Rabu, 04 April 2012

The Artist, Film Bisu Pemenang Oscar 2012


Menampilkan film bisu hitam putih di saat film-film mulai dikemas dalam bentuk digital serta dilengkapi format 3D yang bisa ditonton di layar superbesar imax.

Sutradara : Michel Hazanavicius
Pemeran utama : Jean Dujardin (aktor asal Francis) dan Berenice Bejo (aktris Argentina).
Pemeran lainnya : diberikan kepada aktor dan aktris yang sudah lama malang melintang di Hollywood seperti John Goodman, James Cromwell, dan Penelope Ann Miller.

Teknik dan skenario 

Menonton The Artist terasa sepert menonton film-film Charlie Chaplin zaman dulu, bisu, tidak berwarna, hanya gerak-gerik bahasa tubuh, sesekali teks pendukung ditampilkan pada bagian-bagian dialog penting.  Diiringi musik orkestra dari awal layar dibuka hingga akhir film.
Dugaan membosankan sirna seketika, karena The Artist benar-benar terasa hidup, solid, dan memukau.
Jean Dujardin dan Berenice Bejo memerankannya dengan sempurna melalui gerakan dan mimik dan tanpa suara.  The Artist bisa menunjukkan kepada penonton bahwa bahasa tu­buh bisa lebih berbicara tanpa perlu bersuara.

Cerita ringkas
George Valentin (Jean Dujardin) adalah megabintang di masanya, yaitu era film bisu. George menjadi besar kepala dan gila akan sorotan public, ia pun mengabaikan kehidupan pribadinya, termasuk sang istri Doris (Penelope Ann Miller).  Di sisi lain, seorang penggemar berat George, Peppy Miller (Berenice Bejo), bermimpi menjadi bintang dan setenar George.
Pertemuannya dengan George serta bakat alamiahnya sebagai aktris membuat Peppy diterima di berbagai audisi film dan kariernya menanjak.
Suatu ketika produser kenamaan Al Zimmer (John Goodman) memperlihatkan teknologi baru berupa film bersuara kepada George. George tidak sependapat dan ia pikir bahwa film ber­suara hanyalah sebuah kekonyolan. Akibatnya, ia dijauhi Al serta produser-produser lain.
Film bersuara kemudian menjadi penanda hadirnya era baru perfilman dengan bintang Peppy Miller yang film-filmnya dipadati penonton.  Sedangkan George dengan film bisu yang ia buat dengan dana sendiri mengalami kegagalan total.
Ia dinyatakan bangkrut, sampai harus memberhentikan sopir setianya, Clifton (James Cromwell), karena tidak punya uang untuk menggajinya.
George mengalami depresi berat sambil mabuk-mabukan, kesombongan membuatnya enggan mendekati produser untuk bermain film lagi.  Peppy Miller yang kini berstatus superbintang ti­dak pernah melupakan George dan mencoba mengangkat kembali karir George yang tenggelam.

Keterangan gambar : sebagai ilustrasi yang diambil dari internet
Sumber editing : Media Indonesia tanggal 23 Pebruari 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar