Dikemas oleh : Isamas54
Nyatakan perasaan Anda dengan bunga,
tentu tidak ada seorangpun yang mampu menyembunyikan ekspresi gembira saat
rangkaian bunga itu diterimanya. Berikut
macam-macam bunga potong dengan uraian singkatnya.
Batasan / Peristilahan
Bunga potong : merupakan
setangkai atau lebih bunga, baik yang dikemas ataupun tidak, dimana untuk
pengemasan ini biasanya disesuaikan dengan permintaan pasaran (sudah disiapkan)
atau pesanan khusus dari konsumen, meliputi kombinasi dan jenis bunga, seperti untuk hand bouqet, krans, vas meja
ataupun bouqet.
Pengemasan bunga hias : bahan baku
utama adalah aksesoris dan media.
Aksesoris biasanya menggunakan daun-daunan, dekorasi dan plastik sebagai
pembungkus (terutama bunga potong).
Sedangkan medianya menggunakan oasis (sejenis busa, untuk rangkaian vas
meja), bambu dan stereofoam. Media bambu
dan stereofoam biasanya digunakan pada rangkaian bunga untuk ucapan selamat,
duka cita dan sejenisnya.
(1). Peredaran
Hasil sebuah penelitian melalui pengamatan peredaran bunga potong pada para
pedagang pengumpul, produsen kecil, produsen besar dan florist di Cipanas,
Lembang, Bandung, dan Jakarta, yang banyak diperdagangkan adalah : berbagai
jenis anggrek, mawar, krisan, anyelir, gladiol, anthurium, heliconia, gerbera,
lilium, sedap malam, dahlia, amaryllis, calalily, gypsophilla, trachelium,
customa, kangaroo paws, gypsi, alpinia, musa, nicolaia, statice, alstromeria
dan aster.
Sedangkan yang paling mendominasi pasaran hanya beberapa jenis yaitu mawar,
krisan, anyelir, gladiol, gerbera, anthurium dan heliconia. Dimana
jenis-jenis bunga tersebut juga sudah umum diproduksi oleh petani, sehingga
memerlukan penggolongan kualitas bunga potongnya, kecuali anggrek karena sudah
dibuat standar anggrek bunga potong.
Untuk bunga mawar, hanya beberapa jenis saja yang paling mendominasi
pasaran.
(2). Karakterisasi di Pasaran
Dari hasil inventarisasi bunga potong di pasaran di kota-kota besar (di
Cipanas, Lembang, Bandung dan Jakarta), tidak terdapat perbedaan karakter bunga
potong untuk tiap daerah pengamatan, namun terdapat perbedaan karakteristik
mutu yang spesifik untuk tiap jenis bunga (wuryan.wordpress.com,
2008/12/31). Adapun karakteristik mutu bunga
potong yang diamati meliputi: panjang tangkai bunga, diameter bunga, diameter
kuntum bunga, jumlah bunga pertangkai, jumlah bunga perikat, lama kesegaran dan
tanda serangan hama dan penyakit. Hasil
pengamatan sudah terangkum juga dalam tulisan ini selanjutnya ’Produsen dan di pasaran’.
(3). Ragam dan jenis bunga potong
(3.1). Mawar /
Rose
(Rosa sp)
Bunga ini merupakan bunga
tahunan dari genus Rosa dan famili Rosaceae. Terdapat lebih dari 100 spesies di
dunia. Tanaman berupa semak tegak, batang berduri tajam, tanaman merambat atau
memutar. Warnanya putih, kuning, dan
merah. Sebagian besar spesies berasal dari Asia, dan sebagian kecil berasal
dari Eropa, Amerika Utara, dan Barat Laut Afrika. Sedangkan spesies kultivar,
dan hibrida banyak ditanam karena keindahan dan keharumannya.
Untuk detail bunga mawar ini dapat dilihat di Bunga Mawar.
Di produsen dan pasaran bunga
Terdapat dua jenis mawar di pasaran yaitu jenis Holland dan jenis lokal,
dimana keduanya terdapat perbedaan yang nyata pada karakter panjang tangkai
bunga, lama kesegaran dan tanda serangan hama dan penyakit, seperti berikut.
(a). Bunga mawar jenis Holland : panjang tangkai bunga
30 cm - 70 cm, tangkai tegak, lurus dan kuat, duri sudah dibersihkan.
Penampilan kuncup bunga sehat, tidak terlihat tanda serangan hama dan penyakit.
Diikat seragam berdasarkan panjang tangkai dan warna bunga sebanyak 20 tangkai
per ikat. Rata-rata lama kesegaran setelah dipotong 8,9 hari pada suhu kamar.
Kebanyakkan diproduksi oleh produsen besar, namun produsen kecil di Lembang
sudah memproduksi dalam skala yang kecil. Hasil pada kedua kelompok produsen
tersebut tetap masih berbeda.
(b). Bunga mawar jenis lokal : kurang baik yaitu
selalu terlihat tanda serangan hama dan penyakit yang menjadi salah satu
penyebab pendeknya kesegaran rata-rata hanya 6 hari, panjang tangkai bunga
25-50 cm yang tergantung orientasi produsen apakah dipotong dengan panjang
tangkai tertentu atau akan dipotong dari pangkal tunas.
Produsen kecil menjual bunga mawar jumlahnya tidak seragam walau warna
bunga sama dalam satu ikatan (berkisar antara 20 - 50 tangkai). Bunga
dipasarkan dalam bentuk masih kuncup dan dibungkus dengan daun pisang.
(3.2). Krisan
atau Seruni (Chrysanthemum
morifolium).
Carolus Linnaeus memberi nama
bunga ini yang berarti bunga emas (bahasa Yunani). Biasanya ditemukan dalam
warna kuning atau bervariasi karena persilangan sehingga ada warna-warna pink,
merah atau bahkan ungu. Bunga nasional Jepang ini dalam bahasa Jepang disebut
sebagai ?? (kiku). Bunganya beraroma wangi sehimgga sering di tambahkan ke dalam
teh agar lebih wangi dan nikmat
Bunga krisan berasal dari
Asia dan Timur Laut Eropa. Banyak sekali hibrida dan ribuan kultivar
dikembangkan untuk tujuan holtikultura, dan menghasilkan krisan dengan berbagai
macam variasi warna.
Menurut US National
Chrysanthemum Society, Inc , krisan mekar sesuai dengan sistem klasifikasi
internasional dibagi menjadi 13 bentuk berdasarkan susunan mahkota yang berbeda, yaitu :
1. Irregular Incurve (membengkok tidak rata):
raksasa pada dunia krisan. Sering tidak ditunaskan untuk membentuk bunga besar
tunggal yang mekar (ogiku), kelopak bunga tersembunyi, mahkota bunga yang
menyembunyikan kelopak bunga juga ada yang bergantung membentuk “rok’.
2. Reflex : kelopak bunga disembunyikan, dan
mahkota bunga tersusun ke atas dan membentuk penampilan seperti pel.
3. Regular Incurve (membengkok rata): hampir
sama dengan irregular incurves, Similar to the irregular incurves, hanya saja
biasanya bentuk mekar lebih kecil dan berbentuk hampir bulat sempurna. Kelopak
bunga tersembunyi. Bentuk ini biasa disebut “Chinese”.
4. Decorative: hampir sama dengan bentuk
“reflex” tetapi tanpa penampilan seperti pel. Kelopak bunga tersembunyi dan
mahkota bunga biasanya tidak tegak 90 derajat terhadap batang.
5. Intermediate Incurve: bentuk mekar antara
Irregular dan Regular incurves baik ukuran dan bentuk. Biasanya memiliki kuntum
yang longgar dan lebih luas. Kuntum bunga tersembunyi.
6. Pompon: Bunga mekar berganda, ukuran kecil,
dan bentuk nyaris bulat sempurna.
7. Single/Semi-Double: bentuk mekar dengan
menunjukkan kelopak bunga, memiliki 1 sampai 7 helai mahkota. Pada umumnya
membentuk sudut kurang dari 90 derajat terhadap batang.
8. Anemone: Kelopak bunga tampak jelas,
kadang-kadang terangkat dan dibayangi oleh mahkota.
9. Spoon: Kelopak bunga terlihat dan mahkota
bunga berbentuk spatula panjang.
10. Quill: kelopak bunga tersembunyi dan mahkota
bunga berbentuk seperti pipa.
11. Spider: Kelopak bunga tersembunyi dan mahkota
bunga berbrntuk seperti pipa dengan ujung berduri dan menggantung di sekitar
batang.
12. Brush & Thistle: kelopak bunga terlihat.
Mahkota bunga berbentuk seperti tabung dan menutupi seluruh kepala bunga atau
sejajar dengan batang
13. Exotic: Jenis mekar yang bertentangan dengan
klasifikasi karena memiliki atribut lebih dari satu dari semua tipe mekar yang
ada.
Sebenarnya bunga ini sudah
lama dikenal, tetapi yang ada di pasaran lokal hanya jenis berbunga tunggal
besar dengan warna putih atau kuning.
Kedua jenis ini dianggap sebagai standar bunga krisan di Indonesia
karena sejak jaman Belanda dulu hingga saat ini masih saja ditanam para petani
tradisional. Padahal jenis-jenis krisan
hasil pemuliaan mutakhir, seperti di Belanda dan Jepang, telah menghasilkan
ratausan varietas baru yang telah diproduksi dan dijual secara komersial.
Demikian beraneka ragamnya
jenis-jenis krisan baru ini sehingga seringkali orang tak menyangka bahwa bunga
yang dilihatnya itu adalah krisan, sama seperti halnya anggrek yang varietasnya
seolah-olah tak terbatas.
Cara penanaman bunga krisan
dibagi atas dua kelompok : (a). krisan yang ditanam di tanah sebagai bunga
potong, (b). krisan yang ditanam dalam
pot sebagai bunga hias.
Jenis bunga : berbunga
tunggal besar dan ada lagi yang berbunga banyak kecil-kecil pada satu tangkai
(jenis ‘spray’).
Perbedaan warna mahkota :
gradasi warna begitu lengkap sehingga sulit untuk menyebut jenis warnanya,
namun pada umumnya warna dasar adalah putih, kuning, merah jambu, oranye, merah
dan ungu. Dari warna dasar inilah lahir ratusan kombinasi warna yang bagitu
indah.
Produsen dan di pasaran
Terdapat dua macam bunga potong krisan yaitu ‘standar’ dan ‘spray’. Di
pasaran krisan standar juga dikelompokkan menjadi dua, yaitu bunga krisan
standar jenis hibrida dan jenis lokal yang dibudidayakan oleh petani di
Cipanas.
