Senin, 17 November 2014

Hubungan Sosial, Kejiwaan dan Umur Seseorang



Dikemas oleh : Isamas54
Judul tulisan ini mungkin membuat sedikit bulu kuduk sedikit berdiri!, namun apakah masih penasaran?. 

Kematian adalah hal pasti yang akan terjadi pada setiap mahluk hidup, termasuk manusia, dan juga termasuk Anda sebagai pembaca. Sebelum lanjut berikut ini dulu.....

Data dan batasan
(a).  Kematian adalah hal pasti yang akan terjadi pada setiap mahluk hidup, termasuk manusia.
(b).  Optimistis adalah sifat seseorang yang memperkirakan sesuatu yang baik akan terjadi atau bukan hal buruk.  Sedangkan pesimistis adalah kebalikannya yaitu sifat seseorang yang memperkirakan sesuatu yang buruk akan terjadi atau bukan hal baik.
(c).   Lebih dari 300.000 orang dari empat benua menunjukkan perbaikan tingkat kesehatan karena memiliki hubungan sosial yang kuat, demikian berdasarkan riset selama tujuh tahunan.  Bahkan usia mereka dua kali lebih panjang dari orang yang kesepian.

(1).  Hubungan social dan pergaulan
Orang yang tidak memiliki kehidupan sosial punya kecenderungan mati muda 50% lebih besar ketimbang mereka yang suka bergaul.  Perbandingan angka harapan hidup antar dua golongan itu mencapai 3,7 tahun.  Demikian menurut penelitian di Universitas Utah dan North Carolina-AS (2010).
Metoda penelitian dilakukan dengan mengambil 148 studi data kematian sepanjang tiga dekade, yang melibatkan lebih dari 300 ribu sampel dimana  hubungan antara maut dan kematian ini berlaku tanpa melihat perbedaan jenis kelamin dan kondisi kesehatan.  Peserta studi ini mencakup semua orang dari berbagai latar belakang dan umur yang diketahui memiliki kasus yang sama dalam masalah kesehatan.
Hasil penelitian
(1.1).  Hubungan sosial
Dengan membina hubungan sosial menyebabkan seseorang dewasa tidak merasa terisolasi.  Dimana isolasi dan kesepian ini dapat menyebabkan gejala depresi, yang mempengaruhi satu di antara empat orang lanjut usia. 
Tak ada seorang pun yang mampu bertahan hidup kesepian tanpa bantuan teman, meski seringkali hanya menghabiskan waktu untuk mengobrol atau membahas hal remeh-temeh, memiliki teman-teman yang baik juga dipercaya dapat memperpanjang hidup seseorang.  Hal ini disebabkan karena teman-teman, relasi, dan keluarga memiliki banyak cara untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan.
"Ketika seseorang terhubung dalam sebuah kelompok dan memiliki tanggung jawab terhadap orang lain, maka mereka cenderung merawat diri lebih baik," kata Lundstad.
Dukungan emosional yang diberikan teman dekat dapat membantu seseorang untuk melihat suatu masalah lebih jelas, dengan memiliki hubungan dan merasa dicintai, kita bisa hidup lebih tenang dan aman.
Kehilangan hubungan sosial sama artinya kehilangan dukungan social, atau lebih jauh lagi yaitu kehilangan hubungan sosial dampaknya lebih buruk dibanding obesitas atau tidak berolahraga. "Ketika seseorang terhubung dalam sebuah kelompok dan memiliki tanggung jawab terhadap orang lain, maka mereka cenderung merawat diri lebih baik," kata Lundstad.
Berdasarkan riset selama tujuh tahun itu, lebih dari 300.000 orang dari empat benua menunjukkan perbaikan tingkat kesehatan karena memiliki hubungan sosial yang kuat. Bahkan, usia mereka dua kali lebih panjang dari orang yang kesepian.
(1.2).  Pergaulan
(a).  Orang-orang kurang pergaulan (kuper) memiliki angka kematian setara dengan pecandu alcohol. "Sedangkan dampak memiliki banyak teman sama seperti berhenti merokok," ujar Profesor Burt Urchino, kepala tim peneliti.  (b).   Keberadaan teman membuat hidup seseorang lebih mudah -- mulai dari meminjamkan uang, memberi tumpangan, membantu menjaga bayi, sampai menjaga kesehatan-- “Secara tidak langsung bahwa teman memberi alasan kita untuk terus hidup” lanjut Urchino.   Dengan mengutip jargon dari iklan rokok ‘teman bukan sekedar meramaikan suasana’ tetapi terbukti bikin hidup lebih hidup, hal itu disebabkan karena teman-teman, relasi, dan keluarga memiliki banyak cara untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan. 
(1.3).  Penyakit
Bukan rahasia lagi kalau hubungan sosial penting artinya untuk meningkatkan perasaan bahagia orang tua.  Hal ini menyebabkan seseorang dewasa tidak merasa terisolasi dan akan memberikan perlindungan kesehatan lintas usia.  Namun permasalahannya adalah : (a).  Penyakit dapat menjadi penghalang untuk memelihara hubungan social.  Banyak orang di masa tua harus berjuang mempertahankan hubungan sosial meski mendapat kesulitan dalam mobilitas, akses transportasi atau setelah kematian pasangan.  (b).  Pengisolasian berkaitan dengan penyakit (mental, kecemasan, dan kesehatan yang buruk), dimana 1 (satu) dari 10 orang yang berusia di atas 65 tahun kerap merasa kesepian.  Isolasi dan kesepian ini dapat menyebabkan gejala depresi, yang mempengaruhi satu di antara empat orang lanjut usia.
(1.4).  Jejaring social
Pertemanan adalah hal yang penting dalam upaya mempertahankan hidup.  Namun dengan perkembangan teknologi di era modern dapat menyebabkan pemikiran bahwa tatap muka tidak diperlukan lagi dalam membina hubungan sosial.  Menurut Christine Northam, seorang konselor masalah jejaring social, jejaring sosial membantu kita mempertahankan kesehatan mental dan kesejahteraan. "Kita dirancang untuk hidup dan bekerja dalam kelompok. Ini dimulai di masa kanak-kanak bersama keluarga, lalu sekolah memperluas jejaring sosial kita,". 

(2).   Kejiwaan

(2.1).  Kesepian
Kesepian dan kesendirian pada orang dewasa berkorelasi erat dengan penurunan kondisi kesehatan yang serius, bahkan, berpotensi meningkatkan risiko kematian.  
Penelitian dilakukan di Universitas California, San Francisco-AS (2012), melalui studi representatif nasional yang dilakukan National Institute on Aging, dalam survei tahun 2002-2008 yang melibatkan 1.604 responden dengan rata-rata usia 71 tahun.   Mereka diberi pertanyaan tentang seberapa besar perasaan sendiri, terisolasi, ditinggal, atau tanpa sahabat.
Peneliti Dr Carla Perissinotto mengatakan hasil penelitian ternyata :  Responden yang teridentifikasi kesepian menunjukkan risiko kematian 45% lebih tinggi daripada mereka yang punya pasangan hidup dan tidak kesepian.
(2.2).  Ketenangan
Setiap orang selalu mengharapkan mati dengan tenang dan damai. Bagaimana caranya? Dana-Faber Cancer Institute, Boston, AS, mengungkapkan kedamaian yang ditunjukkan saat menghembuskan napas terakhir bergantung pada kualitas hubungan kemanusiaan orang yang bersangkutan.  Demikian dari sumber Health Day dalam mediaindonesia.com (2012).
Hal itu disimpulkan tim yang dipimpin Holly Prigerson setelah menyurvei 400 pasien penderita kanker berusia di atas 59 tahun.
Hasil penelitian
(a).  Umumnya pasien berharap tidak berada di rumah sakit, apalagi dalam perawatan kemoterapi saat sekarat. Hal yang diinginkan justru di tengah kasih sayang dan kepedulian orang-orang terdekat. Perlakuan dokter yang menghargainya dengan penuh kemanusiaan juga turut berperan dalam menciptakan proses damai itu. (b).  Faktor lain yang memicu ketenangan dan kedamaian kala menghadapi kematian ialah ibadah ataupun mendengarkan nasihat-nasihat agama karena dapat menghilangkan kekhawatiran serta kecemasan.
"Apa yang disimpulkan dari hasil penelitian ini ialah perhatian terhadap kebutuhan psikologi pasien," ujar Prigerson dalam penelitiannya yang dipublikasi jurnal Archives of Internal Medicine (7/2012).

SELINGAN

Umur para pesohor

Klub 27 menjadi sebutan bagi para pesohor tewas di usia itu. Kebanyakan memang lantaran obat-obatan terlarang dan alkohol, meski ada pula terbunuh dan kecelakaan, seperti dilansir dari surat kabar the Daily Press (1996).  Sangat jarang mereka sakit dan menghembuskan nafas sebab penyakitnya itu. Julukan itu telah menjadi kesepakatan dan tidak sedikit orang mencoba menghubungkan teori meninggalnya selebritas-selebritas ini.
Jumlahnya tidak sedikit. Ada yang mengatakan ini sebuah kutukan namun ada pula yang mengatakan anugerah lantaran para pesohor tewas di usia produktif dan sedang di puncak karir. Nama mereka menjadi legenda dengan jutaan penggemar yang setia dengan karya-karya mereka.
Nama-nama seperti Jimi Hendrix, Jim Morrison, dan Jannis Joplin menjadi musisi 70-an yang tewas saat berada di atas. Pada 90-an, Kurt Donald Cobain, vokalis band grup beraliran grunge Nirvana tewas bunuh diri overdosis kokain.
Nirvana saat itu memang Berjaya, mempunyai musik keras namun berbeda dengan rock, liriknya pun langsung disukai anak muda di zamannya sebab menggambarkan pemberontakan namun penuh kesenangan.  Di puncak karir, Cobain justru depresi dan memutuskan mengakhiri hidupnya.   Sosoknya masih sangat diingat hingga hari ini penggemarnya memperingati 19 tahun kepergian idola mereka.
Terakhir berada di puncak karir lalu bunuh diri dengan menenggak alkohol tanpa batas yakni Amy Winehouse. Dia perempuan Inggris pertama memenangkan penghargaan musik bergengsi sejagat Grammy Awards dengan memborong lima piala untuk lagunya berjudul Rehab.  Banyak orang menebak umur perempuan itu tidak akan lama lantaran gaya hidupnya yang kelewat tidak sehat. Dia pun masuk dalam anggota Klub 27.
Sejatinya banyak orang kurang ngeh dengan umur para selebritas saat ajal menjemput mereka, baru pada saat Cobain meninggal dan cukup mendapat banyak perhatian, orang banyak sadar bahwa ternyata banyak pesohor fenomenal yang tewas di usia cukup muda itu.


(2.3).  Pesimistis
Orang yang optimistis hidup lebih lama bahkan lebih sehat dibandingkan dengan orang yang pesimistis.  Demikian menurut sebuah studi di University of Pittsburgh-AS (2009).
Para peneliti mengkaji angka rata-rata kematian dan kondisi kesehatan kronis dalam studi Women’s Health Initiative melalui perkembangan lebih dari 100.000 perempuan yang berusia 50 tahun ke atas sejak 1994 di kalangan pasien.
Perempuan yang memiliki sifat optimistis (memperkirakan hal yang baik akan terjadi), yaitu :
(a). sebanyak14% kurang mungkin untuk meninggal akibat penyebab apa pun dibandingkan dengan orang yang pesimistis (b).  30%  kurang mungkin untuk menghembuskan napas akibat sakit jantung setelah delapan tahun pengamatan dalam studi tersebut. (c).  Orang yang optimistis juga kurang mungkin untuk menghadapi tekanan darah tinggi, diabetes, atau menghisap rokok.
Tim yang dipimpin oleh Dr Hilary Tindle itu juga meneliti  Perempuan yang sangat tak percaya kepada orang lain – disebut "bermusuhan sangat sinis" - membandingkan dengan perempuan yang lebih memercayai orang lain, yaitu : (a).  Perempuan yang bermusuhan secara sinis 16% lebih mungkin untuk meninggal (selama masa studi) dibandingkan dengan perempuan yang tak terlalu bermusuhan secara sinis. (b). sebanyak 23% lebih mungkin menemui ajal akibat kanker. (c). Studi ini tidak membuktikan sikap negatif mengakibatkan dampak kesehatan negatif, tapi semua temuan akan benar-benar memperlihatkan keterkaitan pada suatu hari nanti dan memerlukan penelitian lebih lanjut guna merancang pengobatan yang akan ditujukan kepada sikap manusia (perubahan bagi kesehatan).  (d).  meskipun seorang pesimitis mungkin takdir sudah diputuskan kita ’kan tidak tahu.

(2.4). Kehilangan anggota keluarga
Ditemukan peningkatan risiko psikosis yang signifikan pada orang yang menderita kehilangan anggota keluarga di masa kanak-kanak.  Demikian hasil studi yang diterbitkan da­lam British Medicaljournal seperti dalam Media Indonesia (2013).
Dalam studi itu peneliti menguji keterkaitan apakah anak-anak yang lahir dari ibu yang mengalami ke­hilangan yang mendalam sebelum selama atau setelah kehamilan akan lebih mungkin menunjukkan gejala psikosis di masa dewasa. Peneliti menganalisis catatan medis 946.994 orang yang lahir pada 1973-1985 di Swedia. Di antara mereka terdapat 321.249 anak-anak yang mengalami kematian keluarga sebelum usia 13 tahun.  Diketahui, sebanyak 1.323 dari anak-anak tersebut 3 mengalami masalah delusional atau 'nonafektif psikosis

(3).  Ulang tahun
Ada kecenderungan kematian meningkat pada saat peringatan hari ulang tahun.
Penelitian melibatkan Universitas Hertfordshire dan Universitas Roehampton, yang dilakukan selama 40 tahun yang melibatkan lebih dari 2 juta orang, hasilnya dimuat dalam jurnal Annals of Epidemiology
Hasil penelitian : (a).  Ada kecenderungan kematian meningkat pada saat peringatan hari ulang tahun terutama akibat euforia dan penyakit psikologis dengan penyebab serangan jantung, stroke, jatuh, dan bunuh diri. (b).  Risiko kematian jenis itu semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya usia. Kemungkinan orang berusia di atas 60 tahun meninggal dunia di hari ulang tahunnya sebanyak 14%, serangan jantung juga dilaporkan meningkat 18,6% di hari itu, serangan stroke naik 21,5%, terutama pada perempuan. (b).  Penyebab kematian di hari yang seharusnya bahagia itu, menurutnya, ialah terlalu banyak makan dan berinteraksi (Psikolog Richard Wiseman dari Universitas Hertfordshire). (c).  Ada peningkatan kecenderungan bunuh diri pada hari ulang tahun, sekitar 34,9%, meskipun hanya pada pria (Halsey dari Universitas Roehampton). 

Catatan akhir : walaupun kematian pasti datang namun tetap harus berupaya dalam mencapai kehidupan yang lebih baik, tentunya harus ingat pula bekal untuk di 'kehidupan nanti'. 

Semoga bermanfaat dan selamat bertemu di topik lainnya .....

Keterangan gambar : sebagai ilustrasi yang diambil dari internet
Sumber bacaan : suaramedia.com  2010/09/15; mediaindonesia.com (2009/03/05; 2012/06/12, 2012/07/07; merdeka.com 2013/04/05; Kompas.com 2009/03/8; Media Indonesia 27/1/2014.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar