Selasa, 18 Januari 2011

Anak Bagian 2 : Memberi ASI


Anjuran WHO agar memberi air susu ibu (ASI) eksklusif (6 bulan) memang tepat karena terbukti dapat mencegah infeksi pada bayi.  Menyusui adalah merupakan cara paling utama dan alami untuk menanam kekebalan pada anak-anak, melenyapkan kebutuhan akan vaksin (yang sarat kimia), menyusui tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan anak saja tetapi juga untuk kebaikan ibu sendiri, serta menyayangi bumi dan lingkungan hidup. 

Kandungan ASI
ASI adalah makanan yang khusus diciptakan Tuhan untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dari serangan penyakit. Kandungan ASI nyaris tak tertandingi. ASI mengandung zat gizi yang secara khusus diperlukan untuk menunjang proses tumbuh kembang otak dan memperkuat daya tahan alami tubuhnya.   Didalamnya terkandung lebih dari 100 jenis zat gizi.
Kandungan ASI yang utama terdiri dari:
1). Laktosa (7gr/100ml).  Merupakan jenis karbohidrat utama dalam ASI yang berperan penting sebagai sumber energi . Selain itu laktosa juga akan diolah menjadi glukosa dan galaktosa yang berperan dalam perkembangan sistem syaraf. Zat gizi ini membantu penyerapan kalsium dan magnesium di masa pertumbuhan bayi.
2). Lemak (3,7-4,8gr/100ml).  Merupakan zat gizi terbesar kedua di ASI dan menjadi sumber energi  utama bayi serta berperan dalam pengaturan suhu tubuh bayi. Lemak di ASI mengandung komponen asam lemak esensial yaitu: asam linoleat dan asam alda linolenat  yang akan diolah oleh tubuh bayi menjadi AA dan DHA. AA dan DHA sangat penting untuk perkembangan otak bayi.
3). Oligosakarida (10-12 gr/ltr).  Merupakan komponen bioaktif di ASI yang berfungsi sebagai prebiotik karena terbukti meningkatkan jumlah bakteri sehat yang secara alami hidup dalam sistem pencernaan bayi.
4). Protein (0,8-1,0gr/100ml).  Komponen dasar dari protein adalah asam amino, berfungsi sebagai pembentuk struktur otak. Beberapa jenis asam amino tertentu, yaitu taurin, triptofan, dan fenilalanin merupakan senyawa yang berperan dalam proses ingatan.

Manfaat ASI bagi bayi
1). Mengurangi risiko infeksi.  ASI mengandung antibodi penting, nutrisi, vitamin dan unsur imunologi yang dibutuhkan bayi untuk membentuk kekebalan alami terhadap penyakit.
Penelitian menemukan bahwa bayi yang mendapatkan ASI (air susu ibu) secara eksklusif selama enam bulan pertama hidup mereka mengalami infeksi lebih sedikit daripada mereka yang mendapatkan ASI dalam jangka pendek, atau mendapat susu formula sebagai tambahan ASI. Penelitian yang dilakukan di Yunani itu dipublikasikan dalam Archives of Disease in Childhood.
Seperti dikutip dari BBC (Mediaindonesia, Oktober 2010), profesor Emmanouil Galanakis dan koleganya melacak catatan kesehatan hampir 1.000 bayi selama setahun, anak-anak itu diberi makan selama bulan-bulan awal perkembangan mereka. Hasil evaluasi bayi yang diberi ASI secara penuh mengalami infeksi lebih sedikit daripada anak-anak lain.
Meningkatkan daya tahan tubuh karena ASI mengandung imunoglobulin
Membentuk sistem pencernaan yang sehat. ASI mencegah perkembangan bakteri jahat dan mendukung petumbuhan bakteri baik
Meningkatkan kecerdasan. hasil penelitian membuktikan bayi yang mendapat ASI eklusif selama 6 bulan memiliki IQ 5-10 poin lebih tinggi dari yang tidak dapat ASI
2). Mempererat jaringan kasih sayang antara anda dan buah hati. kontak kulit selama menyusui meningkatkan hubungan emosiaonal antara ibu dan bayi
3). Mengurangi risiko obesitas di kemudian hari.
4). ASI Membuat Anak Laki-laki Cerdas  
Berdasarkan hasil penelitian terbaru seperti dikutip New Scientist (21/12/10), menyusui meningkatkan kecerdasan dan potensi akademik anak laki-laki, tetapi tidak pada anak perempuan,
Wendy Oddy dari Institute Telethon untuk Penelitian Kesehatan Anak di Subiaco, Australia Barat, dan sejumlah mitra, telah menguji bahwa menyusui mempengaruhi lebih dari seribu anak yang berumur 10 tahun dan membutkikan bahwa anak yang disusui memiliki IQ yang lebih tinggi daripada yang tidak disusui, tetapi hasilnya berbeda antara anak laki dan anak perempuan, disamping itu Ibu-ibu yang menyusui rata-rata lebih sejahtera dan berpendidikan,
Anak laki yang disusui selama paling kurang enam bulan mencatat hasil tes matematika dan menulis 9 persen lebih tinggi, tujuh persen lebih tinggi dalam mengeja dan enam persen lebih tinggi dalam membaca, dibandingkan anak laki yang mengkonsumsi susu formula atau masa penyusuannya lebih singkat.  Adapun hasil penelitian lainnya yaitu :  1). Menurut Oddy, air susu mengandung nutrisi yang optimal untuk perkembangan otak dan sistem sarafdan hasil penelitian-penelitian lainnya menunjukan bahwa anak laki-laki lebih rentan terkena stres dan kesulitan selama periode kritis perkembangan otak.2). Beberapa penelitian menunjukan bahwa asam lemak yang unik pada ASI yang dijelaskan oleh penelitian menunjukan bahwa hal itu dapat membantu bayi menjadi lebih cerdas, dimana benar atau tidak asam lemak membantu peningkatan IQ mungkin berhubungan dengan keberadaan varian gen tertentu yang terlibat dalam prosesnya.  3). Uji coba acak besar yang ditempuh oleh Michael Kramer pada Universitas McGill di Montreal Kanada menyimpulkan bahwa masa menyusui yang lama berkaitan dengan IQ yang lebih tinggi dan peringkat akademis anak-anak di Belarusia yang berusia enam tahun, tapi tak ada perbedaan kelamin. 4). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif setidaknya selama enam bulan, dan menyatakan kegagalan melakukan ini dapat menghalangi perkembangan intelektual dan sosial anak.

Manfaat bagi ibu
1). Memberikan efek menenangkan. menyusui menstimulasi produksi beta endorphin yang memberi perasaan damai dan rilek serta m,engurangi kecemasan
2). Melangsingkan. Menyusui mebutuhkan energi sekitar 200-500 kalori/hari setara 30 putaran lari atau bersepeda selama 1 jam. selain itu hormon yang merangsang kontraksi rahim dilepaskan, membantu mengendalikan perdaraham dan mengembalikan bentuk ke sebelum kehamilan
3). Menguatkan tulang. Risiko osteoporosis berkurang 75% dibanding ibu yang memberi susu formula
4). Mengurangi risiko kanker payudara, kanker rahim , kanker ovarium