(a). Bunga krisan standar :
(a.1). Jenis hibrida : diproduksi oleh
Pb mempunyai karakter yang sangat bagus yaitu jumlah bunga hanya satu per
tangkai, bunga mekar kompak dan sempurna dengan diameter 8 – 12 cm, bunga dan
daun bebas dari tanda serangan hama dan penyakit, sehingga lama kesegaran
bunga mencapai 12 hari. Bunga diikat dengan panjang tangkai yang seragam 60,
70, dan 80 cm sebanyak 20 tangkai per ikat. Warna bunga krisan hibrid adalah
kuning, putih, ungu, merah dan oranye. (a.2).
Jenis lokal : jumlah bunga 2 – 3
kuntum per tangkai, selalu dijumpai serangan karat, thrips atau bercak coklat
lain baik pada daun maupun bunga, lama kesegarannya hanya mencapai 5 hari. Warna yang dijumpai di pasaran hanya putih
dan kuning. Hanya dibudidayakan oleh
petani bunga di Cipanas dan sebagian kecil di Lembang, dengan volume pemasaran
yang makin sedikit, diameter yang lebih lebar yaitu 12 – 15 cm tetapi kurang
kompak, panjang tangkai bunga antara 70 dan 80 cm, diikat seragam dalam warna
dan ukuran, masing-masing 20 tangkai per ikat.
(b). Bunga krisan ‘spray’ : Yang dijumpai di pasar, semuanya adalah jenis
hibrid dengan warna yang beraneka, ada dua karakter yang berbeda yaitu panjang
tangkai serta tanda serangan hama dan penyakit. Krisan spray dengan panjang tangkai antara 35
– 50 cm dibudidayakan oleh produsen kecil di rumah plastik tanpa tambahan
cahaya, sedangkan yang mempunyai panjang tangkai lebih dari 50 sampai 80 cm
dibudidayakan oleh produsen besar dalam rumah plastik dengan tambahan cahaya.
Sebagian bunga krisan hasil produksi produsen besar tidak terbebas dari
serangan karat dan atau thrips.
Bunga krisan dapat bertahan
seminggu dalam vas.
(3.3). Anyelir/Carnation (Dianthus
caryophyllus)
Banyak digunakan dalam
industri florist karena memiliki warna yang bermacam-macam. Berasal dari Mediterania, beberapa di
antaranya juga berasal dari Siberia, Arktik, Jepang dan Himalaya.
Untuk pertumbuhan tanaman ini
dibutuhkan banyak cahaya dan suhu sekitar 75 F/24 C.
Menurut sejarah telah
dibudidayakan sejak 2000 tahun yang lalu. Kata ‘Dianthus’ kurang lebih berarti
‘bunga para dewa’, sedangkan ‘caryophyllus’ diambil dari nama bunga cengkeh,
sesuai dengan aroma dasar bunga anyelir ini. Sedangkan nama ‘Carnation’ berasal
dari kata ‘coronation’ yang artinya penobatan atau naik tahta. Konon dahulu
bangsa Yunani menjalin bunga ini dalam suatu rangkaian seperti mahkota untuk
dianugerahkan kepada para pahlawan atau atlet-atlet yang memenangkan suatu
pertandingan.
Anyelir termasuk jenis bunga
potong yang lumayan mahal karena petaninya masih terbatas. oleh karena itu
mengebunkan bunga anyelir merupakan alternatif usaha punya
peluang. Namun untuk mendapatkan kualitas bunga yang bagus memang perlu
perhatian khusus.
Menurut pengalaman
seorang pengusaha tanaman hias yang sudah belasan tahun
mengebunkan bunga ini, menuturkan bahwa :
(a). bunga ini membutuhkan tempat yang mempunyai
iklim sejuk, karena tanaman ini berasal dari daerah sub tropis dengan suhu
udara antara 15 – 25 derajat celcius. Untuk mendapatkan kondisi iklim yang
hampir menyerupai daerah sub tropis tersebut, dia menanamnya di Cibodas
dengan ketinggian 1.200 m dpl dan suhu udara antara 20 – 30 derajat celcius,
dimana tanahnya harus gembur dengan pH 6,5-7, selain itu lapisan top soil
tanahnya juga harus masih utuh.
Pada masa sekarang bunga
anyelir sudah jauh berbeda dari bunga asalnya, sejak William Sim pada tahun
1938 berhasil menyilangkan bunga ini, maka lahirlah ratusan varietas baru
dengan sifat-sifat yang unggul seperti tangkainya yang lebih panjang, mahkota
bunganya lebih besar dan ‘penuh’, gradasi warnanya semakin halus serta mampu
berbunga terus-menerrus sepanjang tahun.
Jenis bunga yang dikenal saat
ini ada dua yaitu : (a).
standard-carnation berbunga tunggal dengan ukuran relatif besar,
(b). spray-carnation merupakan kumpulan
bunga-bunga kecil pada satu tangkai bunga, dimana masing-masing jenis mempunyai
puluhan varietas yang setiap tahunnya selalu muncul lagi varietas baru, seperti
halnya mode pakaian.
Negara-negara penghasil
anyelir tiga terbesar yang menghasilkan ratusan juta tangkai anyelir setiap
tahunnya yaitu : (a). Belanda, banyak
menghasilkan silangan jenis baru yang hasilnya dipasarkan ke Eropa Barat.
(b). Kenya sudah mampu menghasilkan
sekitar 125 juta tangkai per tahun yang sebagian besar dijual ke Eropa terutama
pada saat produksi negara Eropa menurun pada musim dingin. (b). Colombia pernah menghasilkan hingga 310 juta
tangkai yang pasar utamanya adalah Amerika Serikat.
Adapun kelemahan dari kedua
negara berkembang tersebut adalah sebagian besar produksinya dilakukan di alam terbuka,
sehingga kualitas bunga seringkali beragam, sehingga fluktuasi harga tajam dan
ketidak stabilan pendapatan para petaninya.
Di Indonesia, beberapa tahun
terakhir ini anyelir semakin banyak ditanam orang, terutama jenis hybrida yang
bibitnya didatangkan dari luar negeri. Persyaratan tumbuhnya relatif mudah
sehingga banyak yang berhasil membudidayakannya dengan sukses, membuat
produksinya cenderung meningkat, tetapi dengan tingkat harga jual yang semakin
menurun bila dibandingkan dengan bunga potong lainnya.
Teknologi budidayanya belum
dapat dikatakan canggih seperti halnya di Belanda yang menggunakan rumah kaca,
sehingga mutu bunga yang dihasilkan belum dapat mencapai standar kualitas
ekspor. Alternatif yang ada adalah memasarkan bunga ini di kota-kota besar di
dalam negeri.
Produsen dan di pasaran
Perbedaan menyolok produksi bunga dari produsen besar dan produsen kecil
adalah :
(a). Gejala serangan hama dan
penyakit. Produsen kecil : sulit sekali
bebas dari tanda serangan karat dan thrips, Produsen besar : persentase yang
terkena serangan karat dan thrips atau kombinasi keduanya sangat kecil.
(b). Panjang tangkai. Produsen besar : dapat memproduksi bunga
dengan panjang tangkai lebih dari 40 sampai 60 cm, sedangkan petani/ Produsen
kecil : panjang tangkai antara 35 sampai 45 cm. Hal ini disebabkan petani
menginginkan hasil bibit pada batang bagian bawah, sehingga terjadi kompetisi
tumbuh antara tunas vegetatif dan tunas generatif.
(c). Ikatan bunga potong anyelir
sekitar 10 – 20 tangkai per ikat pada produsen besar/kecil. Beberapa produsen besar : mengikat 12 tangkai
per ikat dengan panjang dan warna yang seragam, produsen kecil : mengikat dengan panjang tangkai dan warna yang
beragam.
Bunga potongnya memiliki masa
hidup selama 6 s/d 9 hari.
(3.4). Gladiol (Gladiolus hybridus sp)
Gladiol merupakan tanaman jenis
umbi berbunga tahunan yang termasuk dalam keluarga Iris (Iricaceae), banyak
didistribusikan di Eropa Tengah, Asia, Afrika tropis, dan Afrika Selatan.
Gladiol berasal dari bahasa
latin “Gladius” yg berarti pedang kecil, seperti bentuk daunnya. Tanaman hias bunga gladiol berasal dari
Afrika Selatan & menyebar di Asia sejak 2000 tahun, tahun 1730 mulai
memasuki daratan Eropa & berkembang di Belanda.
Bunga ini memiliki
bermacam-macam warna seperti : merah jambu, ungu terang dengan putih dengan
tanda kontras, atau putih kegadingan, atau oranye kemerahan. Dihibridisasikan secara ekstensif yang
menghasilkan berbagai macam warna dan varietas, dimana kelompok hibrida utama
telah diperoleh dari persilangan antara empat sampai lima spesies, antara
lain: Grandiflorus, Primulines and Nanus.
Gladiol hibrida merupakan bunga
potong yang sangat baik, disamping warna yang bervariasi kelebihannya adalah
kesegaran yang dapat bertahan lama sekitar 5-10 hari & dapat berbunga
sepanjang waktu.
Ragam jenis bunga gladiol adalah : (a). Gladiolus gandavensis, berukuran besar,
susunan bunga terlihat bertumpang tindih, panjang 90-150 cm. (b). G. primulinus. berukuran kecil, sangat
menarik, bertangkai halus tetapi kuat & panjangnya mencapai 90 cm.
(c). G ramosus, panjang tangkai bunga
100-300 cm. (d). G nanus, tangkai bunga
melengkung, & panjang hanya 35 cm.
Beberapa kultivar bunga
gladiol lainnya yg telah di uji di Indonesia adalah: Red Majesty, Priscilla,
Oscar, Rose Supreme, Sanclere, Dr. Mansoer, Albino, Salem, Marah Api, Queen
Occer, Ceker & lain sebagainya
Bunga potong juga merupakan
sarana peralatan tradisional, agama, upacara kenegaraan & keperluan ritual
lainnya.
Sentra produksi bunga gladiol
di Indonesia utk daerah Jawa Barat : di Parongpong (Bandung), Salabintana
(Sukabumi) & Cipanas (Cianjur). Sedangkan di Jawa Tengah yaitu di daerah
Bandungan (Semarang), dan di Jawa Timur
di daerah Batu (Malang).
Budidaya
Di Indonesia gladiol dapat
ditanam sepanjang tahun, baik pada musim kemarau maupun musim hujan, dapat
tumbuh dgn baik di daerah ketinggian 500-1500 m dpl & beriklim sejuk,
dengan curah hujan rata-rata 2.000-2500 mm/tahun. Sedangkan jenis tanah yg
cocok adalah andosol & latosol yg subur, gembur & banyak mengandung
bahan organic dengan tanah memiliki pH 5,5-5,9.
Perlu diperhatikan yaitu dikarenakan tanaman tinggi maka jenis yang
dibudidayakan berpeluang jatuh jika terkena angin.
Produsen dan di pasaran
Sebagian besar bunga potong gladiol di pasar bunga baik di Jakarta maupun
di Bandung, adalah jenis Holland (White friendship) dan jenis lokal (Dr.
Mansoer, Queen Oceer, Golden Boy). Bunga potong tersebut diproduksi oleh
produsen kecil di daerah Lembang, Cipanas dan Sukabumi.
(a). Persyaratan panjang tangkai, produsen
kecil : sudah memenuhi kriteria standar yang telah disusun oleh Asosiasi Bunga
Indonesia (Asbindo, 1993). Di pasar dijumpai 2 ragam ukuran panjang tangkai : (a). Ukuran 40 - < 60 cm : dihasilkan dari anak
subang yang berdiameter lebih kurang 2,5 cm. Anak subang demikian memang
diproduksi untuk memenuhi permintaan rangkaian bunga papan. (b). >60 - 90 cm
lazim mendominasi pasar.
Lama kesegaran : Pada suhu kamar rata-rata sekitar 4 sampai 5 hari, tergantung
kerusakkan akibat hama penyakit, kesehatan fisik dan fisiologis serta jumlah
kuntum yang sudah mekar.
Penjualan : Para petani menjualnya
setelah 3 – 4 kuntum mekar, namun para florist besar hanya menerima bunga
dengan jumlah kuntum yang mekar maksimum satu. Pemasaran bunga biasanya dalam bentuk ikatan
10 tangkai per ikat dengan warna dan panjang tangkai yang seragam.
Penggunaan : Gladiol lokal kebanyakan hanya digunakan untuk rangkaian bunga
papan.
(3.5). Gerbera, (Gerbera jamesonii)
Tanaman berbunga dengan
bentuk seperti bunga daisy yang lebar dan berwarna-warni.
Bunga gerbera di Indonesia
sejak dahulu juga sudah ada, bisaanya disebut ‘Herbras’ atau bahkan ‘Air
Beras’. Pada umumnya tidak ditanam
sebagai bunga potong tetapi sebagai tanaman bunga hias di pekarangan, terutama
di daerah pegunungan yang beriklim sejuk. Bunga ini seolah-olah akan terlupakan
begitu saja, apabila tidak masuk jenis
Gerbera baru yang ‘Super
Quality’ dari Belanda. Sepintas lalu
memang tidak terlalu istimewa penampilannya, berbunga tunggal dengan tangkai
tidak berdaun. Namun apabila sebagai
rangkaian bunga dalam vas, bunga ini berkesan tenang, cantik dan sederhana.
Di Indonesia, bunga garbera
dapat tumbuh dengan baik jika memenuhi persyarata seperti di dataran yang
memiliki ketinggian antara 400 meter hingga 1400 meter di atas permukaan laut, tanah
dengan pH 5,5 – 6. Dalam skala kecil, seperti sebagai tanaman hias di halaman
rumah, perawatannya lebih mudah, namun apabila membudidayakan dalam skala yang
besar. Perhatikan beberapa hal berikut ini:
Gerbera generasi terbaru
hasil pemuliaan di negeri Belanda memang menampilkan sosok bunga yang lain dari
yang telah dikenal. Ukurannya yang semakin besar, warnanya yang semakin cerah
dan beragam serta produktivitas tanamannya yang tinggi, membuat bunga ini dapat
bersaing dengan bunga-bunga potong lainnya. Sekurang-kurangnya 200 varietas
baru telah dihasilkan dan seperempat dari jumlah ini telah memasuki pasaran
produksi komersial. Menurut catatan statistik di Belanda, bunga ini menduduki
urutan ketiga dari besarnya jumlah produksi, yaitu setelah mawar dan krisan.
Sejarahna pada tahun 1985 saja produksi Gerbera di rumah-rumah kaca telah
mencapai 292 hektar dengan produksi total sekitar 320 juta tangkai per tahunnya.
Sejak beberapa tahun yang
silam, sudah banyak pengusaha yang mulai mengebunkan bunga ini di Indonesia. Bibit-bibit jenis
mutakhir diimpor dari Belanda dan ditanam dengan hasil yang baik di daerah
pegunungan di sekitar Bogor, Cianjur dan Sukabumi. Kendala yang dihadapi adalah
masalah pengadaan bibitnya, karena bibit asal Belanda ini dilarang untuk
diperbanyak, karena dilindungi hak paten. Boleh dibibitkan, asal membayar
royalty yang besarnya ditentukan oleh suatu kontrak persetujuan. Masalah lain
adalah sulitnya memperoleh produk dengan mutu prima sebagaimana bunga induknya
di negara asalnya. Untuk itu perlu dibuatkan rumah plastik sederhana untuk
menaungi bunga dari terpaan air hujan. Tetapi usaha ini tentu saka
mengakibatkan investasi semakin besar, sehingga berakhir dengan harga jual yang
jauh lebih mahal daripada jenis Gerbera tradisional yang ditanam di udara
terbuka.
Gerbera termasuk tanaman
perenial (tahunan) tetapi berbatang lunak. Perbanyakan bisaanya dari anakan,
tetapi sekarang sudah digunakan bibit hasil pembiakan kultur jaringan. Jarak
tanam di lapangan dapat 20 x 20 cm sampai 30 x 30 cm. Usia produktif tanaman
antara 1 – 1,5 tahun, dalam masa itu dapat dihasilkan bunga sebanyak 25 – 35
tangkai per tanaman. Serangan penyakit dapat menurunkan produksi bunga dengan
drastis. Cendawan yang bisaa menyerang adalah Phytium, Phytophthora dan
Rhizoctorial, sedangkan serangan hama paling ganas adalah kutu putih. Karena
itu menanam bunga ini di alam terbuka sudah tentu banyak sekali kesulitannya.
Gerbera dapat tahan antara 3
– 7 hari sebelum tangkainya layu walaupun mahkotanya masih segar, namun tangkai
yang masih segar mudah sekali patah, sehingga packingnya harus ekstra
hati-hati.
Produsen dan di pasaran
Bunga potong gerbera jenis hibrida sedikit dijumpai di pasaran, karena serangan
hama dan penyakit serta produksinya lebih rendah dibandingkan dengan produksi
bunga lainnya.
Di lapangan dijumpai 2 kelompok gerbera jenis hibrida berdasarkan panjang
tangkai, panjang tangkai 25 – 60 cm yang dibudidayakan oleh produsen kecil dan
yang bertangkai 40 – 60 cm yang diproduksi produsen besar.
Diameter bunga gerbera hasil kedua produsen hampir sama yaitu 7,5 – 12 cm
termasuk penampilan bunga dan tanda serangan hama dan penyakit.
Lama kesegaran : hasil produsen kecil rata-rata 8,2 hari tidak jauh berbeda
dengan gerbera hasil produsen besar.
Kemasan : Produsen besar adalah 12 tangkai per ikat dengan warna bunga sama
dan panjang tangkai seragam, kuntum bunga ditutup plastik atau kertas, sedangkan
oleh produsen kecil juga 12 tangkai per ikat namun panjang tangkai dan warna
bunga beragam.
(3.6). Anthurium
Tanaman ini telah lama
dikenal di Indonesia tetapi lebih sebagai tanaman hias karena daunnya yang
lebar-lebar seperti kuping gajah itu, bunganya unik dan merupakan ciri khas
yang tidak dimiliki bunga lain. Dahulu tidak populer sebagai bunga potong,
namun setelah masuknya varietas baru dari Belanda yang bunganya lebih besar dan
menarik, maka tanaman hias ini lebih terkenal sebagai bunga potong Anthurium.
Nama lain yang populer di
luar negeri adalah ‘Flamingo Flower’ atau ‘Painter’s Palette’, sedangkan varietas-varietas
yang populer antara lain ‘Cuba’ yang berwarna putih, ‘Avoanneke’ berwarna pink
dan ‘Avoclaudia’ berwarna merah
Produktivitas berbunga
termasuk rendah untuk golongan bunga potong, baik jumlah tanaman per m2 maupun
jumlah tangkai bunga per tanamannya, sehingga tidak heran kalau harganya cukup
mahal.
Kelebihannya adalah daya
simpan bunga antara 7 – 14 hari yang tergantung varietas, sehingga jenis bunga
ini cocok untuk komoditi ekspor -- mengingat daya simpannya yang cukup lama dan
terutama harganya yang relatif mahal--, sehingga kurang terjangkau oleh pasar
bunga lokal.
Produsen dan di pasaran
Panjang tangkai : minimum bunga potong anthurium sudah ditetapkan Asbindo
(1993) yaitu 50 cm, dan panjang tangkai tersebut dapat dijangkau oleh produsen
besar maupun kecil, perbedaannya ditentukan oleh hasil produksinya.
Jenis : Produsen besar memproduksi berbagai macam anthurium jenis hibrid,
dengan ukuran lebar bunga yang bervariasi sesuai jenisnya. Sedangkan produsen
kecil memproduksi anthurium jenis lokal berwarna merah dan putih.
Lama kesegaran : yang panjang yaitu sekitar 14 hari.
Karena bunga anthurium begitu menonjol penampilannya maka yang terdapat di
pasaran telah bebas dari hama penyakit, tetapi masih dijumpai cacat akibat
kerusakan fisik dan bentuk tangkai yang tidak lurus.
Kemasan : Bunga jenis hibrid dijual individual per tangkai yang dibungkus
plastik, hal ini dilakukan karena ukuran bunga yang cukup besar dan harga per
tangkai relatif mahal.
(3.7). Heliconia (Heliconia spp).
Disebut juga bunga
pisang-pisangan atau pisang hias. Tanaman
ini berasal dari Amerika tropis dan Kepulauan Samudera Pasifik sebelah barat
Indonesia, banyak ditemukan di daerah Afrika atau tropika. Heliconia memiliki 100-200 jenis, bentuk
bunga mirip seperti burung dengan keindahan warnanya, sehingga tidak heran
kalau disebut Bunga Bird of Paradise.
Sering digunakan sebagai penghias halaman, taman, atau kantor. Selain itu baik daun maupun bunganya sangat
cocok untuk dijadikan bunga potong.
Adapun jenisnya yaitu : Heliconia
rostrata, H, densiflora, dan H. collinsiana. H. rostrata berwarna merah dengan
bunga menggantung seperti pisang, dan H. densiflora yang berwarna kuning dengan
bunga tegak seperti cakar kepiting. Tanaman yang mudah perawatannya dan akan
tumbuh baik apabila terkena cahaya matahari langsung, atau butuh naungan ketika
anakan. Perbanyakan dilakukan dengan
memisahkan anakan atau tunas.
Coba lihat bunga ini sungguh
indah dengan keelokan kelopak bunga, namun berhati-hatilah dengan bunga ini karena
sangat beracun kalau termakan!.
Produsen dan di pasaran
Heliconia merupakan tanaman hias tropis yang mendapat perhatian cukup hesar
dari pemerintah, sehingga mendorong minat masyarakat pecinta bunga untuk
mempromosikan heliconia baik di dalam maupun di luar negeri, dimana saat ini
terdapat dua produsen besar yang sudah mengekspor heliconia dengan negara
tujuan Belanda, Perancis, Jepang dan Singapura dalam bentuk bibit dan bunga.
Panjang tangkai : Penampilan yang bersih dan sehat, bunga yang akan
diekspor mendapatkan perlakuan pasca panen yang lebih cermat, yakni setiap
ujung tangkai bunga diberi kapas basah dan dibungkus plastik, kemudian setiap
jumlah tertentu dibungkus kertas dan dimasukkan kardus dengan ukuran sesuai
keadaan bunga.
Produsen kecil kurang memperhatikan penanganan pasca panen, sehingga
penampilan bunga kurang menarik, namun ukuran panjang tangkai bunga sudah
memenuhi persyaratan standar (Asbindo, 1993) yaitu 50 – 200 cm sesuai jenisnya.
Kemasan : umumnya dijual dalam bentuk satuan atau dalam 10 tangkai per ikat
untuk jenis yang berukuran kecil.
(3.8). Dahlia (Dahlia
sp.).
Suku Aztec mencari dan
membudidayakan dahlia untuk makanan, upacara, dan juga dekorasi. Ranting yang
panjang digunakan sebagai pipa kecil. Merupakan
tanaman perdu berumbi yang sifatnya tahunan (perenial), berbunga di musim panas
sampai musim gugur. Berasal dari Mexico,
Amerika tengah dan Colombia. Merupakan
bunga nasional negara Meksiko.
Setidaknya terdapat 36
spesies dahlia yang antara lain Dahlia Imperialis
yang memiliki tinggi hingga 10 meter.
Sekarang terdapat ratusan kultivar, sebagian besar varietas menghasilkan
bunga warnanya cerah dan mempesona, sehingga merupakan komoditas penting bagi
industri bunga potong dan tanaman pot.
Nama Dahlia dinamakan untuk menghormati ahli botani berkebangsaan Swedia
dari abad ke-18 yang bernama Anders Dahl.
Terdiri dari banyak jenisnya, seperti : Dahlia apiculata, D.
australis, D. dumicola , D. pinnata
Tips
pemanenan
Panenlah saat mahkota bunga
mekar sempurna. Umur hidup tanaman saat sudah dipanen antara 1-2 minggu jika
bunga diawetkan dengan glukosa. Perawatan sebelum panen juga dapat
memperpanjang masa hidup. Jauhkan dahlia dari sinar matahari langsung dan
tiupan angin. Hindarkan dari suhu yang tinggi.
(3.9). Sedap Malam (Polianthes tuberosa)
Sedap Malam merupakan tanaman tahunan dari keluarga Agave (Agavaceae). Nama umumnya berasal dari bahasa Latin
‘Tuberosa’ yang berarti menggembung atau ‘tuberus’ yang merujuk pada sistem
akar tanaman ini. sedangkan Polianthes dalam bahasa Yunani memiliki makna
"berbunga banyak".
Terdiri dari 12 spesies,
sedangkan para ahli Botani mengelompokkan bunga ini sebagai cultigen, istilah
yang menggambarkan bahwa tanaman tidak tumbuh secara liar.
Dengan daun panjang dan
batang yang tinggi serta memiliki bunga berbentuk tabung yang harum, sedap
malam dapat digunakan sebagai tambahan menarik untuk taman bunga atau lansekap
rumah. Sedap malam juga menghasilkan bunga potong yang cantik untuk digunakan
sendiri atau untuk dirangkai.
, ekstraksi dari sedap malam
digunakan sebagai bahan pembuat parfum.
(3.10). Lili / Lilium (Lilium sp)
Lili merupakan bunga yang
sangat wangi, memiliki batang tegak yang tidak bercabang, daun sempit, serta
enam kelopak bunga yang lebar dan berbentuk terompet. Lebih dari 80 jenis atau umbi spesies didistribusikan
ke belahan bumi bagian utara.
(3.11). Anggrek
Anggrek merupakan keluarga
terbesar dari kingdom tanaman yaitu lebih dari 25,000 spesies asli di seluruh
dunia, ditambah hibrida yang sebagian besar dikembangkan secara khusus di rumah
(houseplant orchid) seperti Phalaenopsis sp, Dendrobium sp,
Vanda, Paphiopedilum sp atau Cymbidium sp.
Selain itu saat ini anggrek dipercaya sebagai
keluarga terbesar kedua dari tanaman berbunga, dengan jumlah 21,950 dan
26,049 spesies yang ditemukan di 880 genera. Ahli holtikultura diyakini
telah menghasilkan lebih dari 100,000 jenis hibrida dan kultivar.
Bunga anggrek memiliki daya
tahan selama satu bulan dalam bentuk tanaman dan 10 hari setelah dipotong.
Untuk uraian mengenai berbagai jenis bunga anggrek ini akan ditulis secara tersendiri.
TIP : Menempatkan bunga dalam vas
(a). Memotong bunga (misalnya dari kebun), supaya
dilakukan dengan posisi miring agar
permukaan serap batang menjadi luas.
(b). Gunakan gunting tanaman atau pisau tajam untuk memotong batang, tidak menggunakan gunting kertas atau kain, karena bisa menjepit dan melukai batang.
(b). Gunakan gunting tanaman atau pisau tajam untuk memotong batang, tidak menggunakan gunting kertas atau kain, karena bisa menjepit dan melukai batang.
(b). Bersihkan wadah dengan
tangan atau busa (sampai mengenai semua permukaan dalam wadah) sehingga bersih
(c). Jangan membersihkan
wadah dengan sabun karena residu sabun bisa mengubah sifat kimiawi air.
(d). Isi wadah dengan air bersih secukupnya, yang penting air mampu merendam bagian bawah batang.
(d). Isi wadah dengan air bersih secukupnya, yang penting air mampu merendam bagian bawah batang.
(e). Saat memasukkan bunga
(misalnya bunga hias), pastikan pastikan tidak ada daun yang terendam air di
dalam wadah, karena residu berupa karbondioksida/CO2 (pemasakan makanan oleh
daun) dalam air bisa diserap oleh tanaman kembali, hal ini akan merusak tanaman
(bunga hias).
(f). Bersihkan batang dari
daun dan duri, sebelum memasukkan bunga dalam wadah. Juga bersihkan bagian
bawah batang dari lendir dan kotoran yang dapat mencemari air.
(g). Gantilah air dalam wadah bunga setiap hari, dimana saat mengganti air, potonglah batang paling bawah sepanjang 1 cm, karena bagian ini biasanya mengalami proses pembusukan.
(h). Hindari bunga potong dari paparan matahari langsung serta tiupan angin yang kencang.
(i). Bunga yang diletakkan di ruang AC biasanya mempunyai umur bunga yang relatif lebih pendek, hal ini karena sirkulasi udara yang tidak baik dan kelembaban yang rendah. Selain rajin mengganti air, beri juga kesempatan bagi bunga untuk "bernapas" yaitu dengan meletakkannya di ruangan terbuka (yang tidak terkena paparan matahari) atau ruang bersirkulasi udara baik.
(g). Gantilah air dalam wadah bunga setiap hari, dimana saat mengganti air, potonglah batang paling bawah sepanjang 1 cm, karena bagian ini biasanya mengalami proses pembusukan.
(h). Hindari bunga potong dari paparan matahari langsung serta tiupan angin yang kencang.
(i). Bunga yang diletakkan di ruang AC biasanya mempunyai umur bunga yang relatif lebih pendek, hal ini karena sirkulasi udara yang tidak baik dan kelembaban yang rendah. Selain rajin mengganti air, beri juga kesempatan bagi bunga untuk "bernapas" yaitu dengan meletakkannya di ruangan terbuka (yang tidak terkena paparan matahari) atau ruang bersirkulasi udara baik.
Catatan
akhir
Kriteria utama menuju
standarisasi mutu bunga potong adalah diwujudkan dalam penampilan bunga yang
baik dan menarik, sehat, bebas dari tanda-tanda serangan hama dan penyakit.
Jenis bunga potong yang
mendominasi pasar yaitu anggrek, mawar, gladiol, krisan, sedap malam, anyelir,
anthurium dan gerbera, sedangkan untuk heliconia mulai banyak diminati dan
diperdagangkan.
Keterangan gambar: dari internet
Sumber : Media Indonesia 23/3/2013; Kompas
15/5/2013; asbindo.org; ngasih.com 2014/09/25 & /2015/03/17;
budidaya-petani.blogspot.co.id 2013/0, bunga-rawabelong.com 2010/04/161.Bacaan terkait :
Bunga Mawar Rosa si Ratu Bunga
Makasih ya atas sharenya sangat bermanfaat sekali tentang Bunga ini
BalasHapussangat lengkap ulasanya, sangat menarik. saya juga punya artikel tentang bunga yaitu wijayakusuma, bisa dibaca di :
BalasHapushttp://sokotani.blogspot.com/2017/04/cara-menanam-bunga-wijaya-kusuma.html
sama2 & tks telah mengunjungi webku, semoga lebih bermanfaat lagi.
BalasHapusThanks yaa atas pengetahuannya, bermanfaat banged ilmunya :)
BalasHapusterima kasih untuk pengetahuannya kak...
BalasHapusTerima kasih atas informasinya yaa, ditunggu untuk artikel selanjutnya
BalasHapussalam dari Maulana Florist
Thank you informational..sangat membantu saya
BalasHapus