih besar dalam jumlah orang obesitas pada pria dibanding wanita selama sepuluh tahun terakhir. Pria lebih cenderung mengalami peningkatan berat badan berlebihan, apalagi setelah menikah.
  • Harapan hidup. Sebuah penelitian mengungkapkan, karena gaya hidup dan faktor kesehatan lainnya, usia wanita lebih panjang empat tahun dari pria. Penelitian tersebut juga menyatakan, seorang bayi laki-laki lahir bisa berharap untuk hidup 77,4 tahun, sedangkan harapan hidup bayi perempuan hingga 81,6 tahun.
Penelitian tersebut mengatakan bahwa karena pria mengambil lebih banyak risiko dan mengabaikan masalah kesehatan.
Wanita Cenderung Berumur Lebih Panjang.
Sepintas lalu kalau kita perhatikan, kebanyakan wanita berusia lebih panjang daripada partner prianya. Menurut data yang dilaporkan WHO, usia harapan hidup wanita di seluruh dunia memang secara statistik lebih tinggi dari pada usia harapan hidup pria. Prof. Barbara R. Migeon, MD, PhD dari John Hopkins School of Medicine mengungkapkan bahwa pria mempunyai resiko mortalitas (kematian) yang lebih tinggi daripada wanita pada setiap tahap kehidupannya.
Tabel. Perbandingan angka mortalitas antara pria dan wanita di AS.

Umur                 Perbandingan Jumlah Pria dan wanita
0-1                    1.25:1
1-4                    1.25:1
5-14                  1.51:1
15-24                2.87:1
25-34                2.20:1
35-44                1.80:1         
45-54                1.68:1
55-64                1.50:1
65-74                1.30:1
75-84                0.96:1
85+                   0.48:1
Tentu saja kita tidak dapat mengatakan hanya perbedaan kelamin yang mendasari perbedaan angka mortalitas antara pria dan wanita. Faktor sosial, ekonomi dan perilaku, seperti aktivitas selama hidup, di mana secara umum pria memiliki peran lebih banyak dalam tanggung jawab mencari nafkah, sehingga rentan terhadap penyakit ataupun lebih riskan terhadap kecelakaan mungkin berpengaruh pada hasil dari tabel di atas.
Artikel ini akan membahas mengapa pada umumnya wanita berumur lebih panjang dari pada pria, dari segi biologi dan ilmu genetika. Seperti dikatakan Prof. Migeon, walaupun banyak faktor yang mempengaruhi angka mortalitas, jika kita telaah lebih lanjut, pada usia di mana wanita dan pria memiliki kerentanan yang sama; misalnya saat dalam kandungan, ataupun pada masa balita; tetap saja angka mortalitas bayi laki-laki lebih tinggi daripada perempuan. Jadi secara biologis, kaum pria memiliki resiko mortalitas lebih tinggi daripada wanita. Mengapa demikian?
Kromosom XX dan XY
Manusia mempunyai 46 kromosom dan 2 di antaranya adalah kromosom seks. Tentunya kita masih ingat, bahwa yang menentukan jenis kelamin pria atau wanita, adalah kromosom seks, yaitu XX untuk wanita, dan XY untuk pria.  Kromosom X mengandung 1100 gen, yang selain berperan penting dalam pengaturan hormon, juga dalam fungsi vital tubuh lainnya, mulai dari pembekuan darah, metabolisme dan perkembangan janin. Sedangkan kromosom Y hanya mempunyai kurang dari 100 gen, yang fungsi utamanya ‘hanyalah’ untuk pembentukan dan perkembangan testes dan hormonalnya.
Dapat kita bayangkan, karena wanita mempunyai 2 kromosom X, apabila 1 kromosom X rusak atau tidak sempurna, masih ada ’serep’ 1 kromosom X lagi. Sedangkan pada pria yang hanya mempunyai 1 kromosom X, jika terjadi kerusakan pada kromosom X tersebut maka otomatis pria tersebut akan menderita suatu penyakit. Mengingat pentingnya peranan kromosom X dalam fungsi tubuh, dapat dimengerti mengapa wanita yang mempunyai kromosom X dua lebih menguntungkan secara biologi.
Pada wanita, 1 kromosom X diturunkan dari ibu, dan 1 kromosom X lainnya dari ayah. Sedangkan pada pria, kromosom X diturunkan dari ibu, sedangkan dari ayah kromosom Y. Sehingga jika kromosom X yang diturunkan dari ibu mengalami kelainan (mutasi misalnya), maka pada anak perempuan bisa jadi tidak termanifestasi penyakitnya (XsakitX), atau sering disebut carrier, sedangkan pada anak laki-laki penyakit tersebut termanifestasi (XsakitY). Beberapa penyakit berat diturunkan dengan mekanisme seperti ini, contoh paling popular adalah the Royal Disease, penyakit hemofilia pada keluarga kerajaan Inggris.
Mosaik pada kromosom X
Sebenarnya, dalam tiap-tiap sel tubuh wanita, hanya 1 kromosom X saja yang berperan. Ketika masih dalam bentuk sel ovum dan sperma, kromosom X dari ayah dan ibu akan diinaktifkan dan aktif kembali jika sudah terbentuk zigot. Pada perkembangan embrio selanjutnya, yaitu pada fase blastokis, sel-sel tubuh akan menginaktifkan salah satu dari kromosom X tersebut, secara acak. Jadi pada beberapa sel, kromosom X dari ibu yang tidak aktif, sedangkan pada sel-sel lainnya kromosom X dari ayah yang tidak aktif. Inaktivasi kromosom X secara acak ini yang memberikan mosaik selular pada wanita.
Makna biologis dari mosaik pada kromosom X ini, yaitu, bila terjadi mutasi pada kromosom X dari ibu; maka hanya setengah dari sel-sel tubuh yang membawa mutasi ini. Akan tetapi pada pria dari ibu yang sama, mutasi kromosom X ibu ini akan terjadi pada seluruh sel tubuhnya, karena ia hanya membawa kromosom X dari ibu.
Keterangan gambar : sebagai ilustrasi yang diambil dari internet
Sumber bacaan a.l :
www.voanews.com  12 Mei 2010, kosmo.vivanews.com 21 September 2010
http://netsains.com 23 Januari 2009 oleh Kristy Iskandar bersumber dari Migeon, B.R. Why Females are mosaics, X-chromosome Inactivation, and Sex Differences in Disease. Gen Med. 2007;4:97-105

Catatan (boleh baca boleh tidak) :
Pertanyaan sebelum meninggalkan tulisan ini yaitu "Kenapa lebih banyak nenek-nenek menyendiri dibandingkan dengan kakek-kakek?".  jawabannya mudah saja, yaitu disamping lelaki lebih pendek umurnya dibanding dengan perempuan juga kalau duda lebih cepat nikah lagi dibandingkan dengan janda.
Walaupun duda tersebut sudah kakek-kakek!!!, tapi kalau nenek-nenek???
serta ......... kelakuan "mirip bayi" dari seorang pria tidak terbatas sampai 2 tahun, tetapi relatif ... seumur hidup - sengaja di blok karena kurang ada kaitannya - tks

Tidak ada komentar:

Posting Komentar