Keuntungan memberi ASI
1). Praktis yaitu tidak perlu botol dan steril, tidak mudah tercemar dan tidak perlu repot menyeduh air.
2). Meringankan beban pengeluaran keluarga. ASI tersedia secara alamiah, ibu hanya perlu menguasai gizi yang seimbang dan cukup, tidak perlu kuatir kekurangan. Minum ASI bisa menghemat pengeluaran tambahan tiap bulan untuk membeli susu, tidak perlu beli botol susu dan alat untuk mensterilkan. Lagi pula bayi yang minum ASI daya tahan tubuhnya lebih kuat, dan jarang menimbulkan efek alergi pada tubuh, sehingga jarang sakit dan mengurangi pengeluaran biaya pengobatan.
3). Menyukseskan perlindungan/lingkungan alam.  ASI bersuhu alami segar bebas bakteri, maka tak perlu dipanaskan dan disteril, bisa mengurangi pemborosan bahan bakar, untuk memenuhi kebutuhan susu bubuk yang berlebihan membutuhkan berapa alam hijau (a.l menebang pohon pelindung hutan untuk memelihara sapi perah yang lebih banyak),  menghemat sampah botol dan kaleng susu yang dibuang, serta jika setiap wanita setelah melahirkan mau menyusui dengan ASI selama 1 tahun maka akan menghemat berapa banyak pembalut wanita.

Bukan halangan bagi ibu yang bekerja
Menjadi ibu bekerja bukan halangan untuk tetap menyusui. Meski tak ada pilihan untuk membawa bayi ke kantor, atau sebaliknya, jangan khawatir masih ada cara antara lain : pulang-pergi ke rumah saat waktunya menyusui atau memberikan asupan nutrisi alami dengan memerah ASI.  Kunci keberhasilan menjalani ASI eksklusif enam bulan, untuk ibu bekerja adalah merupakan kedisplinan, dan jika masih saja gagal barangkali belum menerapkan cara ini :
1). Minimal Empat Kali.  Seorang ibu yang bekerja dikantor harus memompa ASI (di kantor) adalah lamanya waktu berpisah dari bayi dibagi tiga. Misalnya, jam kerja di kantor sembilan jam ditambah lama waktu perjalanan pulang-pergi rumah ke kantor tiga jam.  Jadi total waktu berpisah dengan bayi adalah 12 jam. Nah, frekuensi memompa ASI selama di kantor adalah 12 jam dibagi 3, atau sama dengan 4 kali pompa ASI.
2). Disiplin dan Motivasi Menyusui
Selain rumus itu, diperlukan kedisiplinan, konsistensi, dan komitmen serta motivasi ibu bekerja untuk tetap menyusui. Jadi, idealnya, sesibuk apapun pekerjaan Anda, luangkan waktu untuk memompa ASI di kantor, dengan waktu setiap memompa sekitar 10-15 menit.   Untuk hal ini minta ijin kepada atasan karena bagaimanapun juga ibu yang bekerja dan menyusui tetap membutuhkan dukungan perusahaan atau atasannya, setidaknya memberikan toleransi waktu.
3). Bangunlah Lebih Awal . 
Dengan bangun lebih pagi, dapat menyusui bayi dua kali dan memompa satu kali sebelum berangkat ke kantor.
Caranya, awali dengan menyusui bayi. Kemudian paling cepat setengah jam setelahnya, pompalah payudara Anda. Terakhir, satu jam setelah dipompa, bayi disusui lagi sebelum berangkat ke kantor. Jadi jika Anda berangkat ke kantor pukul tujuh pagi, bangunlah sekitar pukul tiga atau empat pagi. Karenanya, usahakanlah tidur lebih awal pada malam harinya agar Anda bisa terjaga menjelang pagi.
ASI paling banyak dihasilkan pada pagi hari akibat hormon prolaktin yang aktif  bekerja pada malam harinya.  Menyusui di pagi hari juga membantu pasokan ASI dan memudahkan ibu memerah ASI di kantor. Rangsangan yang ditimbulkan dari hisapan bayi di pagi hari memudahkan ibu memerah ASI.

Keterangan gambar : sebagai ilustrasi yang diambil dari internet
Sumber editing bacaan :
Harian Media Indonesia 1 Oktober 2010
Mediaindonesia, 1 Oktober 2010
Liputan6.com - 21/12/2010
Tribunnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar