Rabu, 16 Oktober 2013

Kiat Bisnis (2 - Tamat) : Tuntutan untuk Bertahan dan Harus Lebih Baik



Oleh : Isamas54
Untuk mampu bertahan dan menjadi yang lebih baik tentu perusahaan harus menjaga integritas, kerja keras  serta memberikan (mutu dan pelayanan) yang terbaik.

Nilai utama atau CBV
Persep­si bernada positif yang ditangkap oleh mayoritas stakeholders itulah sesungguhnya yang disebut nilai utama atau core busi­ness values (CBV) dari sebuah perusahaan, dimana CBV adalah : (a).  Perlu disadari dan dikelola sehingga menjadi nilai tambah bagi perusahaan tersebut yang akan membedakannya da­ri perusahaan lain sejenis. (b).  terbentuk dengan adanya interaksi baik di dalam perusahaan maupun perusahaan dengan stakeholders di luar perusahaan.  (c).  adalah intangible assets yang nilainya semakin tinggi seiring dengan meningkatnya persepsi positif stakeholders.
Universitas Standford pernah melakukan survei terhadap alumni mereka dari berbagai angkatan dan yang menduduki posisi penting dalam berbagai bisnis baik sebagai pemilik mau­pun pimpinan perusahaan yang tersebar di seluruh Amerika de­ngan baik yang berskala lokal maupun global, dan menyimpulkannya ke dalam 10 butir CBV, yaitu :
(1).  Memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan orang lain. Berpikir dan bersikap tidak semata-mata untuk dan demi kepentingan sepihak diri kita na­mun mempertimbangkan bagaimana seandainya kita yang menerima perlakuan tersebut. Dikenal sebagai Golden rule : Do unto others what you want others do unto you.
(2).  Menjaga integritas ‘memegang dan memenuhi komitmen dengan segala risiko’. Satu kata dengan perbuatan dengan sangat menjaga nama baik. Kita tahu ada banyak iklan yang mengelabui konsumen dengan mengatakan semua serba baik, serba unggul namun dalam kenyataan berbeda.
(3).  Tidak berbelit-belit untuk menutupi kesalahan atau menyembunyikan sesuatu. Secara terbuka menyampaikan apa adanya, dalam bahasa yang mudah ditangkap dan dimengerti.
(4).  Dapat dipercaya dan diandalkan selamanya. Ba­nyak perusahaan pada awal-awal saja menunjukkan kredibilitasnya namun lambat laun menurun, contoh kecil adalah dalam mutu produk atau jasa layanan, sementara harga semakin dinaikkan, justru mutu diturunkan untuk memperoleh keun­tungan yang lebih besar.
(5).  Komunikasi lancar dan terbuka, mudah dihubungi dan ditemui khususnya ketika berada dalam masalah atau kesulitan. Selama perusahaan masih berjalan tidak akan luput dari masalah yang dihadapi baik secara internal maupun eksternal.
(6).  Menunjukkan sikap menghargai baik di kalangan internal maupun eksternal atas setiap kontribusi baik berupa masukan maupun hubungan baik yang terbina. Sikap meng­hargai tidak hanya dalam kata-kata akan tetapi lebih pada sikap dan perbuatan. Hubungan jangka panjang menjadi pertimbangan lebih dari keuntungan semata jangka pendek.
(7).  Memberikan yang terbaik tanpa harus diminta, di tuntut atau dikejar-kejar dan berusaha untuk memberikan tambahan nilai bagi stakeholders sesuai de­ngan hubungan, kaitan dan tingkatannya.
(8).  Menunjukkan perhatian yang tulus, berbelas kasihan dan menaruh simpati yang mendalam terhadap orang-orang yang terkena musibah ataupun dalam situasi terjepit.
(9).  Mengembangkan budaya transparan, memi­liki sikap terbuka dan menjadikannya gaya hidup dan identitas perusahaan.
(10).  Melakukan perubahan dan membuat perbedaan untuk tujuan yang lebih baik dibandingkan de­ngan sebelumnya.

Harus bisa berubah
Mungkin ini adalah salah satu contoh dari perusahaan yang bisa berubah.
Merupakan berita menarik mengenai penjualan saham Garuda Indonesia Tbk yang dengan pembelian saham 10,27%  oleh PT Trans Airways milik FT Trans Corporation.  Hal ini dianggap menarik karena :
(a).  Nama Garuda Indonesia tengah bagus-bagusnya seperti Lembaga riset Australia Roy Morgan pada Maret lalu menyatakan Garuda sebagai the Best International Airline.  Penumpang selalu "hampir penuh" dan total pendapatan Garuda tahun 2011 mencapai Rp 27,2 triliun, naik 39,2% dibandingkan dengan pendapatan tahun 2010. Laba komprehensif mencapai Rp 858,8 miliar, naik 285,4% dari tahun 2010. Penjualan sebesar 10,27% saham itu senilai Rp 1,439 triliun.
(b). Pembeli saham Garuda itu adalah PT Trans Corporation, milik Chaerul Tanjung, sehingga pembelian saham Garuda ini kian meneguhkan posisi PT Trans Corporation sebagai salah satu raksasa bisnis di Indonesia. Usaha Trans Corpo­ration kini merebak mulai dari kafe, perbankan, sentra ritel raksasa, hiburan dan hotel, hingga media televisi.
Sebenarnya prestasi kinerja yang diraih oleh Garuda Indonesia sangatlah wajar dikarenakan :
(a).  Perusahaan ini dicatat sebagai fenomena baru maskapai penerbangan dunia, sehingga dituntut menjadi lebih baik dalam hal pelayanan dan mutu, karena semua maskapai dunia mengejar kualitas dan layanan prima.
(b).  Penumpang selalu penuh sesak baik pener­bangan di dalam maupun di luar negeri, hal ini antara lain  disebabkan terjadinya lonjakan signifikan golongan menengah di In­donesia dan lon­jakan kepercayaan warga dunia terhadap Garuda.
(c).  Dari aspek spesifik, perusahaan ini sangat rajin meninjau kelayakan rute penerbangan, misalnya ketika diketahui rute Jakarta-Amsterdam dan Amsterdam-Jakarta - tidak selalu penuh, maka manajemen perusahaan mengurangi frekuensi penerbangan, kalaupun ada keberatan dari konsumen itu merupakan urusan kemudian. 
(d).  Perusahaan ini pun rajin masuk ke rute-rute yang sangat gemuk, walaupun rute itu penuh sesak dengan maskapai lain, Garuda tetap percaya diri untuk berkompetisi, bahkan berani menjual tiket jauh lebih mahal di banding maskapai dalam negeri lainnya. Dalam kenyataanya Garuda tetap sangat diminati sehingga hal ini merupakan salah satu aspek yang membuat Garuda mampu meraih kinerja bagus.
(e).  Perusahaan ini naik daun ketika maskapai penerbangan lain (seperti JAL, Singapore Airlines, Swiss Air, Malaysia Airlines, dan Lufthansa) tidak meraih kinerja luar biasa, bahkan beberapa perusahaan tersebut malah menderita kerugian sehingga harus dibantu pemerintahnya.
(f).  Adanya keinginan berubah yang luar biasa dari segenap pimpinan dan kru Garuda yang ingin membawa maskapai ini lebih baik lagi, antara lain mengamati standar yang dilakukan oleh  Emirates, Lufthansa, dan beberapa maskapai "bintang lima" lainnya, dari mulai isi kabin, pelayanan, dan sikap para kru.
Kini (2012) Garuda tengah meraih nama yang harum, saatnya untuk terus menata diri menjadi maskapai nomor satu, setidaknya mencapai taraf setingkat atau lebih baik daripada maskapai "bintang lima" yang ada. Tentu ini bukan pekerjaan mudah, melainkan dengan semangat mau berubah untuk ke yang lebih baik.

Mampu bertahan
Beberapa perusahaan telah banyak yang mampu untuk bertahan, mungkin hal ini juga tidak terlepas dari system pengelolaannya yang mampu bersaing dengan perusahaan semacam baik sebagai pendatang baru maupun yang sudah lama.  Beberapa perusahaan dengan nama besar saat ini harus mampu mempertahankan nama dan nilai standarnya, sehingga tetap mudah dikenali khususnya oleh masyarakat konsumen, misalnya seperti yang terdaftar dalam 500 Merk Global Terbaik.
Berikut hanya beberapa contoh dari ‘perusahaan lama’ yang masih mampu diingat dan diminati oleh konsumen, dengan catatan belum tentu yang terbaik di bidangnya tetapi sebagai contoh saja, selain itu tentu saja yang ada datanya di penulis (serta mohon maaf, ini sekadar contoh dan bukan iklan/promosi).

(1.1).  Boneka Barbie
Boneka Barbie pertama dipajang di American Toy Fair di New York pada 9 Maret 1959.   Boneka setinggi 11 inci yang rambutnya pirang menjuntai ini semula dimodelkan dengan boneka Lili yang diambil dari komik di Jerman.  Boneka itu memiliki model yang beraneka ragam seperti di maskapai penerbangan, dokter, astronaut, dan atlet Olimpiade.
Selama bertahun-tahun, Barbie menghasilkan penjualan besar.  Pembuat boneka itu ialah Ruth Handler pendiri perusahaan Mattel Inc.
Dalam perjalannya terdapat banyak kontroversi, seperti dari sisi positif bahwa  Barbie dijadikan sebagai model lain dari peran wanita di era 1950-an sedangkan dari segi negatifnya yaitu bentuk Barbie dengan pinggang kecil dan payudara besar membuat banyak orang mengklaim boneka itu menjadi contoh yang tidak baik bagi gadis-gadis kecil. Meskipun banyak dikritik, penjualan barang-barang boneka itu terus melambung, mencapai US$ 1 miliar pada 1993. Sejak 1959, lebih dari 800 juta boneka itu telah terjual di seluruh dunia dan boneka itu menjadi ikon global yang bonafide.

(1.2).  Coca-Cola
http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20120528_101417_otd-b.jpg
Coca-Cola atau Coke ialah minuman bersoda cola yang diproduksi The Coca-Cola Company, dimana minuman ini dijual di berbagai restoran, toko, dan mesin pengecer di lebih dari 200 negara.  Coca-Cola pertama kali diperkenalkan pada 8 Mei 1886 oleh John Styth Pemberton, seorang ahli farmasi dari Atlanta-Georgia yang pertama kali mencampur sirup karamel yang kemudian dikenal Coca-Cola. Frank M Robinson, sahabat sekaligus akuntan John, menyarankan nama Coca-Cola.
Robinson berpendapat dua huruf C akan tampak menonjol untuk periklanan. Ia kemudian menciptakan nama dengan huruf-huruf miring mengalir dan lahirlah logo Coca-Cola. Pemberton menjual ciptaannya dengan harga 5 sen per gelas di apoteknya. Ia mempromosikan produknya dengan membagikan ribuan kupon yang dapat ditukarkan untuk mencicipi satu minuman secara cuma-cuma. Pada tahun tersebut ia menghabiskan US$46 untuk biaya periklanan. Iklan pertamanya muncul di Atlanta Journal pada 29 Mei 1886.
Pada 1892, Pemberton menjual hak cipta Coca-Cola ke Asa G Chandler dimana Chandler selanjutnya mendirikan perusahaan Coca-Cola pada tahun 1892.

(1.3).  LEVI Strauss
Levi Strauss datang dari Bavaria, tiba di New York pada 1847 dan bekerja sama dengan saudara tirinya dalam bisnis barang-barang yang dikeringkan.  Pada 1853 Strauss pergi ke San Francisco untuk membangun bisnisnya sendiri.
Kesempatan datang ketika salah seorang pelanggannya, penjahit Nevada bernama Jacob Davis, memperlihatkan sebuah ide dalam mengubah celana panjang pria, hasilnya celana panjang yang kuat dan tahan lama dan cocok dipakai untuk seorang penambang emas ataupun petani.
Davis membutuhkan US$68 untuk mendaftarkan hak paten desain itu, pada 1873 Strauss dan Davis mematenkan celana panjang tersebut yang ketika itu sebutannya waist-high overall. Perusahaan semakin makmur dan ketika ia meninggal pada tahun 1902 di usianya 73 tahun, perusahaan Levi Strauss mempunyai kekayaan US$6 juta.

(1.4).  Mazda
Toyo Cork Kogyo, perusahaan alat sumbat asal Jepang, didirikan Jujiro Matsuda di Hiroshima dan menjadi awal perusahaan otomotif terkenal bernama Mazda tahun 1920.
Perubahan nama menjadi Mazda dilakukan satu dekade kemudian setelah perusahaan ini menghasilkan produk otomotif pertama berupa motor kargo roda tiga.  Berbagai kegiatan perusahaan sempat terhenti akibat Perang Dunia II, pada tahun 1950-an Mazda mulai membuat produk otomotif lainnya berupa truk mini, sedangkan untuk mobil penumpang pertamanya hadir di Jepang pada 1960 dengan nama R360 Coupe. 
Namun, yang membuat Mazda menorehkan tinta emas di dunia otomotif ialah hadirnya sebuah mobil sport dua penumpang Miata.  Selain mendapat penghargaan di mana-mana, Miata juga merupakan mobil yang paling laku sepanjang sejarah di kelasnya.  Sejak diluncurkan sudah terjual sekitar 900 ribu unit mobil di seluruh dunia dan sempat masuk Guinness Book of World Records pada 2000.

(1.5).  Rolls-Royce
Rolls-Royce adalah merupakan sebuah himpunan perusahaan yang terdiri dari perusahaan pembuat mobil dan pesawat terbang Britania yang didirikan Henry Royce dan CS Rolls pada 1906. Perusahaan-perusahaan tersebut ialah Rolls-Royce Pic, perusahaan teknik Britania yang mengkhususkan diri dalam produk berbasis turbin; Rolls-Royce Motor Cars Limited yang menghasilkan mobil mewah.yang dimiliki oleh BMW; dan Bentley Motors yang merupakan kelanjutan dari divisi mobil pertama Rolls-Royce.

(1.6).  Goodyear
Goodyear merupakan salah satu produsen ban dan karet terbesar di dunia selain Michelin dan Bridgestone. Perusahaan yang bermarkas di Ohio-Amerika Serikat ini memproduksi ban untuk mobil, pesawat terbang, dan mesin berat.
Goodyear Tire and Rubber Company didirikan pada 29 Agustus 1898 oleh Frank Seiberling, dengan pabrik pertama didirikan pada tahun itu juga di Akron Ohio. Pada 1901, Frank menyediakan ban untuk mobil balap bagi Henry Ford yang terkenal.
Pada 1908, Ford rnelengkapi Model T-nya dengan ban-ban ciptaan Goodyear.  Setahun kemudian. Goodyear menciptakan ban pesawat pertama mereka. Pada 1911, Goodyear mulai bereksperimen dengan desain zeppelin yang kemudian memproduksinya dan balon udara untuk militer AS saat Perang Dunia I.
Walaupun tidak memiliki hubungan, nama perusahaan tersebut diambil sebagai penghargaan terhadap Charles Goodyear, dimana Charles ini adalah orang yang menciptakan vulkanisasi karet pada 1839.

(1.7).  The Times

THE Times adalah harian yang diterbitkan di Inggris sejak 1785. Ketika itu masih dikenal dengan nama The Daily Universal Register. Seperti saudaranya The Sunday Times, The Times juga diterbitkan oleh Times Newspapers Limited yang merupakan bagian dari News International.
News International yang secara keseluruhan dimiliki kelompok News Corporation pimpinan Rupert Murdoch.
Surat kabar ini aslinya mempergunakan jenis huruf times new roman yang dikembangkan Stanley Morison dari The Times.  Mereka bekerja sama dengan Monotype Corporation yang sudah terkenal di dunia percetakan. Surat kabar ini diterbitkan dalam bentuk broadsheet selama lebih dari 200 tahun, tetapi kemudian diubah menjadi bentuk compact pada 2004 yaitu sebagai langkah untuk menggaet para pembaca dari kalangan muda.
Pada Mei 2006, diumumkan bahwa The Times akan diterbitkan dalam edisi Amerika Serikat, dimana edisi ini mulai diedarkan pada 6 Juni 2006.

(1.8).  TVRI
Televisi Republik Indonesia (TVRI) adalah stasiun televisi pertama di Indonesia yang memonopoli siaran televisi di Indonesia sebelum 1989. Pada 1989, televisi swasta pertama RCTI di Jakarta dan SCTl di Surabaya baru berdiri.  TVRI mulai mengudara sejak 1962 di Jakarta. Siaran perdana mereka menayangkan Upacara Peringatan Ke-17 Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dari Istana Negara-Jakarta, pada 17Agustus 1962 (siaran percobaan).  Pada 24 Agustus 1962, TVRI mengudara untuk pertama kalinya dengan acara siaran langsung upacara pembukaan Asian Games IV dari Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Pada 20 Oktober 1963, dikeluarkan Keppres No 215/1963 tentang pembentukan Yayasan TVRI dengan Pemimpin Umum Presiden Rl, Pada 1964 mulailah dirintis pembangunan stasiun penyiaran daerah.
Pembangunan dimulai dengan TVRI Stasiun Yogyakarta, yang secara berturut-turut diikuti dengan Stasiun Medan, Surabaya, Ujungpandang (Makassar), Manado, Denpasar, dan Balikpapan (bantuan Pertarnina).
TVRI ini merupakan siaran televisi pemerintah RI, yang semula tidak terlalu banyak menerima iklan.

Catatan :
Kesimpulan dari bacaan ini sudah sangat jelas terurai dalam bacaan, Tks.

SELESAI
(Sampai ketemu di topic lain)

Keterangan gambar : diambil dari internet.
Sumber : mediaindonesia.com (2011/01/01, 2012/05/29),  Kompas 5/5/2012, Media Indonesia (30/1, 15/3, 20/5, 24&29/8/2012; 9/3/2013), Koran Sindo 11/10/2013.

Bacaan terkait :
Bagian 1 : Nilai-Nilai dan Komunitas dalam Perusahaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar